Kategori: Berita

  • Pembinaan Guru PAK Jepara, Kakankemenag Tekankan Profesionalisme dan Kerukunan Umat

    Pembinaan Guru PAK Jepara, Kakankemenag Tekankan Profesionalisme dan Kerukunan Umat

    Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menggelar rapat koordinasi dan pembinaan bagi Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan insentif di Aula I Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Selasa (21/7). Kegiatan ini bertujuan memperkuat profesionalisme guru sekaligus menyamakan persepsi terkait pelaksanaan tugas, administrasi, serta penguatan moderasi beragama.

    Dalam arahannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menegaskan bahwa setiap pegawai memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang melalui penerapan manajemen talenta. Menurutnya, seluruh ASN didorong untuk terus meningkatkan kompetensi, integritas, dan kinerja sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi. “Semua pegawai memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang karena di Kementerian Agama telah diterapkan manajemen talenta. Kesempatan itu terbuka bagi siapa saja yang terus menunjukkan kinerja, dedikasi, dan kompetensi terbaik,” ujarnya.

    Akhsan Muhyiddin juga mengingatkan bahwa setiap insan Kementerian Agama memiliki tanggung jawab yang sama untuk senantiasa berbuat kebaikan dalam menjalankan tugas. Setiap pengabdian yang dilakukan dengan penuh keikhlasan merupakan bagian dari ibadah yang akan memperoleh balasan dari Tuhan Yang Maha Esa.

    Lebih lanjut, Akhsan Muhyiddin menyampaikan bahwa Kementerian Agama memiliki dua tugas utama, yakni membimbing umat agar taat menjalankan ajaran agamanya serta menjaga kerukunan umat beragama. ”Kedua tugas tersebut harus berjalan seiring demi mewujudkan masyarakat yang rukun, damai, dan harmonis. Saya mengajak Bapak Ibu Guru untuk mengedepankan komunikasi dalam menyelesaikan setiap persoalan di lingkungan kerja.” tambahnya.

    Di akhir arahannya, Akhsan menjelaskan bahwa pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) pada awal tahun dapat mengalami penyesuaian administrasi, sehingga para guru diminta memahami mekanisme yang berlaku dan melengkapi seluruh persyaratan secara tertib.

  • Tongkat Estafet Kepemimpinan MIN 2 Jepara Beralih, Integritas Jadi Pesan Utama

    Jepara – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Jepara menggelar acara pisah sambut dan serah terima jabatan Kepala Madrasah dari Muhajir kepada Anis Murtadho, Rabu (15/7) di Aula MIN 2 Jepara.

    Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menyampaikan apresiasi kepada Kepala Madrasah lama Muhajir atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin MIN 2 Jepara. “Kepada Pak Muhajir saya ucapkan terima kasih. Bapak telah memberikan warna bagi dunia pendidikan di Kabupaten Jepara. MIN 2 Jepara harus terus menjadi magnet bagi madrasah lain. Terima kasih atas dedikasi dan sumbangsih yang telah diberikan. Jangan lupa dengan Jepara,” ujarnya.

    Kepada kepala madrasah yang baru Anis Murtadho KakanKemenag menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus harapan agar dapat melanjutkan berbagai prestasi yang telah diraih MIN 2 Jepara. “Selamat datang Pak Anis di MIN 2 Jepara. Kami siap berkolaborasi untuk menghadirkan prestasi yang semakin manis. Saya mohon Bapak terlebih dahulu melakukan observasi dan mengenal lingkungan madrasah. Kami menunggu legacy terbaik yang akan Bapak tinggalkan bagi kemajuan MIN 2 Jepara,” pesannya.

    Pada kesempatan tersebut, Akhsan Muhyiddin juga mengingatkan seluruh ASN di lingkungan madrasah agar senantiasa menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, komitmen menolak gratifikasi dan menghindari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat. “Tolak gratifikasi, hindari KKN dalam bentuk apa pun. Mari berprinsip bahwa kita bekerja untuk mencari keberkahan dari Allah SWT. Rezeki terbaik adalah rezeki yang diperoleh dengan cara yang halal dan mendapat rida Allah SWT.” tegasnya.

