Penulis: adminweb

  • Jepara Resmi Jadi Kota Wakaf, Wakaf Didorong Jadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat

    Jepara Resmi Jadi Kota Wakaf, Wakaf Didorong Jadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat

    Semarang – Kabupaten Jepara resmi ditetapkan sebagai Kota Wakaf pada 2026. Penetapan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Kota Wakaf kepada Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI Abu Rokhmad di Aula Gedung Kuliah Bersama Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, Kamis (17/9/2026).

    Penyerahan SK tersebut berlangsung dalam kegiatan Impact & Collaboration Forum Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Nasional 2026. Jepara menjadi satu dari sembilan daerah yang ditetapkan sebagai Kota Wakaf pada 2026, bersama Kota Yogyakarta, Kota Pontianak, Kota Jambi, Kabupaten Halmahera Selatan, Kota Jakarta Selatan, Kota Tarakan, Kota Jakarta Timur, dan Kota Ternate.

    Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Abu Rokhmad menekankan bahwa penetapan Kota Wakaf harus diikuti dengan kerja nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat. Pengelolaan zakat dan wakaf, menurutnya, tidak cukup hanya berhenti pada program dan simbol, tetapi harus mampu menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan. “Yang penting bukan hanya programnya, bukan hanya papan namanya, tetapi apa dampaknya. Apa yang kita lakukan harus betul-betul memberikan manfaat dan memberdayakan masyarakat,” tegas Abu Rokhmad.

    Abu Rokhmad juga mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dan meninggalkan ego sektoral dalam upaya mengatasi persoalan kemiskinan. “Mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, sampai lembaga amil zakat, semuanya harus berkolaborasi. Kemiskinan adalah musuh bersama yang tidak mungkin kita selesaikan sendiri-sendiri. Kita harus bergerak bersama,” ujarnya.

    Abu Rokhmad menambahkan, pengelolaan zakat dan wakaf perlu memiliki target yang jelas dan diwujudkan melalui pemberdayaan yang berkelanjutan. Keberhasilan tidak harus selalu dimulai dari skala besar, tetapi dapat dibuktikan melalui perubahan pada satu keluarga yang sebelumnya kurang mampu hingga menjadi mandiri.

    Sementara itu, Kepala Kankemenag Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menyambut penetapan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat ekosistem perwakafan di Kabupaten Jepara. Menurutnya, status Kota Wakaf harus diikuti dengan pengelolaan yang lebih produktif, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Dengan adanya penyerahan SK Kota Wakaf kepada Kabupaten Jepara, kami berharap pengelolaan perwakafan semakin kuat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ini menjadi momentum untuk memperkuat wakaf uang, mengembangkan wakaf produktif, serta meningkatkan sinergi lintas sektoral dalam pengelolaan wakaf,” ujar Akhsan.

    Akhsan Muhyiddin menegaskan, penguatan wakaf juga perlu dilakukan melalui kepastian hukum terhadap aset serta peningkatan kapasitas pengelola wakaf. “Di sisi lain, kami juga akan mendorong penguatan legalitas aset wakaf agar memiliki kepastian hukum dan terus meningkatkan kapasitas serta profesionalitas nazhir. Dengan langkah tersebut, wakaf di Kabupaten Jepara diharapkan tidak hanya berhenti pada aspek penghimpunan, tetapi mampu berkembang menjadi instrumen pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

    Penetapan Kabupaten Jepara sebagai Kota Wakaf menjadi momentum untuk membangun pengelolaan wakaf yang lebih terarah dan berkelanjutan. Dengan penguatan wakaf uang, pengembangan wakaf produktif, legalitas aset, profesionalitas nazhir, serta kolaborasi lintas sektor, potensi wakaf diharapkan dapat semakin optimal dalam mendukung pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.

  • Perkuat Sinergi Guru, KKG PAK Kristen Jepara Siapkan Siswa Berlaga di MAPAK

    Perkuat Sinergi Guru, KKG PAK Kristen Jepara Siapkan Siswa Berlaga di MAPAK

    Jepara — KKG PAK Kristen Kabupaten Jepara melaksanakan rapat koordinasi sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kebersamaan para guru Pendidikan Agama Kristen.

