Penulis: adminweb

  • OMI Kabupaten Jepara 2026 Dimulai, 1.327 Peserta Ikuti Kompetisi dengan Pengawasan Berlapis

    OMI Kabupaten Jepara 2026 Dimulai, 1.327 Peserta Ikuti Kompetisi dengan Pengawasan Berlapis

    Jepara – Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Kabupaten Jepara Tahun 2026 resmi dimulai. Sebanyak 1.327 peserta dari jenjang MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA mengikuti kompetisi yang berlangsung selama tiga hari, 7–9 September 2026. Pelaksanaan OMI tahun ini digelar di lima titik lokasi (tilok), yakni MAN 1 Jepara, MAN 2 Jepara, MTs Darul Ulum Purwogondo, MA Matholibul Huda Mlonggo, dan MTs Safinatul Huda Karimunjawa.

    Kepala Kankemenag Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan melalui tiga mekanisme. Pertama, pengawas ruang yang memantau peserta secara langsung. Kedua, pengawasan melalui Zoom, dan ketiga, seluruh proses pelaksanaan turut disiarkan secara live melalui YouTube. “Untuk menjaga integritas dan memastikan pelaksanaan OMI berjalan secara jujur, transparan, dan akuntabel, kami memperketat pengawasan melalui triple surveillance. Pengawasan dilakukan secara berlapis, mulai dari pengawas ruang yang memantau peserta secara langsung, pengawasan melalui Zoom, hingga pelaksanaan yang disiarkan secara live melalui YouTube,” ujar Akhsan.

    Menurut Akhsan Muhyiddin  sistem pengawasan berlapis tersebut menjadi upaya untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang sama dan proses kompetisi berjalan sesuai ketentuan. “Kami ingin memastikan seluruh proses kompetisi berjalan dengan baik dan menjunjung tinggi integritas. Karena itu, saya mengapresiasi antusiasme anak-anak yang mengikuti OMI ini. Berkompetisi bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang keberanian menguji kemampuan, menjunjung sportivitas, dan memberikan yang terbaik,” lanjutnya.

    Akhsan Muhyiddin berharap OMI Kabupaten Jepara 2026 dapat menjadi ruang bagi para siswa untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus menumbuhkan budaya berprestasi di madrasah dan sekolah.

  • Estafet Tunas Kelapa Tuntaskan Perjalanan di Jepara, Semangat Pramuka Didorong Jadi Pelopor Pembangunan

    Estafet Tunas Kelapa Tuntaskan Perjalanan di Jepara, Semangat Pramuka Didorong Jadi Pelopor Pembangunan

    Jepara – Perjalanan Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah 2026 terus bergerak. Memasuki etape terakhir di Kabupaten Jepara, rombongan menempuh rute Kalinyamatan, Welahan, hingga Mayong, sebelum akhirnya tiba di Balai Desa Belimbing Kidul dan menyerahkan estafet Tunas Kelapa kepada Kwartir Cabang (Kwarcab) Kudus, Senin (31/8).

    Prosesi ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kwarda Jawa Tengah Tahun 2026. Perjalanan Estafet Tunas Kelapa selanjutnya akan dilanjutkan menuju wilayah-wilayah berikutnya hingga mencapai puncak kegiatan pada 10 September 2026 di GOR Satria, Kabupaten Banyumas, bersamaan dengan Upacara Pengibaran Bendera dalam rangka Peringatan Hari Jadi Pramuka ke-65 tingkat Kwarda Jawa Tengah.

    Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, selaku Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Jepara, dalam sambutannya menyampaikan pesan Gubernur Jawa Tengah selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah. Ia menyebut, peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema “Bergerak, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”

    Menurut Muhammad Ibnu Hajar tema tersebut menegaskan peran Pramuka dalam mengamalkan nilai-nilai kebangsaan sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Semangat tersebut diwujudkan melalui prinsip “Ngopeni, Nglakoni, Mengabdi Tanpa Henti”, yakni merawat dan menjaga lingkungan, menjalankan peran dengan penuh kedisiplinan dan keterampilan, serta mengabdikan diri bagi masyarakat. “Melalui kolaborasi antara semangat Gerakan Pramuka dan nilai Ngopeni, Nglakoni, Jawa Tengah dapat terus menjadi benteng dan sekaligus pelopor pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kemajuan daerah,” demikian pesan Gubernur Jawa Tengah yang disampaikan Muhammad Ibnu Hajar.

    Dengan berakhirnya etape ETK di Jepara, estafet semangat pengabdian Pramuka kini diteruskan menuju Kwarcab Kudus. Perjalanan ini diharapkan tidak sekadar menjadi simbol perpindahan Tunas Kelapa, tetapi juga menjadi pengingat bahwa semangat Pramuka Jawa Tengah: Ngopeni, Nglakoni, Mengabdi Tanpa Henti harus terus tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat.

  • Kankemenag Kabupaten Jepara Gandeng DLH Jepara Perkuat Pengelolaan Sampah di Madrasah

    Kankemenag Kabupaten Jepara Gandeng DLH Jepara Perkuat Pengelolaan Sampah di Madrasah

    Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menggelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah di Madrasah yang diikuti oleh Kepala Madrasah dari tingkat Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA) se-kabupaten Jepara di Aula I Kankemenag Kabupaten Jepara, Senin (29/6). Kegiatan ini menghadirkan Rini Patmini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara sebagai narasumber. Dalam paparannya, Rini Patmini mengajak seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama untuk menjadikan pengelolaan sampah sebagai budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Menurut Rini Patmini pendidikan tentang kepedulian lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini agar menjadi karakter yang melekat pada peserta didik. “Pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Melalui kebiasaan memilah, mengurangi, dan mengelola sampah sejak dini, kita sedang membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

    Kementerian Agama Kabupaten Jepara menyampaikan bahwa sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya membangun madrasah yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan. Diharapkan, nilai-nilai kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan tidak hanya diterapkan di madrasah, tetapi juga menjadi kebiasaan di rumah dan di tengah masyarakat.

  • Penandatanganan Nota Kesepakatan Jadi Komitmen Bersama Wujudkan Satuan Pendidikan Aman dan Ramah Anak

    Penandatanganan Nota Kesepakatan Jadi Komitmen Bersama Wujudkan Satuan Pendidikan Aman dan Ramah Anak

    Jepara – Kementerian Agama Kabupaten Jepara bersama Pemerintah Kabupaten Jepara meneguhkan komitmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak melalui penandatanganan Nota Kesepakatan Pencegahan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama. Kegiatan yang digelar di Aula I Kankemenag Jepara tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi kurikulum seni ukir serta pengelolaan sampah bagi madrasah jenjang RA hingga MA, Senin (29/6).

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menegaskan bahwa seluruh satuan pendidikan harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh warga madrasah. “Madrasah harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua komponen yang ada di lembaga pendidikan. Insyaallah, dengan lingkungan yang kondusif, generasi kita akan mampu menyerap ilmu secara maksimal, sehingga lahir generasi yang tidak hanya cerdas tetapi juga berakhlakul karimah,” ujarnya.

    Akhsan Muhyiddin menambahkan, komitmen pencegahan kekerasan perlu dibarengi dengan penguatan karakter melalui pelestarian budaya lokal dan kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, pengenalan seni ukir kepada peserta didik merupakan upaya menjaga warisan budaya Jepara agar tetap lestari, sementara pengelolaan sampah di madrasah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang sehat, bersih, dan nyaman.

    Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kasus kekerasan di lingkungan pendidikan merupakan noda yang dapat menimpa siapa saja. Karena itu, pemerintah daerah harus hadir dan mengambil langkah nyata agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi, khususnya di lingkungan pendidikan. “Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Pemerintah daerah harus bereaksi dan bersinergi agar hal-hal seperti ini tidak lagi terjadi di Kabupaten Jepara, terutama kepada adik-adik peserta didik,” tegasnya.

