Kategori: Berita

  • Kankemenag Jepara Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Nilai Persatuan

    Kankemenag Jepara Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Nilai Persatuan

    Jepara – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Jepara melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10), diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kankemenag Kabupaten Jepara. Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, peringatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan dalam pelaksanaan tugas kedinasan.

    Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala Kankemenag Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin. Dalam suasana khidmat, seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan dan semangat persatuan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga diisi dengan pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila. Ikrar tersebut menegaskan tekad bangsa Indonesia untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

    Melalui peringatan ini, Kankemenag Kabupaten Jepara meneguhkan kembali semangat kebersamaan dan persatuan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Nilai-nilai Pancasila diharapkan senantiasa menjadi landasan bagi ASN Kankemenag Jepara dalam menjaga integritas, menjalankan tugas secara profesional, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

  • Kemenag dan Disdukcapil Jepara Bersinergi, Permudah Perubahan Adminduk Usai Nikah

    Kemenag dan Disdukcapil Jepara Bersinergi, Permudah Perubahan Adminduk Usai Nikah

    Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara memperkuat sinergi pelayanan administrasi kependudukan melalui Perjanjian Kerja Sama tentang Sinergisitas Pelayanan Terpadu Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Penandatanganan kerja sama berlangsung di Aula II Kankemenag Kabupaten Jepara, Selasa (29/9).

    Kepala Kankemenag Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin, menegaskan komitmen Kankemenag untuk memberikan pelayanan yang mudah, transparan, dan sesuai ketentuan. Menurutnya, kerja sama ini menjadi langkah untuk mensinergikan peran kedua instansi dalam memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat, khususnya perubahan dokumen kependudukan setelah penerbitan Buku Nikah bagi masyarakat yang melaksanakan pernikahan dan pencatatannya di KUA Kabupaten Jepara.
    “Kami di Kankemenag Kabupaten Jepara memiliki komitmen yang sama untuk memberikan pelayanan yang mudah dan tidak berbayar sesuai ketentuan. Melalui kerja sama ini, kita ingin mensinergikan peran masing-masing agar masyarakat yang telah melangsungkan pernikahan di KUA dapat memperoleh kemudahan dalam perubahan dokumen kependudukannya,” jelas Akhsan.

    Ia menambahkan, pelayanan tersebut diharapkan dapat mengurai persoalan administrasi yang dihadapi masyarakat. Akhsan juga mengingatkan pentingnya ketepatan data kependudukan agar perubahan dokumen dilakukan sesuai kondisi sebenarnya dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

    Sementara itu, Kepala Disdukcapil Jepara Ferry Yudha Adhi Dharma Rahardjo menyampaikan bahwa kerja sama ini juga menjadi sarana memperluas sosialisasi bahwa layanan administrasi kependudukan mudah dan gratis. Masyarakat diimbau mengurus dokumen secara mandiri dan tidak menggunakan jasa pihak ketiga.
    “Data adminduk menjadi dasar berbagai pelayanan administrasi masyarakat. Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang mudah agar masyarakat memiliki dokumen yang valid dan tertib administrasi,” ujarnya.

    Ferry menambahkan pelayanan administrasi kependudukan di kantor Disdukcapil Jepara dilaksanakan pukul 08.00–15.00 WIB. Melalui kerja sama ini, kedua instansi berharap pelayanan kepada masyarakat semakin mudah, tertib, dan sesuai ketentuan.

  • Ziarah Makam Leluhur, Rawat Nilai Religius dan Keteladanan Pendahulu Jepara

    Ziarah Makam Leluhur, Rawat Nilai Religius dan Keteladanan Pendahulu Jepara

    Jepara – Menjaga ingatan terhadap perjuangan dan keteladanan para leluhur menjadi bagian penting dalam merawat nilai religius serta kearifan masyarakat Jepara. Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan Ziarah Makam Leluhur Jepara Tahun 2026 yang dilaksanakan di Makam Mbah Abdullah Hadziq, Balekambang, Senin (28/9).

