Kategori: Tanpa Kategori

  • BWI Kabupaten Jepara Dorong Tata Kelola dan Optimalisasi Aset Wakaf Produktif

    BWI Kabupaten Jepara Dorong Tata Kelola dan Optimalisasi Aset Wakaf Produktif

    Jepara – Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Jepara menyelenggarakan Sosialisasi Perwakafan di Aula 1 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Rabu (16/9/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 16–17 September 2026, tersebut menjadi ruang penguatan pemahaman sekaligus tata kelola perwakafan di Kabupaten Jepara.

    Sosialisasi diikuti Kepala KUA sekaligus Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW), Kasi Sosial dan Lingkungan Hidup Kecamatan, Penyuluh Agama Islam, operator wakaf pada KUA, serta nazhir badan hukum dan perseorangan dari delapan kecamatan. Kedelapan kecamatan tersebut meliputi Welahan, Mayong, Nalumsari, Kalinyamatan, Pecangaan, Tahunan, Kedung, dan Batealit.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, juga selaku Ketua Badan Wakaf Indonesia Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin menyampaikan bahwa sosialisasi perwakafan penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, tidak hanya mengenai pengertian wakaf, tetapi juga tata kelola dan pemanfaatan aset wakaf. “Saya harap dengan adanya sosialisasi ini masyarakat semakin memahami apa itu wakaf, bagaimana kita dapat mengelola wakaf dengan baik dan benar. Ada banyak aspek yang harus dipenuhi, bagaimana teknis administrasinya dan bagaimana caranya agar tanah wakaf itu bisa memberikan manfaat,” ujarnya.

    Akhsan menjelaskan, aspek administrasi menjadi bagian penting dalam proses perwakafan. Setelah pelaksanaan Akta Ikrar Wakaf (AIW) di KUA, proses dapat dilanjutkan dengan sertifikasi tanah wakaf melalui Kantor Pertanahan. “Saya berharap nanti para pemateri dapat menjelaskan teknis administratif. Kalau di Kemenag menghasilkan AIW, yang sekarang sudah ada e-AIW dan prosesnya di KUA, setelah Akta Ikrar Wakaf berlanjut pada persertifikatan di ATR/BPN,” jelasnya.

    Ia juga meminta agar berbagai kendala yang muncul dalam proses perwakafan dapat dikomunikasikan sehingga dapat dicarikan penyelesaian bersama. “Jika ada kendala terkait wakaf di KUA maupun di ATR/BPN dapat dikomunikasikan kepada kami,” imbuhnya.

    Lebih lanjut, Akhsan menekankan pentingnya mengoptimalkan aset wakaf agar tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. “Yang kedua, bagaimana aset wakaf bisa kita optimalkan untuk mensejahterakan masyarakat,” tegasnya.

    Selain wakaf tanah, Akhsan juga mengajak seluruh pihak untuk turut memasifkan gerakan wakaf uang di Kabupaten Jepara. Menurutnya, wakaf uang dapat menjadi salah satu instrumen yang dikembangkan untuk memperluas manfaat wakaf. “Di BWI Jepara hari ini sudah ada wakaf uang. Saya mengajak untuk memasifkan gerakan wakaf uang ini. Wakaf uang tidak akan berkurang nilainya sampai kapan pun, tidak bisa diambil,” pungkasnya.

    Melalui sosialisasi tersebut, sinergi antara Kementerian Agama, BWI, KUA, pemerintah kecamatan, penyuluh agama, serta para nazhir diharapkan semakin kuat. Pemahaman mengenai aspek administrasi dan pengelolaan wakaf yang baik diharapkan dapat mendukung terwujudnya aset wakaf yang tertib, terlindungi, dan semakin optimal dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

  • Estafet Tunas Kelapa Tuntaskan Perjalanan di Jepara, Semangat Pramuka Didorong Jadi Pelopor Pembangunan

    Estafet Tunas Kelapa Tuntaskan Perjalanan di Jepara, Semangat Pramuka Didorong Jadi Pelopor Pembangunan

    Jepara – Perjalanan Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah 2026 terus bergerak. Memasuki etape terakhir di Kabupaten Jepara, rombongan menempuh rute Kalinyamatan, Welahan, hingga Mayong, sebelum akhirnya tiba di Balai Desa Belimbing Kidul dan menyerahkan estafet Tunas Kelapa kepada Kwartir Cabang (Kwarcab) Kudus, Senin (31/8).