    Dalam kesempatan tersebut, Penyelenggara Kristen, Suryo Widodo, mengajak seluruh guru untuk terus bersinergi dalam membimbing dan mendampingi siswa-siswi, khususnya dalam mempersiapkan diri mengikuti Lomba MAPAK, baik di tingkat Kabupaten Jepara maupun menuju tingkat Provinsi Jawa Tengah.

    Pelaksanaan Lomba MAPAK tingkat Kabupaten Jepara diharapkan dapat menjadi wadah bagi siswa-siswi untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta semangat berprestasi. Dengan persiapan yang matang, kerja sama yang baik, dan dukungan dari seluruh pihak, diharapkan peserta mampu memberikan hasil terbaik dan melanjutkan perjuangan ke tingkat provinsi.

    Semoga seluruh rangkaian persiapan dan pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan lancar, penuh semangat, serta menghasilkan prestasi yang membanggakan.

  • BAMAGNAS Klaten dan Kemenag Jepara Perkuat Kolaborasi Pembinaan Umat Kristen

    BAMAGNAS Klaten dan Kemenag Jepara Perkuat Kolaborasi Pembinaan Umat Kristen

    Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menerima audiensi Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS) Kabupaten Klaten di Ruang Rapat PTSP Kankemenag Jepara, Rabu (16/9/2026). Rombongan diterima langsung oleh Kepala Kankemenag Jepara bersama Gara Kristen Kankemenag Jepara. Audiensi tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antarlembaga dalam mendukung pembinaan umat Kristen.

    Dalam pertemuan tersebut, rombongan BAMAGNAS Klaten menyampaikan maksud kunjungannya untuk bersilaturahmi dengan jajaran Kankemenag Jepara sekaligus menjalin komunikasi dengan pengurus BAMAG Jepara. Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi ruang bertukar pengalaman dan memperkuat komunikasi dalam pelaksanaan tugas serta pelayanan kepada umat Kristen di masing-masing daerah.

    Kedua pihak juga mendorong adanya kolaborasi dan kerja sama yang saling melengkapi dalam kepengurusan BAMAG. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran organisasi dalam membangun kebersamaan, meningkatkan koordinasi, serta mendukung pembinaan dan pelayanan umat Kristen secara lebih baik.

  • Kemenag Jepara dan YKB Cabang Jepara Perkuat Pembinaan Pendidikan Al-Qur’an melalui Nota Kesepahaman

    Kemenag Jepara dan YKB Cabang Jepara Perkuat Pembinaan Pendidikan Al-Qur’an melalui Nota Kesepahaman

    Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara bersama Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Cabang Jepara menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang pembinaan dan pengembangan pendidikan Al-Qur’an pada Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Kemala Bhayangkari Cabang Jepara. Penandatanganan berlangsung di Aula Lantai 3 Polres Jepara, Rabu (16/9/2026).

    Kerja sama tersebut menjadi bentuk sinergi kedua pihak dalam memperkuat pembinaan dan pengembangan satuan pendidikan Al-Qur’an, khususnya TPQ yang dikelola YKB Cabang Jepara.

    Ketua YKB Cabang Jepara, Dian Hadi, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam pengembangan TPQ Kemala Bhayangkari, termasuk TPQ yang telah berdiri di Kecamatan Pecangaan dan lingkungan Polres Jepara.

    “Terima kasih atas dukungan dan support yang diberikan sehingga TPQ di Pecangaan dan Polres Jepara dapat berdiri. Kami sangat menyadari masih adanya kekurangan dalam pengelolaan TPQ, sehingga kami memohon dukungan dan pembinaan agar operasional TPQ dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

    Menurutnya, keberadaan TPQ di lingkungan YKB diharapkan dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan Al-Qur’an secara lebih baik dan terarah.

    Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin, menegaskan bahwa Kemenag siap memberikan pembinaan sesuai dengan regulasi yang berlaku, termasuk dalam aspek administrasi dan manajerial pengelolaan TPQ.

    “Pembinaan akan kami lakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Kami berharap TPQ ini dapat dikelola dengan sebaik-baiknya, termasuk dari sisi manajerial, sehingga keberadaannya dapat terus dirawat dan senantiasa bertumbuh serta berkembang,” jelasnya.