    Kegiatan tersebut diikuti Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin bersama Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Rais Syuriah PCNU Kabupaten Jepara KH Khayatun Abdullah Hadziq. Ziarah menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendahulu sekaligus melakukan tawasul dan memanjatkan doa, sebagai ikhtiar spiritual dalam melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan.

    Bagi Kankemenag Kabupaten Jepara, ziarah makam leluhur tidak sekadar menjadi tradisi, tetapi juga menjadi pengingat bersama akan pentingnya menjaga hubungan dengan sejarah, menghormati para pendahulu, serta memperkuat kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari sinergi dalam mendukung visi pembangunan Kabupaten Jepara melalui Jepara MULUS, khususnya dalam mewujudkan masyarakat yang religius. Melalui kegiatan keagamaan yang melibatkan berbagai unsur, diharapkan nilai religius dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jepara.

  • Pembinaan Mental Pegawai, Kakankemenag Jepara Tekankan Integritas dan Komitmen Bersama

    Pembinaan Mental Pegawai, Kakankemenag Jepara Tekankan Integritas dan Komitmen Bersama

    Jepara – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Jepara menggelar Pembinaan Mental Pegawai di Aula 1 Kankemenag Kabupaten Jepara, Kamis (24/9/2026). Kegiatan diikuti oleh jajaran pegawai Kankemenag Kabupaten Jepara sebagai bagian dari penguatan mental, integritas, dan komitmen dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

    Dalam arahannya, Kepala Kankemenag Kabupaten Jepara menekankan bahwa kinerja aparatur tidak hanya dinilai dari penyelesaian administrasi, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Penilaian masyarakat terhadap kinerja menjadi bagian penting yang harus menjadi perhatian seluruh pegawai.

    “Tugas kita tidak hanya urusan administratif, tetapi juga amalan-amalan yang bernilai ibadah. Termasuk kerja sama antara Kankemenag dengan RS PKU Aisyiyah Jepara dalam pembinaan rohani pasien. Ini merupakan bagian dari bagaimana tugas kita memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

    Ia mengajak seluruh pegawai untuk terus menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme serta membangun komitmen bersama dalam melaksanakan tugas. Menurutnya, berbagai tanggung jawab kelembagaan tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama dan sinergi seluruh unsur.

    “Karena itu kita harus menjunjung tinggi integritas, tetap profesional, dan memiliki komitmen bersama untuk melaksanakan tugas. Semua tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri,” tegasnya.

    Pada kesempatan tersebut, Kakankemenag juga menyampaikan apresiasi atas sejumlah capaian yang telah ditorehkan Kankemenag Kabupaten Jepara. Salah satunya terkait bidang zakat dan wakaf, menyusul ditetapkannya Jepara sebagai Kota Wakaf. Capaian tersebut, menurutnya, harus diikuti dengan langkah nyata agar potensi wakaf dapat dikelola dan diberdayakan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

    “Alhamdulillah, kemarin kita baru saja mendapatkan SK Kota Wakaf. Pekerjaan rumah kita selanjutnya adalah bagaimana wakaf-wakaf ini bisa diberdayakan sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

    Apresiasi juga disampaikan kepada jajaran madrasah atas keberhasilan pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) di Kabupaten Jepara. Ia menyampaikan terima kasih kepada para pengawas yang telah memberikan pendampingan sehingga pelaksanaan OMI dapat berjalan dengan baik.

    “Terima kasih kepada teman-teman di madrasah, OMI bisa sukses. Terima kasih juga kepada para pengawas atas pendampingannya,” katanya.

    Melalui pembinaan mental tersebut, seluruh pegawai diharapkan semakin memahami bahwa pelaksanaan tugas bukan sekadar memenuhi kewajiban kedinasan, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian dan tanggung jawab moral kepada masyarakat. Penguatan integritas, profesionalisme, serta kerja sama menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan Kankemenag Kabupaten Jepara.