    Prosesi ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kwarda Jawa Tengah Tahun 2026. Perjalanan Estafet Tunas Kelapa selanjutnya akan dilanjutkan menuju wilayah-wilayah berikutnya hingga mencapai puncak kegiatan pada 10 September 2026 di GOR Satria, Kabupaten Banyumas, bersamaan dengan Upacara Pengibaran Bendera dalam rangka Peringatan Hari Jadi Pramuka ke-65 tingkat Kwarda Jawa Tengah.

    Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, selaku Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Jepara, dalam sambutannya menyampaikan pesan Gubernur Jawa Tengah selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah. Ia menyebut, peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema “Bergerak, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”

    Menurut Muhammad Ibnu Hajar tema tersebut menegaskan peran Pramuka dalam mengamalkan nilai-nilai kebangsaan sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Semangat tersebut diwujudkan melalui prinsip “Ngopeni, Nglakoni, Mengabdi Tanpa Henti”, yakni merawat dan menjaga lingkungan, menjalankan peran dengan penuh kedisiplinan dan keterampilan, serta mengabdikan diri bagi masyarakat. “Melalui kolaborasi antara semangat Gerakan Pramuka dan nilai Ngopeni, Nglakoni, Jawa Tengah dapat terus menjadi benteng dan sekaligus pelopor pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kemajuan daerah,” demikian pesan Gubernur Jawa Tengah yang disampaikan Muhammad Ibnu Hajar.

    Dengan berakhirnya etape ETK di Jepara, estafet semangat pengabdian Pramuka kini diteruskan menuju Kwarcab Kudus. Perjalanan ini diharapkan tidak sekadar menjadi simbol perpindahan Tunas Kelapa, tetapi juga menjadi pengingat bahwa semangat Pramuka Jawa Tengah: Ngopeni, Nglakoni, Mengabdi Tanpa Henti harus terus tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat.

  • Kinerja Humas Diapresiasi, Kemenag Raih Popular Government Institutions Award 2026

    Kinerja Humas Diapresiasi, Kemenag Raih Popular Government Institutions Award 2026

    Siaran Pers
    Kementerian Agama

    Kementerian Agama meraih penghargaan Popular Government Institutions Award 2026 dari The Iconomics. Penghargaan tersebut diserahkan pada puncak Indonesia Public Relations Summit 2026 bertema “Komunikasi Empati: Narasi dan Strategi” di Auditorium Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta.

    Penghargaan ini diberikan berdasarkan survei The Iconomics yang melibatkan 10 ribu responden di 10 kota besar di Indonesia. Survei dilakukan dengan pembagian enam hingga tujuh kelompok responden, masing-masing sekitar 1.700 orang, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error ±2,5 persen.

    Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian ini menjadi pengakuan terhadap upaya Kementerian Agama dalam membangun komunikasi publik yang semakin terbuka dan responsif.

    “Kementerian Agama mengucapkan terima kasih kepada The Iconomics yang telah memberikan penghargaan kepada Kementerian Agama sebagai Popular Government Institution 2026,” ujar Kemaruddin Amin di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

    Ia menilai penghargaan tersebut menjadi indikator bahwa strategi komunikasi publik Kementerian Agama mendapat apresiasi dari masyarakat. Bahkan, Kemenag bisa tetap menjadi yang paling popular meski sudah ada pemekaran seiring berdirinya Kementerian Haji dan Umrah serta Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal.

    “Ini merupakan penghargaan yang cukup membanggakan kepada Kementerian Agama atas komunikasi publik yang cukup baik,” katanya.

    Piagam penghargaan ini diberikan kepada Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar yang hadir mewakili Menteri Agama Nasaruddin Umar. Thobib menegaskan, penghargaan itu merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Kementerian Agama, baik di tingkat pusat maupun daerah, yang selama ini berperan aktif menyampaikan berbagai program, layanan, dan capaian institusi kepada masyarakat.