    Akhsan menambahkan, penguatan pendidikan Al-Qur’an menjadi bagian penting mengingat masih terdapat anak-anak yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Menurutnya, keberadaan TPQ dapat menjadi salah satu wadah untuk membantu meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an sejak dini.

    “Masih banyak anak-anak yang belum bisa membaca Al-Qur’an. Dengan adanya fasilitas pendidikan Al-Qur’an di lingkungan Polres ini, kami berharap anak-anak dapat semakin menguasai baca tulis Al-Qur’an. Kementerian Agama siap memfasilitasi dan memberikan pendampingan, termasuk dalam hal administrasi,” pungkasnya.

    Melalui penandatanganan MoU tersebut, Kemenag Jepara dan YKB Cabang Jepara berkomitmen memperkuat sinergi dalam pembinaan TPQ agar penyelenggaraan pendidikan Al-Qur’an dapat berjalan sesuai ketentuan sekaligus memberikan manfaat bagi pembentukan generasi yang memiliki kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an.

  • BWI Kabupaten Jepara Dorong Tata Kelola dan Optimalisasi Aset Wakaf Produktif

    BWI Kabupaten Jepara Dorong Tata Kelola dan Optimalisasi Aset Wakaf Produktif

    Jepara – Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Jepara menyelenggarakan Sosialisasi Perwakafan di Aula 1 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Rabu (16/9/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 16–17 September 2026, tersebut menjadi ruang penguatan pemahaman sekaligus tata kelola perwakafan di Kabupaten Jepara.

    Sosialisasi diikuti Kepala KUA sekaligus Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW), Kasi Sosial dan Lingkungan Hidup Kecamatan, Penyuluh Agama Islam, operator wakaf pada KUA, serta nazhir badan hukum dan perseorangan dari delapan kecamatan. Kedelapan kecamatan tersebut meliputi Welahan, Mayong, Nalumsari, Kalinyamatan, Pecangaan, Tahunan, Kedung, dan Batealit.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, juga selaku Ketua Badan Wakaf Indonesia Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin menyampaikan bahwa sosialisasi perwakafan penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, tidak hanya mengenai pengertian wakaf, tetapi juga tata kelola dan pemanfaatan aset wakaf. “Saya harap dengan adanya sosialisasi ini masyarakat semakin memahami apa itu wakaf, bagaimana kita dapat mengelola wakaf dengan baik dan benar. Ada banyak aspek yang harus dipenuhi, bagaimana teknis administrasinya dan bagaimana caranya agar tanah wakaf itu bisa memberikan manfaat,” ujarnya.

    Akhsan menjelaskan, aspek administrasi menjadi bagian penting dalam proses perwakafan. Setelah pelaksanaan Akta Ikrar Wakaf (AIW) di KUA, proses dapat dilanjutkan dengan sertifikasi tanah wakaf melalui Kantor Pertanahan. “Saya berharap nanti para pemateri dapat menjelaskan teknis administratif. Kalau di Kemenag menghasilkan AIW, yang sekarang sudah ada e-AIW dan prosesnya di KUA, setelah Akta Ikrar Wakaf berlanjut pada persertifikatan di ATR/BPN,” jelasnya.

    Ia juga meminta agar berbagai kendala yang muncul dalam proses perwakafan dapat dikomunikasikan sehingga dapat dicarikan penyelesaian bersama. “Jika ada kendala terkait wakaf di KUA maupun di ATR/BPN dapat dikomunikasikan kepada kami,” imbuhnya.

    Lebih lanjut, Akhsan menekankan pentingnya mengoptimalkan aset wakaf agar tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. “Yang kedua, bagaimana aset wakaf bisa kita optimalkan untuk mensejahterakan masyarakat,” tegasnya.

    Selain wakaf tanah, Akhsan juga mengajak seluruh pihak untuk turut memasifkan gerakan wakaf uang di Kabupaten Jepara. Menurutnya, wakaf uang dapat menjadi salah satu instrumen yang dikembangkan untuk memperluas manfaat wakaf. “Di BWI Jepara hari ini sudah ada wakaf uang. Saya mengajak untuk memasifkan gerakan wakaf uang ini. Wakaf uang tidak akan berkurang nilainya sampai kapan pun, tidak bisa diambil,” pungkasnya.

