Jepara – Memperkuat spiritualitas dan kerukunan antarumat beragama, Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Kankemenag Kabupaten Jepara, dan berbagai elemen masyarakat menggelar Khotmil Qur’an, Ngaji Sanadan, dan Doa Lintas Agama di Pendopo RA Kartini Kabupaten Jepara, Rabu malam (21/10/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Santri 2026 ini dihadiri Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar, Kepala Kankemenag Jepara Akhsan Muhyiddin, jajaran Forkopimda, tokoh agama, ASN, santri, serta masyarakat lintas agama.
Kepala Kankemenag Kabupaten Jepara dan juga Ketua Peringatan Hari Santri Nasional 2026 Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan rangkaian kegiatan. Ia berharap momentum ini semakin memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat Jepara. “Terima kasih atas kehadiran dan partisipasi seluruh pihak. Semoga kita senantiasa diberi kesehatan, kebahagiaan lahir dan batin, serta seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rangkaian Hari Santri tahun ini meliputi lomba ekoteologi di KUA, madrasah, dan madin, bahtsul masail, Khotmil Qur’an, Ngaji Sanadan, apel santri, hingga karnaval kebudayaan, santri, dan kerukunan yang melibatkan sekitar 100 kelompok. Puncak kegiatan dijadwalkan pada 12 November 2026.
Sementara itu, Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menyelenggarakan kegiatan yang beriringan dengan peringatan Hari Santri, Hari Amal Bhakti Kementerian Agama, Hari Bakti IDI, dan HUT TNI. Ia berharap seluruh agenda berjalan sukses.
Dalam tausiyahnya, KH. Mu’adz Thohir dari Kajen, Pati, menyampaikan tiga pesan penting bagi santri masa kini. “Santri harus berjihad melawan kebodohan, berjihad melawan kelemahan dan kemalasan, serta benar-benar berjihad mempertahankan NKRI,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat keagamaan, persatuan, dan toleransi terus tumbuh sehingga Jepara tetap rukun dalam keberagaman.