    “Tentu ini merupakan kerja sama dan kontribusi dari semua pihak, teman-teman di daerah, para Pranata Humas, serta semua unit yang berkontribusi untuk menyampaikan capaian-capaian dan kinerja terbaik bagi Kementerian Agama,” ujarnya.

    “Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin terus mendorong stakeholder Kemenag untuk melakukan kerja terbaik sekaligus mengkomunikasikannya kepada masyarakat,” sambungnya.

    Menurut Thobib, komunikasi publik menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah. Karena itu, Kementerian Agama akan terus memperkuat penyampaian informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses masyarakat.

    “Kemenag terus berkomitmen untuk menghadirkan komunikasi publik yang humanis, cepat, dan terpercaya untuk menjaga public trust melalui layanan informasi terbaik,” tuturnya.

    Ia menambahkan, penghargaan dari lembaga independen menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Kementerian Agama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    “Penghargaan dari eksternal ini sebagai vitamin bagi Kemenag untuk memberikan pelayanan kepada umat. Tentu capaian ini adalah wujud dari kerja nyata seluruh pegawai Kemenag, pusat dan daerah, khususnya teman-teman yang bertugas di kehumasan,” tandanya.

    Biro Humas dan Komunikasi Publik

  • HASIL SURVEI INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TRIWULAN II

    HASIL SURVEI INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TRIWULAN II

    HASIL SURVEI INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT
    Triwulan II Tahun 2026 (April–Juni)

    Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara mencatat capaian Indeks Kepuasan Masyarakat sebesar 95,1 dari unit layanan.

    Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan memberikan penilaian. Masukan dan kepercayaan Anda menjadi dasar kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik.

  • HASIL SURVEI INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TRIWULAN I

    HASIL SURVEI INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TRIWULAN I

    HASIL SURVEI INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT
    Triwulan I Tahun 2026 (Januari–Maret)

    Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara meraih capaian Indeks Kepuasan Masyarakat sebesar 94,97.

    Terima kasih atas kepercayaan dan partisipasi seluruh masyarakat. Capaian ini menjadi penyemangat kami untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik, prima, dan transparan.

  • Standar Pelayanan Kantor Kemenag Kabupaten Jepara

    Standar Pelayanan Kantor Kemenag Kabupaten Jepara

    LAYANAN JELAS, MASYARAKAT TENANG

    Silakan pindai kode QR sebelum mengurus layanan. Seluruh standar pelayanan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara dapat diakses secara cepat, mudah, dan transparan.

    https://drive.google.com/file/d/1ZtVxOzLAo_vXWFGO0x6MXkfR7f64bgGy/view

  • Penyerahan SK Pensiun dan Kenaikan Pangkat ASN Kemenag Jepara, KakanKemenag Apresiasi Pengabdian dan Dorong Peningkatan Kompetensi

    Penyerahan SK Pensiun dan Kenaikan Pangkat ASN Kemenag Jepara, KakanKemenag Apresiasi Pengabdian dan Dorong Peningkatan Kompetensi

    Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun dan SK Kenaikan Pangkat kepada sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam apel pagi yang digelar di halaman tengah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Selasa (1/7/2026). SK pensiun diserahkan kepada empat ASN, yakni Akhmad Yazid (Guru Ahli Madya), Machin (Guru Ahli Muda), Yuniarti Puspita Rini (Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Muda), dan Amin Miftah (Penyuluh Agama Ahli Pertama). Sementara itu, SK kenaikan pangkat diberikan kepada Kuswanto dari golongan IV/a ke IV/b, Tri Muntyaningsih dari III/c ke III/d, dan Agus Siswanto dari III/c ke III/d.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para ASN yang memasuki masa purna tugas atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di lingkungan Kementerian Agama. “Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada bapak dan ibu yang hari ini telah menyelesaikan masa tugasnya. Pengabdian yang telah diberikan menjadi bagian penting dalam perjalanan dan kemajuan Kementerian Agama Kabupaten Jepara,” ujarnya.