    Melalui pergantian kepemimpinan ini, diharapkan MIN 2 Jepara terus berkembang sebagai madrasah unggul, berprestasi, dan menjadi inspirasi bagi madrasah lainnya dengan tetap berlandaskan nilai-nilai integritas dan profesionalisme.

  • Orientasi Kepenghuluan Teguhkan Penghulu yang Berintegritas, Profesional, dan Tolak Gratifikasi

    Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menggelar Orientasi Kepenghuluan bagi para penghulu se-Kabupaten Jepara di Aula I, Selasa (7/7). Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kualitas pelayanan kepenghuluan melalui penguatan integritas, profesionalisme, serta komitmen mewujudkan pelayanan publik yang bersih dan bebas dari gratifikasi.

    Mengusung tema “SEMANAK Mengabdi, SEMANAK Melayani”, orientasi ini menegaskan bahwa penghulu merupakan garda terdepan pelayanan Kementerian Agama yang tidak hanya bertugas melaksanakan pencatatan nikah, tetapi juga membimbing keluarga, memberikan edukasi hukum perkawinan, hingga menjadi mediator dalam persoalan keluarga.

    Dalam pembinaannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menekankan bahwa integritas harus menjadi fondasi utama bagi setiap penghulu dalam menjalankan tugas. Pelayanan kepada masyarakat harus dilaksanakan secara profesional, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan gratifikasi.
    “Penghulu harus mampu menjadi teladan dengan memberikan pelayanan sesuai ketentuan, tidak mempersulit masyarakat, serta menolak segala bentuk gratifikasi. Kepercayaan masyarakat dibangun melalui kejujuran, tanggung jawab, dan konsistensi dalam menjalankan amanah,” ujarnya.

    Selain penguatan integritas, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai peningkatan kompetensi teknis kepenghuluan, penguasaan regulasi, pelayanan berbasis digital, komunikasi yang efektif, hingga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

    Orientasi ini juga mengingatkan bahwa tantangan pelayanan keagamaan semakin kompleks, mulai dari meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan, perkembangan teknologi informasi, hingga persoalan pernikahan usia dini dan tingginya angka perceraian. Oleh karena itu, penghulu dituntut terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, ramah, dan memberikan kepastian hukum.

    Melalui kegiatan ini, seluruh penghulu Kabupaten Jepara berkomitmen menjaga nama baik Kementerian Agama dengan menghadirkan pelayanan yang bersih, transparan, profesional, serta menjadikan setiap tugas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

  • Menuju Kota Wakaf 2026, Jepara Siapkan Ekosistem Wakaf Produktif untuk Kesejahteraan Umat

    Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara mengikuti wawancara Program Kota Wakaf Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI secara daring melalui Zoom. Kegiatan tersebut diikuti dari Aula 2 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Selasa (7/7).

    Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam penilaian kesiapan daerah untuk mengimplementasikan Program Kota Wakaf secara berkelanjutan. Wawancara diikuti oleh Pemerintah Kabupaten Jepara, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Jepara, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Agama Kabupaten Jepara, BAZNAS provinsi dan kabupaten, Tim Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU), Kepala KUA Kecamatan, Penyuluh Agama Islam, serta para nazhir wakaf uang dan wakaf tanah.

    Dalam pemaparannya, Kabupaten Jepara menyampaikan potensi besar pengembangan wakaf produktif yang didukung kekuatan aset wakaf, sinergi lintas pemangku kepentingan, serta komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ekosistem wakaf yang profesional dan berkelanjutan.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menegaskan bahwa Program Kota Wakaf bukan sekadar pengelolaan aset keagamaan, melainkan upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan wakaf yang lebih produktif. “Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, kami ingin menjadikan wakaf sebagai instrumen pembangunan sosial dan ekonomi. Manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi menjadi investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Jepara,” ujarnya.

