Jepara – Upaya memperkuat kedekatan pemerintah dengan masyarakat kembali dilakukan melalui program Jumat Berangkat. Kali ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin bersama Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menyapa masyarakat melalui kunjungan ke sejumlah rumah ibadah di Kecamatan Bangsri, Jumat (10/7).
Rangkaian kunjungan tersebut menyasar Gereja aKristen Muria Indonesia (GKMI) Bangsri, Vihara Maha Vajra Guyangan, serta Masjid Baitul Mukminin Guyangan. Selain berdialog dengan pengurus dan umat di masing-masing tempat ibadah, rombongan juga menyerap aspirasi masyarakat terkait pelayanan pemerintah dan kehidupan keagamaan.
Suasana berbeda terlihat saat kunjungan di Vihara Maha Vajra Guyangan. Tidak hanya umat Buddha yang hadir menyambut rombongan, masyarakat dari umat Islam dan Hindu turut serta memeriahkan kegiatan tersebut. Kehadiran lintas umat ini menjadi gambaran nyata semangat kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama yang terus terjaga di Kabupaten Jepara.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menegaskan bahwa negara hadir untuk memastikan seluruh pemeluk agama mendapatkan hak yang sama dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
“Kementerian Agama hadir memastikan seluruh pemeluk agama dapat menjalankan ibadahnya dengan baik sesuai agamanya masing-masing. Kerukunan harus terus dijaga melalui penguatan moderasi beragama dan sikap saling menghormati,” jelasnya.
Akhsan Muhyiddin menambahkan keberagaman agama di Kabupaten Jepara merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama. Kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.
Sementara itu, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menyampaikan bahwa program Jumat Berangkat merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, termasuk dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama.
“Pemerintah ingin langsung bersentuhan dengan masyarakat, mendengar apa yang menjadi kebutuhan dan aspirasi mereka. Salah satu program prioritas kami adalah mewujudkan Jepara yang MULUS (makmur, unggul, lestari dan religius). Religius bukan hanya milik satu agama, tetapi seluruh agama yang ada di Jepara,” ujarnya.
Menurutnya, silaturahmi lintas agama menjadi langkah penting dalam menjaga kedamaian dan mencegah munculnya konflik antarumat beragama. Pemerintah Kabupaten Jepara terus mendorong seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keharmonisan, baik di internal umat maupun antarumat beragama.
Melalui program Jumat Berangkat, Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Kementerian Agama terus membuka ruang komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat. Kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan pemerintah dan warga sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Jepara yang rukun dan berkeadaban.