  • Kankemenag Kabupaten Jepara dan RS PKU Aisyiyah Perkuat Sinergi Pelayanan Kerohanian Pasien

    Kankemenag Kabupaten Jepara dan RS PKU Aisyiyah Perkuat Sinergi Pelayanan Kerohanian Pasien

    Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara bersama Rumah Sakit PKU Aisyiyah Jepara memperkuat sinergi dalam memberikan pelayanan kerohanian bagi pasien. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pelayanan Kerohanian bagi Pasien Rumah Sakit PKU Aisyiyah Jepara di Aula I Kankemenag Kabupaten Jepara, Kamis (24/9).

    Kepala Kankemenag Kabupaten Jepara H. Akhsan Muhyiddin menyampaikan terima kasih kepada PKU Aisyiyah Jepara yang selama ini telah membangun kerja sama dengan Kemenag Jepara. Menurutnya, pelayanan kerohanian di rumah sakit tidak hanya menyasar pasien beragama Islam, tetapi juga perlu mengakomodasi kebutuhan rohani pasien dari berbagai agama.
    “Alhamdulillah, penyuluh agama kita sudah lengkap. Ketika nanti ada pasien yang membutuhkan pendampingan rohani, teman-teman penyuluh siap mendampingi dan berkolaborasi dengan Rumah Sakit PKU Aisyiyah Jepara” ujarnya.

    Direktur RS PKU Aisyiyah Jepara dr. Elfira Fawzia menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan Kankemenag Kabupaten Jepara dalam memberikan pendampingan spiritual kepada pasien. Menurutnya, motivasi berbasis spiritual yang diberikan dapat membantu pasien menerima kondisi sakitnya dengan lebih tenang serta memberikan manfaat bagi proses pemulihan dan kemaslahatan masyarakat.
    “Motivasi berbasis spiritual yang bapak ibu berikan tentu memberikan manfaat tersendiri terhadap pasien kami, sehingga pasien dapat menerima kondisinya yang sedang sakit dan menjadikan dirinya lebih tenang. Kerja sama ini sangat memberikan hasil terbaik bagi pasien kami, jadi bapak ibu kami senang sekali dapat melakukan kerja sama dengan kementerian agama untuk menjadikan kemaslahatan bagi masyarakat” ungkapnya

  • 11 ASN Kankemenag Jepara Terima Penghargaan sebagai Penggerak Pembangunan Zona Integritas

    11 ASN Kankemenag Jepara Terima Penghargaan sebagai Penggerak Pembangunan Zona Integritas

    Jepara – Sebanyak 11 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Jepara menerima Piagam Penghargaan ASN Penggerak Pembangunan Zona Integritas (ZI) Tahun 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan komitmen dalam mendukung pembangunan Zona Integritas di lingkungan Kankemenag Kabupaten Jepara. Penyerahan dilakukan secara langsung oleh kakankemenag kabupaten Jepara di halaman tengah, Kamis (24/9).

    Adapun ASN yang menerima penghargaan tersebut yaitu Muhamad Arif Rahman, Agung Supriyadi, Dewi Siti Muzaiydah, Wardah Qisthiyyah, Ulfiyatun Nadzifah, Zahindar Azmy Rajawae, Rahil Inas Hamidah, Donatus Henry Wijaya, Vera Mufty Hasnah, Dewi Sukesi, dan Anis Khumaidah.

    Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa penghargaan ini diharapkan menjadi langkah awal sekaligus motivasi bagi ASN lainnya untuk turut berperan aktif dalam pembangunan Zona Integritas. Penghargaan tidak hanya ditujukan kepada mereka yang menerima pada tahun ini, tetapi diharapkan dapat diberikan secara bergilir kepada pegawai lain yang menunjukkan kontribusi dalam mendukung penguatan ZI.