    Dalam sesi wawancara, tim Jepara memaparkan sepuluh program strategis yang akan menjadi fokus implementasi Kota Wakaf. Program tersebut meliputi pengembangan aset wakaf produktif, penguatan wakaf uang, pemberdayaan sektor pertanian, penguatan pendidikan, pemberdayaan UMKM, layanan sosial dan kesehatan, peningkatan kapasitas nazhir, penguatan kolaborasi, literasi wakaf, hingga digitalisasi tata kelola wakaf.

    Dampak yang diharapkan dari pelaksanaan Program Kota Wakaf tidak hanya berupa peningkatan pengelolaan aset wakaf, tetapi juga mendorong tumbuhnya ekonomi umat melalui bantuan modal usaha produktif bagi guru madrasah diniyah, pesantren, dan pelaku UMKM tanpa membebani mereka dengan skema pinjaman.

    Selain itu, program ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial berbasis wakaf. Pemanfaatan aset wakaf juga diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan, pemberian beasiswa bagi santri dan siswa kurang mampu, serta pengembangan layanan kesehatan yang menjangkau masyarakat rentan.

    Di sisi lain, Jepara juga menghadirkan sejumlah inovasi, di antaranya pengembangan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) Ritel serta Pasar Wakaf Digital yang memanfaatkan teknologi pembayaran digital dan pelaporan transparan. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap tata kelola wakaf yang akuntabel.

    Melalui wawancara ini, Kabupaten Jepara menunjukkan kesiapan membangun ekosistem wakaf yang kolaboratif, profesional, dan berkelanjutan. Apabila terpilih sebagai pelaksana Program Kota Wakaf 2026, Jepara optimistis wakaf akan menjadi salah satu penggerak pembangunan daerah yang mampu memperkuat ketahanan sosial, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadirkan manfaat yang terus mengalir bagi generasi mendatang.

  • Pastikan Hak Kepegawaian Terpenuhi, Kankemenag Kab. Jepara Sosialisasikan Implementasi Interkoneksi Simpeg5 dan Gaji Web

    Pastikan Hak Kepegawaian Terpenuhi, Kankemenag Kab. Jepara Sosialisasikan Implementasi Interkoneksi Simpeg5 dan Gaji Web

    Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara mengikuti Sosialisasi Implementasi Interkoneksi SIMPEG5 dan Gaji Web melalui platform Zoom, sebagai upaya memastikan kesiapan dan validitas data kepegawaian yang menjadi dasar pengelolaan hak-hak pegawai pada Kamis (9/7). Dalam sosialisasi tersebut disampaikan bahwa SIMPEG5 menjadi sumber utama data yang dibaca oleh Aplikasi Gaji Web (AGW). Oleh karena itu, setiap pegawai diimbau untuk memastikan seluruh data kepegawaian yang tercantum dalam SIMPEG5 selalu diperbarui dan sesuai kondisi terkini.

    Kevalidan data dalam SIMPEG5 memiliki peran penting terhadap berbagai aspek kepegawaian, mulai dari data keluarga, tata kelola karier, pengembangan kompetensi, hingga akurasi rekapitulasi penghasilan melalui AGW. Kesalahan atau keterlambatan pembaruan data dapat berdampak pada proses administrasi kepegawaian, termasuk kenaikan pangkat maupun perhitungan hak finansial pegawai.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menegaskan pentingnya perhatian seluruh pegawai terhadap pengelolaan administrasi kepegawaian. “Ketika aspek administrasi kita abaikan, tentu akan berdampak pada nasib kita masing-masing. Kita harus mampu beradaptasi dengan perubahan sistem yang terus berkembang,” ujarnya.