    Melalui sosialisasi tersebut, sinergi antara Kementerian Agama, BWI, KUA, pemerintah kecamatan, penyuluh agama, serta para nazhir diharapkan semakin kuat. Pemahaman mengenai aspek administrasi dan pengelolaan wakaf yang baik diharapkan dapat mendukung terwujudnya aset wakaf yang tertib, terlindungi, dan semakin optimal dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

  • Menag Raih Penghargaan Bali Top Hospitality Leader in Religious Tourism Development.

    Menag Raih Penghargaan Bali Top Hospitality Leader in Religious Tourism Development.

    Siaran Pers
    Kementerian Agama

    Menteri Agama Nasaruddin Umar mendapat penghargaan di bidang pengembangan pariwisata keagamaan. Menag didaulat sebagai Bali Top Hospitality Leader in Religious Tourism Development.

    Penghargaan ini diberikan oleh Indonesia Travel & Tourism Awards (ITTA) Foundation dalam penyelenggaraan 11th Bali Tourism Awards 2026. Seremonial penyerahan award berlangsung di Sanur, Bali.

    Hadir mewakili Menag, Staf Khusus Bidang Kerukunan Gugun Gumilar. “Semalam, saya mewakili Menteri Agama menerima Bali Top Hospitality Leader in Religious Tourism Development dari Indonesia Travel & Tourism Awards (ITTA) Foundation,” terang Gugun Gumilar di Sanur, Selasa (15/9/2026).

    “Penghargaan ini menjadi semacam rekognisi atas kontribusi Menteri Agama dalam ikut mengembangkan dan memajukan wisata religi, khususnya di Bali,” sambungnya.

    Dijelaskan Gugun, Indonesia Travel & Tourism Awards (ITTA) Foundation memberikan apresiasi kepada tokoh, institusi, dan pemimpin yang telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dan pengembangan industri pariwisata Indonesia. Bali Top Hospitality Leader in Religious Tourism Development diberikan kepada Menag sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas kepemimpinan, dedikasi, serta kontribusinya dalam mendorong pengembangan wisata religi di Indonesia.

    “Termasuk penguatan potensi wisata berbasis keagamaan dan budaya, khususnya dalam mendukung pengembangan destinasi wisata religi Hindu serta potensi wisata religi dari berbagai agama di Indonesia,” papar Gugun Gumilar.

    Dijelaskan Gugun, wisata religi terus berkembang di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Bali. Hal ini tidak terlepas dari upaya bersama pemerintah dan umat beragama dalam menguatkan moderasi beragama dan merawat kerukunan.

    “Kita tahu bersama bahwa sejak survei indeks kerukunan dilakukan, 2025 menjadi tahun dengan indeks tertinggi. Ini prestasi luar biasa,” ujar Gugun.

    “Kerukunan adalah prasyarat pembangunan. Jadi kerukunan tidak hanya berdampak pada pengembangan wisata religi, tapi juga sektor-sektor pembangunan yang lain,” tandasnya.

    Hadir dalam penerimaan penghargaan ini sejumlah Kepala Daerah, Duta Besar negara sahabat, pimpinan asosiasi pariwisata, akademisi, pelaku industri, investor, media nasional, serta pimpinan perusahaan dari sektor perjalanan, perhotelan, penerbangan, destinasi, dan ekonomi kreatif.

    Biro Humas dan Komunikasi Publik

  • Selaraskan Ucapan, Pikiran, dan Tindakan : Umat Hindu Jepara Gelar UDG 2026

    Selaraskan Ucapan, Pikiran, dan Tindakan : Umat Hindu Jepara Gelar UDG 2026

    Jepara – Umat Hindu Kabupaten Jepara melaksanakan Utsawa Dharma Gita (UDG) tingkat Kabupaten Jepara Tahun 2026 di Gedung Shima, Kabupaten Jepara, Minggu (13/9/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi umat Hindu untuk mengembangkan kemampuan keagamaan sekaligus memperkuat penghayatan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari. Utsawa Dharma Gita merupakan festival atau perlombaan nyanyian suci keagamaan Hindu yang dilaksanakan sebagai sarana pengembangan bakat, kemampuan, dan pemahaman keagamaan umat Hindu melalui seni dan budaya.

    Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Jepara yang diwakili Kabag Kesra, Kepala Kejaksaan Negeri Jepara, serta Kepala Disdikpora yang diwakili Kabid Disdikpora. UDG tingkat Kabupaten Jepara secara resmi dibuka oleh Kabag Kesra Pemerintah Kabupaten Jepara.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara yang diwakili Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Jepara, Badrudin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema “Samwacana Sarwa Bhawa Ekatwa” mengandung pesan penting tentang keselarasan antara ucapan, pikiran, dan tindakan. “Tema ini mengajarkan kepada kita bahwa kita dituntut untuk menyelaraskan antara ucapan, pemikiran, dan tindakan di manapun kita berada. Ini suatu barang yang langka. Banyak manusia fasih menyampaikan apa yang diajarkan oleh Tuhannya, tetapi di sisi lain masih banyak orang melakukan sesuatu di luar ajaran kitab sucinya,” ungkapnya.

    Menurutnya, tema tersebut merupakan tema yang luar biasa karena tidak hanya berbicara tentang pemahaman keagamaan, tetapi juga bagaimana nilai-nilai yang diajarkan dapat diwujudkan dalam kehidupan. “Kita sudah berani mengambil tema yang luar biasa ini. Semoga dari tema ini melahirkan suatu niatan yang kuat untuk diwujudkan dalam kehidupan,” lanjutnya.

    Dalam UDG tingkat Kabupaten Jepara Tahun 2026, terdapat sembilan cabang yang dilombakan, meliputi Utsawa Dharma Widya, Utsawa Dainika Upasana, Utsawa Dharma Carita, Utsawa Dharma Wacana Bahasa Inggris, Utsawa Dharma Wacana Bahasa Indonesia, Utsawa Membaca Sloka, Utsawa Hafalan Sloka, Utsawa Nyanyian Dharma, dan Utsawa Melantunkan Trisandya.

    Melalui Utsawa Dharma Gita, para peserta diharapkan dapat menunjukkan kemampuan terbaik dengan menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, disiplin, dan rasa persaudaraan. Lebih dari sekadar perlombaan, UDG diharapkan menjadi momentum bagi umat Hindu untuk meningkatkan bhakti dan pengabdian kepada Dharma. Kemenangan bukan menjadi tujuan utama, melainkan sarana untuk meningkatkan kualitas diri serta mengamalkan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan bermasyarakat.

  • Kafilah Jepara Dilepas, Siap Berlaga di MTQ Nasional XXXI 2026

    Kafilah Jepara Dilepas, Siap Berlaga di MTQ Nasional XXXI 2026

    Jepara – Kafilah asal Kabupaten Jepara yang dipercaya mewakili Provinsi Jawa Tengah pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 resmi dilepas untuk berlaga di tingkat nasional. Dua di antaranya yakni Agung Prabowo yang akan bertanding pada cabang Kaligrafi Naskah Putra, dan Dewi Alimah pada cabang Kaligrafi Kontemporer Putri. Keduanya merupakan putra-putri asal Kabupaten Jepara yang menjadi bagian dari kafilah Jawa Tengah dalam ajang yang digelar di Semarang pada 11–20 September 2026. Pelepasan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar di Rumah Dinas Wakil Bupati Jepara, Rabu (9/9/2026).

    Kafilah Jepara akan mengikuti MTQ Nasional XXXI yang digelar di Semarang pada 11–20 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Jepara menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Jepara kepada seluruh peserta yang akan berkompetisi membawa nama daerah di ajang nasional.
    “Atas nama Pemerintah Kabupaten Jepara, kami memberikan support dan apresiasi kepada seluruh kafilah yang akan mengikuti MTQ Nasional. Kami berharap dapat mengharumkan nama Kabupaten Jepara dan memberikan hasil yang terbaik,” ujar Muhammad Ibnu Hajar.

    Ia juga mendoakan agar para peserta mampu tampil maksimal dan meraih prestasi terbaik hingga menjadi juara nasional.
    “Semoga bisa memberikan yang terbaik dan mudah-mudahan menjadi juara nasional,” harapnya.
    Pelepasan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Asisten I Setda Jepara, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta jajaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Jepara.

