Jepara — KKG PAK Kristen Kabupaten Jepara melaksanakan rapat koordinasi sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kebersamaan para guru Pendidikan Agama Kristen.
Dalam kesempatan tersebut, Penyelenggara Kristen, Suryo Widodo, mengajak seluruh guru untuk terus bersinergi dalam membimbing dan mendampingi siswa-siswi, khususnya dalam mempersiapkan diri mengikuti Lomba MAPAK, baik di tingkat Kabupaten Jepara maupun menuju tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Pelaksanaan Lomba MAPAK tingkat Kabupaten Jepara diharapkan dapat menjadi wadah bagi siswa-siswi untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta semangat berprestasi. Dengan persiapan yang matang, kerja sama yang baik, dan dukungan dari seluruh pihak, diharapkan peserta mampu memberikan hasil terbaik dan melanjutkan perjuangan ke tingkat provinsi.
Semoga seluruh rangkaian persiapan dan pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan lancar, penuh semangat, serta menghasilkan prestasi yang membanggakan.
Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menerima audiensi Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS) Kabupaten Klaten di Ruang Rapat PTSP Kankemenag Jepara, Rabu (16/9/2026). Rombongan diterima langsung oleh Kepala Kankemenag Jepara bersama Gara Kristen Kankemenag Jepara. Audiensi tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antarlembaga dalam mendukung pembinaan umat Kristen.
Dalam pertemuan tersebut, rombongan BAMAGNAS Klaten menyampaikan maksud kunjungannya untuk bersilaturahmi dengan jajaran Kankemenag Jepara sekaligus menjalin komunikasi dengan pengurus BAMAG Jepara. Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi ruang bertukar pengalaman dan memperkuat komunikasi dalam pelaksanaan tugas serta pelayanan kepada umat Kristen di masing-masing daerah.
Kedua pihak juga mendorong adanya kolaborasi dan kerja sama yang saling melengkapi dalam kepengurusan BAMAG. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran organisasi dalam membangun kebersamaan, meningkatkan koordinasi, serta mendukung pembinaan dan pelayanan umat Kristen secara lebih baik.
Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menggelar rapat koordinasi dan pembinaan bagi Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan insentif di Aula I Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Selasa (21/7). Kegiatan ini bertujuan memperkuat profesionalisme guru sekaligus menyamakan persepsi terkait pelaksanaan tugas, administrasi, serta penguatan moderasi beragama.
Dalam arahannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menegaskan bahwa setiap pegawai memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang melalui penerapan manajemen talenta. Menurutnya, seluruh ASN didorong untuk terus meningkatkan kompetensi, integritas, dan kinerja sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi. “Semua pegawai memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang karena di Kementerian Agama telah diterapkan manajemen talenta. Kesempatan itu terbuka bagi siapa saja yang terus menunjukkan kinerja, dedikasi, dan kompetensi terbaik,” ujarnya.
Akhsan Muhyiddin juga mengingatkan bahwa setiap insan Kementerian Agama memiliki tanggung jawab yang sama untuk senantiasa berbuat kebaikan dalam menjalankan tugas. Setiap pengabdian yang dilakukan dengan penuh keikhlasan merupakan bagian dari ibadah yang akan memperoleh balasan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Lebih lanjut, Akhsan Muhyiddin menyampaikan bahwa Kementerian Agama memiliki dua tugas utama, yakni membimbing umat agar taat menjalankan ajaran agamanya serta menjaga kerukunan umat beragama. ”Kedua tugas tersebut harus berjalan seiring demi mewujudkan masyarakat yang rukun, damai, dan harmonis. Saya mengajak Bapak Ibu Guru untuk mengedepankan komunikasi dalam menyelesaikan setiap persoalan di lingkungan kerja.” tambahnya.
Di akhir arahannya, Akhsan menjelaskan bahwa pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) pada awal tahun dapat mengalami penyesuaian administrasi, sehingga para guru diminta memahami mekanisme yang berlaku dan melengkapi seluruh persyaratan secara tertib.