    Akhsan Muhyiddin menjelaskan bahwa pada tahun ini Kementerian Agama menjadi salah satu pilot project dalam penerapan sistem penggajian yang tersentral melalui Aplikasi Gaji Web. Dengan sistem tersebut, seluruh data yang digunakan dalam proses penggajian bersumber dari data kepegawaian yang telah terintegrasi. “Apabila ada perubahan data kepegawaian yang tidak diperbarui di SIMPEG5, maka akan berpengaruh terhadap hak-hak pegawai, termasuk besaran gaji. Tidak ada pihak lain yang dapat disalahkan karena pembaruan data merupakan tanggung jawab masing-masing individu,” tegasnya.

    Melalui implementasi interkoneksi SIMPEG5 dan Gaji Web ini, seluruh pegawai diharapkan semakin tertib dalam melakukan pemutakhiran data serta berperan aktif menjaga akurasi administrasi kepegawaian demi kelancaran layanan dan pemenuhan hak pegawai.

  • Jumat Berangkat, Kankemenag Kab. Jepara dan Pemkab Jepara Perkuat Kerukunan Lintas Agama di Kecamatan Bangsri

    Jumat Berangkat, Kankemenag Kab. Jepara dan Pemkab Jepara Perkuat Kerukunan Lintas Agama di Kecamatan Bangsri

    Jepara – Upaya memperkuat kedekatan pemerintah dengan masyarakat kembali dilakukan melalui program Jumat Berangkat. Kali ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin bersama Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menyapa masyarakat melalui kunjungan ke sejumlah rumah ibadah di Kecamatan Bangsri, Jumat (10/7).

    Rangkaian kunjungan tersebut menyasar Gereja aKristen Muria Indonesia (GKMI) Bangsri, Vihara Maha Vajra Guyangan, serta Masjid Baitul Mukminin Guyangan. Selain berdialog dengan pengurus dan umat di masing-masing tempat ibadah, rombongan juga menyerap aspirasi masyarakat terkait pelayanan pemerintah dan kehidupan keagamaan.

    Suasana berbeda terlihat saat kunjungan di Vihara Maha Vajra Guyangan. Tidak hanya umat Buddha yang hadir menyambut rombongan, masyarakat dari umat Islam dan Hindu turut serta memeriahkan kegiatan tersebut. Kehadiran lintas umat ini menjadi gambaran nyata semangat kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama yang terus terjaga di Kabupaten Jepara.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menegaskan bahwa negara hadir untuk memastikan seluruh pemeluk agama mendapatkan hak yang sama dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
    “Kementerian Agama hadir memastikan seluruh pemeluk agama dapat menjalankan ibadahnya dengan baik sesuai agamanya masing-masing. Kerukunan harus terus dijaga melalui penguatan moderasi beragama dan sikap saling menghormati,” jelasnya.

    Akhsan Muhyiddin menambahkan keberagaman agama di Kabupaten Jepara merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama. Kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.

    Sementara itu, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menyampaikan bahwa program Jumat Berangkat merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, termasuk dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama.
    “Pemerintah ingin langsung bersentuhan dengan masyarakat, mendengar apa yang menjadi kebutuhan dan aspirasi mereka. Salah satu program prioritas kami adalah mewujudkan Jepara yang MULUS (makmur, unggul, lestari dan religius). Religius bukan hanya milik satu agama, tetapi seluruh agama yang ada di Jepara,” ujarnya.

    Menurutnya, silaturahmi lintas agama menjadi langkah penting dalam menjaga kedamaian dan mencegah munculnya konflik antarumat beragama. Pemerintah Kabupaten Jepara terus mendorong seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keharmonisan, baik di internal umat maupun antarumat beragama.

    Melalui program Jumat Berangkat, Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Kementerian Agama terus membuka ruang komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat. Kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan pemerintah dan warga sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Jepara yang rukun dan berkeadaban.