    Witiarso Utomo juga mengapresiasi sinergi yang dibangun Kementerian Agama dalam melestarikan seni ukir melalui madrasah. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Jepara yang sebelumnya telah meluncurkan Kartu Ukir sebagai upaya regenerasi perajin ukir. “Kolaborasi ini sangat membantu dalam memaksimalkan pelestarian seni ukir di madrasah. Begitu pula dengan pengelolaan sampah yang perlu ditanamkan sejak dini, dimulai dari lingkungan masing-masing, sehingga selain menciptakan lingkungan yang bersih juga memiliki nilai ekonomis di masa depan,” ungkapnya.

    Melalui penandatanganan nota kesepakatan tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Jepara bersama Pemerintah Kabupaten Jepara berharap seluruh madrasah dapat memperkuat budaya pencegahan kekerasan sekaligus membangun ekosistem pendidikan yang aman, berkarakter, serta peduli terhadap pelestarian budaya dan kelestarian lingkungan.

  • Pelayanan Masyarakat Semakin Optimal, Tiga KUA di Jepara Terima Bantuan Perangkat Komputer

    Pelayanan Masyarakat Semakin Optimal, Tiga KUA di Jepara Terima Bantuan Perangkat Komputer

    Jepara – Tiga Kantor Urusan Agama (KUA), yakni KUA Keling, KUA Jepara, dan KUA Batealit, menerima bantuan berupa perangkat komputer (PC) dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam melalui Kanwil Kemenag Provinsi Jateng sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Akhsan Muhyiddin pada apel pagi yang berlangsung di halaman tengah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Senin (29/6).

    Dalam sambutannya Akhsan Muhyiddin selaku Kepala Kankemenag Kabupaten Jepara menyampaikan bahwa pengadaan sarana dan prasarana saat ini dilakukan secara terpusat oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, sehingga proses pengadaan tidak lagi berada di tingkat kabupaten. “Pengadaan barang sekarang tidak berada di tingkat kabupaten, melainkan di tingkat pusat. Karena itu kami berharap bantuan ini dapat dirawat dan dijaga dengan baik. Kami juga memohon agar fasilitas penunjang tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

    Akhsan Muhyiddin menegaskan bahwa bantuan perangkat komputer tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat layanan administrasi dan pelayanan publik di lingkungan KUA. Dengan adanya perangkat baru, diharapkan proses pelayanan menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien juga mengingatkan seluruh penerima bantuan agar memiliki rasa tanggung jawab dalam menjaga aset negara. Menurutnya, perawatan yang baik akan membuat sarana tersebut dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lebih lama serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

    Pihak KUA penerima bantuan menyambut baik dukungan tersebut. Mereka berharap keberadaan perangkat komputer baru dapat menunjang pelaksanaan berbagai layanan keagamaan, administrasi pernikahan, serta pelayanan lainnya yang diberikan kepada masyarakat. Melalui bantuan ini, diharapkan kualitas pelayanan di KUA Keling, KUA Jepara, dan KUA Batealit semakin meningkat seiring dengan upaya transformasi layanan yang terus dilakukan oleh Kementerian Agama.

  • Tingkatkan Tata Kelola, 71 Madrasah di Jepara Ikuti Sosialisasi Akreditasi

    Tingkatkan Tata Kelola, 71 Madrasah di Jepara Ikuti Sosialisasi Akreditasi

    Jepara – Sebanyak 71 lembaga madrasah jenjang MA, MTs, dan MI di Kabupaten Jepara mengikuti kegiatan Sosialisasi Akreditasi dan Kebijakan BAN-PDM Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di Aula 1 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara.
    Kegiatan dibuka oleh Plt. Kasi Pendidikan Madrasah, H. Bin Himma Muhammad Burhan, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan kebijakan terkait pelaksanaan akreditasi madrasah serta pentingnya kesiapan lembaga dalam memenuhi standar mutu pendidikan.