Jepara – Upaya memperkuat kedekatan pemerintah dengan masyarakat kembali dilakukan melalui program Jumat Berangkat. Kali ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin bersama Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menyapa masyarakat melalui kunjungan ke sejumlah rumah ibadah di Kecamatan Bangsri, Jumat (10/7).
Rangkaian kunjungan tersebut menyasar Gereja aKristen Muria Indonesia (GKMI) Bangsri, Vihara Maha Vajra Guyangan, serta Masjid Baitul Mukminin Guyangan. Selain berdialog dengan pengurus dan umat di masing-masing tempat ibadah, rombongan juga menyerap aspirasi masyarakat terkait pelayanan pemerintah dan kehidupan keagamaan.
Suasana berbeda terlihat saat kunjungan di Vihara Maha Vajra Guyangan. Tidak hanya umat Buddha yang hadir menyambut rombongan, masyarakat dari umat Islam dan Hindu turut serta memeriahkan kegiatan tersebut. Kehadiran lintas umat ini menjadi gambaran nyata semangat kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama yang terus terjaga di Kabupaten Jepara.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menegaskan bahwa negara hadir untuk memastikan seluruh pemeluk agama mendapatkan hak yang sama dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. “Kementerian Agama hadir memastikan seluruh pemeluk agama dapat menjalankan ibadahnya dengan baik sesuai agamanya masing-masing. Kerukunan harus terus dijaga melalui penguatan moderasi beragama dan sikap saling menghormati,” jelasnya.
Akhsan Muhyiddin menambahkan keberagaman agama di Kabupaten Jepara merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama. Kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.
Sementara itu, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menyampaikan bahwa program Jumat Berangkat merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, termasuk dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama. “Pemerintah ingin langsung bersentuhan dengan masyarakat, mendengar apa yang menjadi kebutuhan dan aspirasi mereka. Salah satu program prioritas kami adalah mewujudkan Jepara yang MULUS (makmur, unggul, lestari dan religius). Religius bukan hanya milik satu agama, tetapi seluruh agama yang ada di Jepara,” ujarnya.
Menurutnya, silaturahmi lintas agama menjadi langkah penting dalam menjaga kedamaian dan mencegah munculnya konflik antarumat beragama. Pemerintah Kabupaten Jepara terus mendorong seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keharmonisan, baik di internal umat maupun antarumat beragama.
Melalui program Jumat Berangkat, Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Kementerian Agama terus membuka ruang komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat. Kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan pemerintah dan warga sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Jepara yang rukun dan berkeadaban.
Jepara – Penyelenggara Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menggelar Pembinaan dan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama SDTK Terang Dunia, Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Kristen (KKG PAK), serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen (MGMP PAK) SMP-SMA se-Kabupaten Jepara di Aula I Kankemenag Jepara, Rabu (24/6). Kegiatan yang diikuti para guru Pendidikan Agama Kristen tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi sekaligus meningkatkan kompetensi guru dalam menjalankan tugas pendidikan dan pembinaan karakter peserta didik.
Plt Penyelenggara Kristen Kankemenag Kabupaten Jepara Badrudin menyampaikan bahwa rakor ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pedagogi, profesional, dan spiritual guru Pendidikan Agama Kristen. “Rakor ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogi, profesional, dan spiritual guru. Jika tiga hal besar ini dapat dipahami dan dijalankan bersama, maka apa yang menjadi target dan harapan Kementerian Agama dapat kita capai secara optimal,” ujarnya.
Badrudin juga mengajak seluruh guru untuk menjadikan nilai-nilai iman Kristiani sebagai landasan dalam mendidik generasi penerus bangsa, dengan tetap mengedepankan semangat moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. “Jadikan iman Kristiani sebagai tekad untuk membentuk pribadi-pribadi generasi mendatang sesuai ajaran Kristen dengan mengedepankan moderasi beragama. Saya berharap Bapak dan Ibu tidak hanya menjadi pendidik, tetapi juga menjadi gembala bagi anak didik yang diampu” tambahnya.