  • Pastikan Kiblat Tepat, KUA Batealit Gelar Pelatihan Rasydul Kiblat

    Pastikan Kiblat Tepat, KUA Batealit Gelar Pelatihan Rasydul Kiblat

    Jepara – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batealit menyelenggarakan Pelatihan Rasydul Kiblat pada Senin (13/7/2026) bertempat di Aula KUA Batealit. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara melalui Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam dan diikuti oleh peserta yang terdiri dari penghulu, penyuluh agama Islam, serta pihak-pihak yang berkaitan dengan pelayanan arah kiblat di wilayah Kabupaten Jepara.

    Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menentukan arah kiblat secara tepat melalui metode Rasydul Kiblat, yaitu memanfaatkan posisi matahari ketika berada tepat di atas Ka’bah. Kemampuan melakukan pengukuran arah kiblat merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh ASN Kementerian Agama, khususnya penghulu dan penyuluh agama.

    Dalam sambutannya, Kasi Bimas Islam Samsul Arifin menyampaikan penguasaan teknik Rasydul Kiblat, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang hisab rukyat dan penentuan arah kiblat dapat dilakukan secara profesional, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun syariat. “Ini merupakan salah satu cara yang sederhana, ilmiah, dan memiliki tingkat akurasi tinggi dalam melakukan verifikasi maupun kalibrasi arah kiblat masjid, musala, dan tempat ibadah lainnya.” Ujarnya.

    Kegiatan berlangsung dengan pemaparan materi teori, praktik penggunaan alat bantu penentuan arah kiblat, serta simulasi pengukuran di lapangan. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengaplikasikan metode Rasydul Kiblat secara mandiri dan menjadi narasumber di wilayah masing-masing dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan keagamaan.

  • Perkuat Pemerataan Tenaga Pendidik, Dua Guru Madrasah Jepara Terima Surat Pindah Tugas

    Perkuat Pemerataan Tenaga Pendidik, Dua Guru Madrasah Jepara Terima Surat Pindah Tugas

    Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menyerahkan surat pindah tugas kepada dua guru madrasah di lingkungan Kemenag Kabupaten Jepara. Penyerahan surat tugas tersebut dilaksanakan dalam apel pagi, Senin (13/7). Surat tugas tersebut diserahkan oleh Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kankemenag Kabupaten Jepara Badrudin didampingi Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Sholeh. Dua guru yang menerima surat pindah tugas tersebut yakni Endang Setyaningrum Guru Ahli Madya yang dipindahtugaskan dari MA Masalikil Huda Tahunan ke MTs Hasyim Asy’ari Kalipucang Wetan. Selanjutnya, Puji Hastutik Guru Ahli Muda dipindahtugaskan dari MTs Mafatihul Akhlaq Demangan ke MTs Babus Salam Mulyoharjo.

    Dalam kesempatan tersebut, Kasubbag TU Kankemenag Kabupaten Jepara Badrudin menyampaikan bahwa mutasi atau perpindahan tugas merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk meningkatkan efektivitas layanan pendidikan sekaligus memenuhi kebutuhan sumber daya pendidik sesuai dengan kondisi masing-masing madrasah. “Panjenengan adalah ASN Kementerian Agama Kabupaten Jepara. Di pundak panjenengan melekat tanggung jawab untuk menjaga nama baik institusi. Setiap pribadi Kementerian Agama harus menjaga sikap, taat terhadap regulasi, serta melaksanakan norma-norma keagamaan,” ujarnya.

    Badrudin menegaskan bahwa salah satu hal yang membedakan ASN Kementerian Agama dengan ASN lainnya adalah melekatnya fungsi keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, setiap ASN Kemenag diharapkan mampu menjadi teladan bagi masyarakat melalui sikap, perilaku, dan profesionalitas dalam menjalankan tugas. “Jaga integritas dan profesionalitas. Tunjukkan bahwa panjenengan adalah ASN Kementerian Agama yang memiliki dedikasi tinggi, berkomitmen, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.” pesannya.