    “Bapak dan ibu menjadi pionir utama. Berikutnya saya berharap teman-teman yang lain juga dapat bergilir mendapatkan apresiasi. Target kita tahun ini dapat lolos Zona Integritas,” disampaikan dalam kesempatan tersebut.

    Pemberian penghargaan juga menjadi bentuk apresiasi atas proses pemenuhan Penilaian Evaluasi Kepatuhan dan Pengelolaan Pelayanan Publik (PEKPPP) yang telah mencapai 100 persen. Capaian tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen seluruh jajaran Kankemenag Kabupaten Jepara dalam menjaga etos kerja, meningkatkan kualitas pelayanan, serta membangun budaya kerja yang berintegritas.

    Penghargaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi semata, tetapi menjadi pemantik bagi seluruh ASN untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan Kankemenag Kabupaten Jepara yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

  • 22 ASN Naik Pangkat, 3 ASN Kankemenag Jepara Masuki Purna Tugas

    22 ASN Naik Pangkat, 3 ASN Kankemenag Jepara Masuki Purna Tugas

    Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menyerahkan Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat dan SK pensiun bagi ASN di lingkungan Kankemenag Kabupaten Jepara dengan Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Oktober 2026. Penyerahan SK dilaksanakan sebelum apel pagi di halaman tengah Kankemenag Kabupaten Jepara, Kamis (24/9).
    Sebanyak 22 ASN menerima SK kenaikan pangkat, yakni Ahmad Said, Isniyah, Zulfa Ratnawati, Yati Susanah, Suyanto, Siti Amriyah, Sirojul Munir, Samudi, Nurul Unsa, Nurul Akhadah, Noor Shofiyah, Hasan As’ari, Eni Sulistyowati, Moh. Izzuddin, Sarmini, Noor Hidayah, Umi Rukhayah, Komariyah Safitri, Effa Noor Hidayah, Kunadi, Ika Fauziyah Yuniyanti, dan Zumaroh.

    Sementara itu, SK pensiun diberikan kepada Eny Setyowati, Darlin, dan Masluri Penyerahan SK tersebut menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian sekaligus momentum bagi ASN untuk melanjutkan peningkatan kinerja dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
    Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin, menyampaikan apresiasi kepada ASN yang memasuki masa purna tugas atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan amanah.
    “Selamat kepada Bapak dan Ibu yang telah memasuki masa purna tugas. Terima kasih atas amanah yang telah dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Semoga segala pengabdian yang telah diberikan menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan,” ungkapnya.

    Kepada ASN yang menerima kenaikan pangkat, Akhsan berharap momentum tersebut dapat semakin meningkatkan etos kerja dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Kenaikan pangkat, menurutnya, hendaknya tidak dimaknai sekadar sebagai penghargaan, tetapi juga sebagai dorongan untuk meningkatkan tanggung jawab dan kualitas kinerja.
    “Saya berharap kenaikan pangkat ini dapat semakin meningkatkan etos kerja dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Saya juga berharap Bapak dan Ibu dapat menjadi suri teladan di lingkungan kerja masing-masing. Kenaikan pangkat bukan untuk menjadikan kita tinggi hati, tetapi justru menjadi motivasi untuk memberikan kinerja yang lebih baik, meningkatkan kompetensi, serta menjadi role model bagi sesama pegawai dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pesannya.

    Melalui penyerahan SK kenaikan pangkat dan pensiun tersebut, Kankemenag Kabupaten Jepara berharap seluruh ASN dapat terus menjaga semangat pengabdian, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan nilai-nilai ASN BerAKHLAK dan budaya pelayanan SEMANAK.

  • Kemenag Jepara Evaluasi Pembangunan ZI 2025, Siapkan Evidence ZI 2026

    Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara melaksanakan Evaluasi Penilaian Pembangunan Zona Integritas (ZI) Tahun 2025 sekaligus persiapan penyusunan evidence Pembangunan ZI Tahun 2026. Kegiatan berlangsung selama tiga hari pada hari Senin hingga Rabu, 21-23 September 2026 di Ruang Rapat PTSP Kankemenag Jepara. Evaluasi ini diikuti oleh seluruh area kerja ZI.