Selain itu kegiatan ini juga menjadi forum dialog yang dimanfaatkan untuk menyerap berbagai saran, masukan, dan aspirasi dari para guru Pendidikan Agama Kristen se-Kabupaten Jepara. Melalui rakor ini diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara Kementerian Agama dan para pendidik dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama sekaligus membentuk karakter peserta didik yang beriman dan moderat.
Jepara – Sekolah Dasar Teologi Kristen (SDTK) Terang Dunia Jepara menggelar acara Graduation bagi siswa kelas VI di Aula SDTK Terang Dunia, Kamis (18/6). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt Penyelenggara Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Badrudin bersama Penyuluh Agama Kristen.
Dalam sambutannya Badrudin menyampaikan apresiasi kepada para siswa yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah dasar. Badrudin juga memberikan motivasi agar para lulusan terus semangat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Selamat kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan studinya. Semoga semakin sukses dan mampu meraih cita-cita pada jenjang pendidikan berikutnya,” ujarnya.
Badrudin menegaskan bahwa keberadaan SDTK Terang Dunia merupakan wujud dari iman dan kebersamaan seluruh pihak yang mendukung perkembangan pendidikan Kristen di Kabupaten Jepara. “SDTK ada karena iman kita semua, bukan karena melihat, melainkan karena percaya. Karena itu, mari terus menjaga semangat kebersamaan dan kepercayaan dalam memajukan pendidikan” tambahnya.
Acara graduation berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita. Selain prosesi pelepasan siswa, kegiatan juga diisi dengan penampilan peserta didik serta pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para lulusan SDTK Terang Dunia Jepara dapat melanjutkan pendidikan dengan semangat belajar yang tinggi serta menjadi generasi yang berkarakter, beriman, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Jepara – Plt Penyelenggara Kristen Kabupaten Jepara Badrudin, memberikan arahan kepada Guru Pendidikan Agama Kristen, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Dalam arahannya Badrudin menegaskan bahwa guru agama memiliki peran sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter dan spiritualitas peserta didik.
Badrudin juga menyampaikan terkait petunjuk teknis (juknis) pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG), serta pentingnya penguatan kompetensi pedagogik dalam proses pembelajaran bagi siswa-siswi Kristen. Hal ini dinilai penting agar pendidikan agama yang diberikan mampu membentuk iman anak menjadi lebih baik dan terarah dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan para guru dapat terus meningkatkan kualitas pengajaran serta memberikan kontribusi positif dalam dunia pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta. Tuhan memberkati.
Jepara — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara yang diwakili oleh Plt. Penyelenggara Kristen Kantor Kemenag Kabupaten Jepara, Badrudin, menghadiri kegiatan Perayaan Natal Bersama KORPRI, TNI, POLRI, dan Pensiunan se-Kabupaten Jepara Tahun 2025 dengan tema “Natal Adalah Bukti Allah Menyertai Jepara”. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kabupaten Jepara, Kamis (8/1).
Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Jepara, jajaran Forkopimda Kabupaten Jepara, para tokoh lintas agama, ASN, unsur TNI–POLRI, pensiunan, serta tamu undangan lainnya. Perayaan natal berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan sebagai wujud toleransi dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Jepara.