    Sementara itu Akhsan Muhyiddin menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengingatkan bahwa kenaikan pangkat harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. “Selamat kepada ASN yang hari ini menerima kenaikan pangkat. Bagi yang belum, silakan terus menunjukkan kompetensi masing-masing sesuai regulasi yang berlaku. Kompetensi yang dibutuhkan tidak hanya kompetensi keilmuan, tetapi juga kompetensi sosial dalam menjalankan tugas dan melayani masyarakat,” tegasnya.

    Melalui penyerahan SK tersebut, diharapkan para ASN yang memasuki masa purna tugas dapat menikmati masa pensiun dengan penuh kebahagiaan, sementara ASN yang memperoleh kenaikan pangkat semakin termotivasi untuk memberikan kinerja terbaik bagi institusi dan masyarakat.

  • Kemenag Jepara dan DP3AP2KB Gelar Rakor Rencana Pembentukan Posko Aduan, Perkuat Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Pesantren

    Kemenag Jepara dan DP3AP2KB Gelar Rakor Rencana Pembentukan Posko Aduan, Perkuat Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Pesantren

    Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Jepara menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait rencana pembentuksn Posko Aduan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di lingkungan pesantren, Senin (11/5/2026). Kegiatan berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara.

    Rakor ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarinstansi guna menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, khususnya kekerasan seksual. Dalam pertemuan ini membahas berbagai upaya konkret, mulai dari penguatan mekanisme pengaduan, penanganan kasus, hingga langkah-langkah pencegahan yang lebih sistematis dan berkelanjutan.

    Perwakilan Kankemenag Kabuoaten Jepara menegaskan pentingnya peran posko aduan sebagai garda terdepan dalam menerima laporan dan memberikan pendampingan kepada korban. Posko ini diharapkan mampu menjadi ruang aman bagi santri untuk menyampaikan aduan tanpa rasa takut, sekaligus menjamin kerahasiaan serta perlindungan bagi pelapor.

    Selain itu, rakor juga membahas alur koordinasi lintas sektor dalam penanganan kasus, termasuk keterlibatan tenaga profesional seperti psikolog, pendamping hukum, serta pihak terkait lainnya. Hal ini bertujuan agar setiap laporan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan berorientasi pada pemulihan korban.

    Melalui rakor ini, Kemenag Jepara dan DP3AP2KB berharap terbentuk komitmen bersama dalam memperkuat sistem perlindungan di lingkungan pesantren. Dengan kolaborasi yang solid, diharapkan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang santri.

  • Momentum Halalbihalal, Guru Madrasah Diajak Perkuat Niat dan Introspeksi

    Jepara — Kegiatan Halal Bihalal Keluarga Besar Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Tahunan di MI Al-Hidayah berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus refleksi diri bagi para pendidik. Halalbihalal ini diikuti oleh seluruh guru MI kecamatan Tahunan di pada Rabu (15/4).

    Dalam arahannya Kepala Kantor Kementerian Agama Akhsan Muhyiddin menekankan pentingnya introspeksi diri dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan bahwa masih banyak orang yang belum mau melakukan evaluasi diri, padahal hal tersebut menjadi kunci utama dalam perbaikan kualitas pribadi maupun profesional.

    Selain itu Akhsan Muhyiddin juga mengingatkan bahwa sedekah tidak hanya berbentuk materi, tetapi juga ilmu. “Sadaqah dalam bentuk ilmu justru akan semakin menambah keberkahan dan keluasan ilmu itu sendiri” ujarnya.

    Lebih lanjut, para pendidik diajak untuk menata niat sejak awal dalam menjalankan profesi sebagai guru. Menurutnya, konsep pendidikan di madrasah memiliki kekhasan tersendiri yang tidak hanya berorientasi pada aspek duniawi, tetapi juga ukhrawi.
    “Utamakan ukhrawi terlebih dahulu, insyaallah dunia akan mengikuti. Jika niat kita lurus, maka keduanya akan kita dapatkan” tegasnya.

    Di akhir arahannya, ia mengajak seluruh guru untuk terus melanjutkan perjuangan dalam dunia pendidikan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab, demi mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai spiritual.

    Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat baru bagi seluruh anggota KKMI untuk terus meningkatkan kualitas diri dan dedikasi dalam dunia pendidikan.

Translate »
Skip to content