    Melalui penugasan baru ini, kedua guru diharapkan dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat layanan pendidikan madrasah, serta mendukung kemajuan madrasah di Kabupaten Jepara.

  • MATAMUDA & MPLS Ramah Dibuka, Bupati Jepara: Jangan Takut Bermimpi

    MATAMUDA & MPLS Ramah Dibuka, Bupati Jepara: Jangan Takut Bermimpi

    Jepara – Mengawali Tahun Ajaran 2026/2027, Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Kementerian Agama Kabupaten Jepara dan satuan pendidikan mengikuti pembukaan Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, Selasa(14/7). Kegiatan tersebut digelar di SMP Negeri 1 Mlonggo dan dibuka secara resmi oleh Bupati Jepara, Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik baru dari MTs Mathalibul Huda, SMP Negeri 1 Mlonggo, dan MA Mathalibul Huda sebagai bentuk sinergi antar satuan pendidikan dalam menciptakan pelaksanaan MATAMUDA dan MPLS Ramah yang aman, inklusif, serta menyenangkan bagi seluruh murid.

    Pelaksanaan MATAMUDA dan MPLS Ramah menjadi wujud kolaborasi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik. Melalui kegiatan ini, para murid baru diajak mengenal lingkungan sekolah, membangun karakter positif, menumbuhkan rasa percaya diri, serta mempersiapkan diri untuk menjalani proses pembelajaran di jenjang pendidikan yang baru.

    Dalam sambutannya, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan pesan kepada para siswa agar memiliki cita-cita besar dan berani mewujudkannya. Menurutnya, keberhasilan seseorang berawal dari mimpi yang kuat, kemudian diwujudkan melalui kerja keras, disiplin, dan semangat untuk terus berkembang. “Anak-anak harus memiliki cita-cita yang kuat. Jangan takut bermimpi. Siapa tahu di antara kalian nanti ada yang menjadi pemimpin di Kabupaten Jepara,” pesan Bupati.

    Witiarso Utomo juga mengapresiasi para siswa yang telah memiliki prestasi agar terus meningkatkan kemampuan dan tidak berhenti untuk belajar. Prestasi yang telah diraih menjadi modal untuk melangkah lebih jauh serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. “Yang sudah punya prestasi, tingkatkan lagi. Terus kembangkan potensi diri, karena masa depan Jepara ada di tangan generasi muda hari ini.” tambahnya.

    Melalui MATAMUDA dan MPLS Ramah, diharapkan seluruh peserta didik dapat memulai perjalanan pendidikan dengan penuh semangat, rasa percaya diri, serta menjadi generasi Jepara yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan.

  • Kankemenag Kabupaten Jepara Gandeng DLH Jepara Perkuat Pengelolaan Sampah di Madrasah

    Kankemenag Kabupaten Jepara Gandeng DLH Jepara Perkuat Pengelolaan Sampah di Madrasah

    Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menggelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah di Madrasah yang diikuti oleh Kepala Madrasah dari tingkat Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA) se-kabupaten Jepara di Aula I Kankemenag Kabupaten Jepara, Senin (29/6). Kegiatan ini menghadirkan Rini Patmini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara sebagai narasumber. Dalam paparannya, Rini Patmini mengajak seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama untuk menjadikan pengelolaan sampah sebagai budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Menurut Rini Patmini pendidikan tentang kepedulian lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini agar menjadi karakter yang melekat pada peserta didik. “Pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Melalui kebiasaan memilah, mengurangi, dan mengelola sampah sejak dini, kita sedang membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

    Kementerian Agama Kabupaten Jepara menyampaikan bahwa sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya membangun madrasah yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan. Diharapkan, nilai-nilai kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan tidak hanya diterapkan di madrasah, tetapi juga menjadi kebiasaan di rumah dan di tengah masyarakat.

Translate »
Skip to content