    Kehadiran jajaran tersebut menjadi bentuk sinergi antara Pemerintah Kabupaten Jepara, Kementerian Agama, dan LPTQ dalam memberikan dukungan kepada para peserta yang akan membawa nama Jepara di tingkat nasional.
    Dengan persiapan yang telah dilakukan, kafilah Jepara diharapkan mampu tampil percaya diri, menjunjung sportivitas, serta memberikan prestasi terbaik dalam MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.

  • Monev PHTC, Kemenag Kabupaten Jepara Tinjau Rehab MTs Darul Ulum Srikandang

    Monev PHTC, Kemenag Kabupaten Jepara Tinjau Rehab MTs Darul Ulum Srikandang

    Jepara – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) rehab madrasah di MTs Darul Ulum Srikandang, Kecamatan Bangsri, Selasa (8/9).

    MTs Darul Ulum Srikandang menjadi salah satu madrasah di Kabupaten Jepara yang menerima bantuan rehabilitasi secara menyeluruh melalui program PHTC. Program tersebut merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam upaya meningkatkan kualitas dan ketersediaan fasilitas pendidikan di Indonesia.

    Dalam kunjungan tersebut, Kepala Kankemenag Jepara Akhsan Muhyiddin meninjau secara langsung pelaksanaan rehabilitasi sekaligus memastikan bantuan dimanfaatkan sesuai peruntukannya dan memberikan manfaat bagi proses pembelajaran. “Hari ini kami hadir di MTs Darul Ulum Srikandang yang tahun ini menerima bantuan rehab madrasah secara menyeluruh melalui program PHTC. Program ini digagas Bapak Presiden Prabowo untuk memberikan fasilitas pendidikan yang memadai di Indonesia, termasuk di Kabupaten Jepara, salah satunya di MTs Darul Ulum Srikandang,” ujar Akhsan.

    Menurut Akhsan peningkatan fasilitas pendidikan harus sejalan dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan fasilitas yang lebih memadai, madrasah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik. “Semoga bantuan ini memberikan dampak terbaik bagi pendidikan dan menjadi bagian dari ikhtiar kita dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas,” pungkasnya.

  • Hari Kedua OMI, Kankemenag Kabupaten Jepara Pastikan Pelaksanaan Berjalan Lancar

    Hari Kedua OMI, Kankemenag Kabupaten Jepara Pastikan Pelaksanaan Berjalan Lancar

    Jepara – Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Kabupaten Jepara memasuki hari kedua dengan lancar. Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Jepara melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di dua titik lokasi (tilok), yakni MA Mathalibul Huda Mlonggo dan MAN 2 Jepara, Selasa (8/9).

    Kepala Kankemenag Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin didampingi Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Bin Himma Muhammad Burhan meninjau langsung pelaksanaan OMI di kedua tilok tersebut. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan dan peserta dapat mengikuti kompetisi tanpa kendala.

    “Alhamdulillah berjalan dengan lancar, peserta bisa login tanpa kendala. Atas nama Kepala Kantor, saya mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah dan panitia kabupaten yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik,” ujar Akhsan.

    Akhsan menegaskan bahwa pelaksanaan OMI harus dilakukan secara profesional dengan tetap menjunjung tinggi nilai integritas. Menurutnya, OMI tidak semata-mata berorientasi pada hasil atau prestasi yang diraih saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter peserta didik.

    “Pesan saya, pelaksanaan ini kita laksanakan sebaik-baiknya, secara profesional dan berintegritas. Anak-anak perlu memahami bahwa yang kita tanamkan adalah sebuah proses, tidak hanya berorientasi pada hasil,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Akhsan berharap OMI dapat memberikan dampak jangka panjang bagi peserta didik. Menurutnya, prestasi yang diraih dalam kompetisi merupakan bagian dari proses untuk membentuk generasi yang memiliki karakter siddiq dan amanah.

    “Tujuan OMI tidak hanya untuk menjadi prestasi saat ini, tetapi bagaimana kita bisa mencetak anak-anak yang siddiq dan amanah untuk masa mendatang,” ungkapnya.

    Menutup kunjungannya, Akhsan memberikan apresiasi dan semangat kepada seluruh peserta OMI yang tengah mengikuti kompetisi.

    “Selamat dan sukses kepada anak-anakku yang mengikuti OMI. Semoga dapat mengikuti seluruh proses dengan baik dan memberikan hasil terbaik,” pungkasnya.

Translate »
Skip to content