    Kegiatan tersebut menjadi tindak lanjut hasil penilaian Pembangunan ZI Tahun 2025 dengan melakukan review terhadap masing-masing area kerja. Evaluasi dilaksanakan secara bertahap dengan membahas enam area perubahan dalam pembangunan Zona Integritas, sehingga setiap area dapat mengidentifikasi hasil penilaian, tindak lanjut, serta kebutuhan evidence yang perlu dipersiapkan untuk penilaian tahun 2026.

    Melalui kegiatan ini, Kankemenag Jepara mendorong setiap area kerja untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan, melengkapi dokumen pendukung, serta memastikan pelaksanaan pembangunan ZI dapat dibuktikan melalui evidence yang relevan dan terukur. Hasil evaluasi diharapkan menjadi dasar penguatan pembangunan Zona Integritas Kankemenag Jepara pada tahun 2026.

  • Terbit 40 Buku Digital Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Sila Unduh di Smart PAI

    Terbit 40 Buku Digital Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Sila Unduh di Smart PAI

    Siaran Pers
    Kementerian Agama

    Kementerian Agama menerbitkan 39 buku teks utama PAI dan Budi Pekerti untuk jenjang PAUD/TK hingga SMA/SMK dan SLB, serta satu buku ajar PAI untuk perguruan tinggi umum. Empat puluh buku ini terintegrasi dengan platform digital Smart PAI berbasis Artificial Intelligence (AI).

    Smart PAI adalah sebuah ekosistem pembelajaran berbasis web (https://smartpai.kemenag.go.id/en) yang memadukan buku digital, kelas interaktif, bank soal, perpustakaan digital, asesmen pembelajaran, hingga asisten AI yang mampu menjawab pertanyaan pengguna berdasarkan materi resmi yang terdapat dalam buku-buku tersebut.

    Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, transformasi digital merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari dalam dunia pendidikan. Menurutnya, cara belajar generasi muda telah berubah dan pendidikan agama harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan substansi nilai-nilai keagamaan.

    “Kita harus lebih cepat mengikuti perkembangan teknologi. Anak-anak kita sekarang berbeda dengan generasi sebelumnya. Jangan sampai pendidikan agama tertinggal dari cara belajar mereka,” ujar Menag saat merilis 40 buku PAI dan Budi Pekerti di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

    Menag menilai kehadiran teknologi berbasis AI telah mengubah pola pencarian pengetahuan di kalangan generasi muda. Karena itu, buku pelajaran tidak cukup hanya menjadi sumber informasi, melainkan harus terhubung dengan sistem pembelajaran digital yang interaktif, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini.

    Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno menjelaskan, seluruh buku yang diluncurkan telah tersedia dalam platform Smart PAI dan dapat diakses secara daring oleh guru maupun peserta didik dari berbagai daerah. Pengguna dapat membaca buku secara digital, mengunduh materi, mengakses bank soal, mengikuti aktivitas pembelajaran, hingga memanfaatkan fitur asisten AI yang tersedia dalam platform tersebut.

    Berbeda dengan layanan AI generatif pada umumnya, asisten AI pada Smart PAI hanya menggunakan sumber pengetahuan yang berasal dari 40 buku resmi yang diluncurkan Kementerian Agama. Dengan demikian, jawaban yang diberikan tetap berada dalam koridor kurikulum nasional dan materi keagamaan yang telah melalui proses validasi akademik.

    Selain menghadirkan inovasi digital, buku-buku tersebut juga dirancang untuk menjawab sejumlah tantangan pendidikan agama di Indonesia. Salah satunya melalui integrasi program Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) yang bertujuan meningkatkan kemampuan literasi Al-Qur’an peserta didik.