Rangkaian acara diawali prosesi menyalakan lilin natal sebagai simbol terang, harapan, dan kasih yang menerangi kehidupan bermasyarakat. Suasana semakin hangat dengan puji-pujian dan doa bersama yang dipanjatkan bagi kedamaian dan kemajuan Kabupaten Jepara.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar menyampaikan bahwa perayaan Natal memiliki tiga esensi utama bagi umat Kristiani, yaitu kasih, pengabdian, dan pengorbanan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan semangat Natal ini, kami berharap seluruh aparatur pemerintah dapat memberikan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel. Selain itu, kami juga mengapresiasi pengabdian seluruh unsur TNI, POLRI, ASN, serta para pensiunan yang telah berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Jepara,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan sosial kepada LIPOSOS Donorojo yang diserahkan secara langsung oleh Wakil Bupati Jepara bersama Ketua Panitia Natal. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan kasih nyata kepada sesama, sejalan dengan makna Natal.
Acara kemudian dilanjutkan dengan persembahan natal dari panitia dan pengisi acara, yang menambah semarak perayaan. Perayaan Natal Bersama ini diharapkan semakin memperkuat persatuan, toleransi, dan semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kabupaten Jepara yang rukun, damai, dan sejahtera.
Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara turut berpartisipasi dalam Perayaan Natal Bersama Umat Kristiani se-Kabupaten Jepara yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Jepara, Minggu (28/12/2025). Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara dalam hal ini diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha yang sekaligus menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Penyelenggara Kristen Kankemenag Jepara menghadiri acara tersebut.
Perayaan Natal Bersama ini berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh semangat kebersamaan yang mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan tema ini diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai kasih, persaudaraan, dan keharmonisan dalam kehidupan keluarga serta bermasyarakat.
Kementerian Agama Kabupaten Jepara senantiasa berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan seluruh umat beragama sebagai wujud pelayanan dan penguatan moderasi beragama. Perayaan Natal Bersama ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan, memperkokoh kerukunan antarumat beragama, serta menjaga kondusivitas kehidupan beragama di Kabupaten Jepara.
Acara Perayaan Natal Bersama Umat Kristiani se-Kabupaten Jepara tersebut dihadiri oleh Bupati Jepara, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta umat Kristiani dari berbagai wilayah di Kabupaten Jepara. Rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan penuh sukacita, mencerminkan semangat toleransi dan kebersamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Jepara — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara mendampingi Wakil Bupati Jepara dalam kegiatan “Jumat Berangkat” yang diselenggarakan di Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Dorang, Nalumsari, Jepara pada Jumat (5/12).
Kegiatan Jumat Berangkat (Jumat Bertemu dengan Masyarakat) merupakan agenda Pemerintah Kabupaten Jepara yang bertujuan mempererat komunikasi, silaturahmi, serta memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat lintas agama.
Pada kunjungan kali ini, Bupati Jepara diwakili oleh Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar yang turut hadir bersama jajaran pemerintah daerah dan unsur Kementerian Agama.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar menyampaikan bahwa program Jumat Berangkat menjadi ruang penting bagi pemerintah untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta mempererat persaudaraan antarwarga tanpa memandang latar belakang agama.
“Tujuan kegiatan Jumat Berangkat ini adalah bertemu dan menyapa masyarakat sekaligus mempererat hubungan serta tali persaudaraan antar sesama warga negara di Kabupaten Jepara,” ujarnya.
Muhammad Ibnu Hajar menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jepara untuk bersikap adil dan berpihak kepada seluruh umat beragama dalam proses pembangunan daerah.
“Kami ingin Pemerintah Kabupaten Jepara ini adil dan berpihak kepada saudara-saudara kita dari semua agama yang ada di Jepara. Kami ingin semua terlibat bersama membangun Jepara yang makmur, unggul, lestari, dan religius,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pimpinan GITJ Dorang beserta jemaat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Pendeta beserta jajarannya dan seluruh jemaat atas sambutan yang luar biasa. Semoga tali persaudaraan kita dalam membangun Jepara ini senantiasa harmonis di tengah keberagaman agama yang kita miliki,” tuturnya.
Sebagai penutup kegiatan, dilakukan penyerahan bantuan bibit pohon serta bantuan kemanusiaan dari PMI kepada jemaat GITJ Dorang sebagai bentuk dukungan sosial dan lingkungan.