    Langkah ini dilakukan setelah asesmen menunjukkan kemampuan baca Al-Qur’an masih menjadi pekerjaan rumah besar. Karena itu, materi TBQ diintegrasikan ke dalam elemen Al-Qur’an dan Hadis dalam buku-buku yang diluncurkan.

    Buku-buku tersebut juga mengintegrasikan Kurikulum Cinta yang menanamkan lima nilai utama, yakni cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu pengetahuan, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air. Selain itu, materi pembelajaran juga memuat tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diarahkan untuk memperkuat pembentukan karakter peserta didik.

    Menurut Amien, kehadiran buku digital dan AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru. Sebaliknya, teknologi menjadi instrumen pendukung agar guru dapat lebih fokus pada pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai keagamaan. “Transfer pengetahuan bisa dibantu teknologi. Tetapi transfer nilai tidak akan pernah selesai dan tidak bisa digantikan oleh mesin,” tegasnya.

    Peluncuran 40 buku digital dan Smart PAI menjadi salah satu langkah strategis Kementerian Agama dalam mempercepat transformasi pendidikan agama Islam di era digital. Dengan memadukan otoritas keilmuan, kurikulum nasional, dan teknologi kecerdasan buatan, Kemenag berharap pembelajaran agama dapat semakin dekat dengan generasi muda tanpa kehilangan akar nilai dan karakter yang menjadi fondasinya.

    Berikut daftar bukunya:

    a. Enam buku PAI & Budi Pekerti untuk Siswa SD
    b. Enam buku PAI & Budi Pekerti untuk Guru SD
    c. Tiga buku PAI dan Budi Pekerti untuk Siswa SMP
    d. Tiga buku PAI dan Budi Pekerti untuk Guru SMP
    e. Tiga buku PAI dan Budi Pekerti untuk Siswa SMA/SMK
    f. Tiga buku PAI dan Budi Pekerti untuk Guru SMA/SMK
    g. Dua belas buku PAI dan Budi Pekerti untuk Guru SDLB, SMPLB, dan SMALB
    h. Tigas buku Pendamping untuk Guru PAUD-TK
    i. Satu buku PAI untuk Perguruan Tinggi Umum (PTU)

    Biro Humas dan Komunikasi Publik

  • Kontingen MTs Jepara Siap Berlaga di Jambore Pramuka Jawa Tengah 2026

    Jepara – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara melepas kontingen Jambore Pramuka Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kabupaten Jepara yang akan mengikuti Jambore Pramuka MTs Tingkat Jawa Tengah Tahun 2026. Kabupaten Jepara diwakili oleh kontingen dari Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) 01.

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, disiplin, dan tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa jambore merupakan ajang untuk mengembangkan karakter, kepemimpinan, serta mempererat persaudaraan antarsiswa madrasah se-Jawa Tengah.

    “Kalian membawa nama baik madrasah dan Kabupaten Jepara. Teruslah berlatih, lakukan evaluasi terhadap setiap proses yang dijalani, serta jaga kesehatan dan kekompakan selama mengikuti kegiatan,” pesannya.

    Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga sikap dan perilaku selama berada di lokasi jambore. Menurutnya, setiap tindakan peserta akan mencerminkan nama baik madrasah dan daerah asalnya.

    “Jaga nama baik Jepara dengan menunjukkan disiplin, sportivitas, dan akhlak yang baik. Semoga seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti dengan lancar serta membawa pulang pengalaman dan prestasi yang membanggakan,” pungkasnya.

    Melalui keikutsertaan dalam Jambore Pramuka MTs Jawa Tengah Tahun 2026, diharapkan para peserta dapat meningkatkan keterampilan kepramukaan, memperkuat jiwa kepemimpinan, serta menumbuhkan karakter yang tangguh, mandiri, dan berakhlak mulia.

Translate »
Skip to content