    Menghadirkan Narasumber dari BAN-PDM Prov. Jateng Dr. Dyah Kusbiatari, S.Psi, M.Si dan Adhi Nugroho, S.Pd. melalui kegiatan ini, peserta memperoleh informasi terbaru mengenai kebijakan dan mekanisme akreditasi dari BAN-PDM Provinsi Jawa Tengah sebagai upaya meningkatkan kualitas dan tata kelola madrasah yang berkelanjutan di Kabupaten Jepara.

  • Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas, Kemenag Kabupaten Jepara Beri Beasiswa hingga Bantuan Modal Usaha

    Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas, Kemenag Kabupaten Jepara Beri Beasiswa hingga Bantuan Modal Usaha

    Jepara – Kementerian Agama Republik Indonesia secara serentak di seluruh Indonesia menyelenggarakan kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas Tahun 2026 dengan mengusung tema “Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri”. Di Kabupaten Jepara, kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula II Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara dengan menghadirkan anak-anak yatim, penyandang disabilitas, serta berbagai pihak yang mendukung penguatan program sosial keagamaan.

    Tema yang diangkat tahun ini menjadi refleksi semangat untuk membangun masyarakat yang inklusif, ramah, dan memberikan ruang yang sama bagi seluruh anak bangsa untuk tumbuh, berkembang, serta menyampaikan harapan dan kontribusinya bagi negeri. Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama ingin menegaskan bahwa setiap anak, termasuk anak yatim dan penyandang disabilitas, memiliki potensi dan peran penting dalam pembangunan bangsa.

    Pada kesempatan tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Jepara menyalurkan berbagai bantuan yang bersumber dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara dengan total nilai bantuan mencapai Rp167.800.000. Bantuan yang disalurkan meliputi:

    23 anak yatim menerima Beasiswa Pendidikan Berjangka selama 3 tahun senilai Rp82.800.000.
    80 anak yatim menerima Bantuan Biaya Pendidikan senilai Rp20.000.000.
    20 anak penyandang disabilitas menerima Bantuan Biaya Pendidikan senilai Rp5.000.000.
    1 anak penyandang disabilitas menerima bantuan berupa kursi roda.
    30 penerima manfaat memperoleh Bantuan Modal Usaha dengan total nilai Rp60.000.000.

    Dalam sambutannya, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, H. Bin H.M. Burhan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengelolaan dana zakat yang amanah dan tepat sasaran untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan kepada masyarakat.

    Beliau menuturkan bahwa tema “Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri” mengandung makna bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk didengar, dihargai, dan diberi kesempatan mengembangkan potensinya. Oleh karena itu, melalui program bantuan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi ini, diharapkan para penerima manfaat dapat memperoleh dukungan yang cukup untuk meraih masa depan yang lebih baik.

    “Dana zakat yang dihimpun melalui UPZ Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara merupakan amanah dari para muzaki yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab. Melalui kegiatan ini, kami berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak yatim dan penyandang disabilitas untuk terus belajar, berkarya, serta berkontribusi bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh ASN Kementerian Agama dan masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan umat yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Para penerima manfaat tampak antusias mengikuti rangkaian acara serta menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Diharapkan melalui kegiatan ini, semangat kepedulian sosial, inklusivitas, dan pemberdayaan masyarakat dapat terus tumbuh sehingga zakat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas serta menjadi sarana mewujudkan kemaslahatan bagi umat dan bangsa.

  • Dorong Terwujudnya Keluarga Berkualitas, Kemenag Kabupaten Jepara Gelar Gerakan Keluarga Maslahah

    Dorong Terwujudnya Keluarga Berkualitas, Kemenag Kabupaten Jepara Gelar Gerakan Keluarga Maslahah

    Jepara – Kementerian Agama Kabupaten Jepara melalui KUA Kecamatan Pakisaji menggelar kegiatan Gerakan Keluarga Maslahah di Kantor KUA Kecamatan Pakisaji, Rabu (24/6). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas, tangguh, dan berdaya saing sesuai dengan nilai-nilai agama serta kehidupan bermasyarakat.

    Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kankemenag Jepara Samsul Arifin menekankan pentingnya peran ibu dalam membentuk kualitas generasi penerus. Menurutnya, kondisi mental dan kesehatan seorang ibu memiliki pengaruh besar terhadap pola pengasuhan dan pendidikan anak dalam keluarga. “Pengaruh mental dan kesehatan ibu sangat berpengaruh pada kualitas dalam mendidik anak. Karena itu, kesehatan fisik maupun mental ibu perlu menjadi perhatian bersama agar dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak baik.” ujarnya.

    Pada kesempatan tersebut, Pengurus Wilayah Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Jawa Tengah Laila Jauharoh menyampaikan materi tentang pentingnya membangun komunikasi dan kasih sayang dalam keluarga melalui konsep love language atau bahasa cinta. “Cinta yang tidak dipahami sering kali terasa seperti tidak ada. Karena itu diperlukan pemahaman tentang bahasa cinta, yaitu Words of Affirmation, Quality Time, Physical Touch, Receiving Gifts, dan Acts of Service, agar kasih sayang yang diberikan dapat diterima dan dirasakan oleh anggota keluarga.” jelasnya.

    Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai enam pilar utama Gerakan Keluarga Maslahah, yaitu Keluarga Harmonis, Keluarga Sehat, Keluarga Terdidik, Keluarga Sejahtera, Keluarga Moderat, dan Keluarga Cinta Alam. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang mengikuti seluruh rangkaian acara.

    Melalui Gerakan Keluarga Maslahah, Kementerian Agama berharap masyarakat semakin memahami pentingnya keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun generasi yang berakhlak mulia, sehat, cerdas, sejahtera, moderat, serta peduli terhadap kelestarian lingkungan.

  • Perkuat Kompetensi dan Moderasi Beragama, Kemenag Jepara Gelar Rakor Guru Pendidikan Agama Kristen

    Perkuat Kompetensi dan Moderasi Beragama, Kemenag Jepara Gelar Rakor Guru Pendidikan Agama Kristen

    Jepara – Penyelenggara Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menggelar Pembinaan dan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama SDTK Terang Dunia, Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Kristen (KKG PAK), serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen (MGMP PAK) SMP-SMA se-Kabupaten Jepara di Aula I Kankemenag Jepara, Rabu (24/6). Kegiatan yang diikuti para guru Pendidikan Agama Kristen tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi sekaligus meningkatkan kompetensi guru dalam menjalankan tugas pendidikan dan pembinaan karakter peserta didik.

    Plt Penyelenggara Kristen Kankemenag Kabupaten Jepara Badrudin menyampaikan bahwa rakor ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pedagogi, profesional, dan spiritual guru Pendidikan Agama Kristen. “Rakor ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogi, profesional, dan spiritual guru. Jika tiga hal besar ini dapat dipahami dan dijalankan bersama, maka apa yang menjadi target dan harapan Kementerian Agama dapat kita capai secara optimal,” ujarnya.

    Badrudin juga mengajak seluruh guru untuk menjadikan nilai-nilai iman Kristiani sebagai landasan dalam mendidik generasi penerus bangsa, dengan tetap mengedepankan semangat moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. “Jadikan iman Kristiani sebagai tekad untuk membentuk pribadi-pribadi generasi mendatang sesuai ajaran Kristen dengan mengedepankan moderasi beragama. Saya berharap Bapak dan Ibu tidak hanya menjadi pendidik, tetapi juga menjadi gembala bagi anak didik yang diampu” tambahnya.

    Selain itu kegiatan ini juga menjadi forum dialog yang dimanfaatkan untuk menyerap berbagai saran, masukan, dan aspirasi dari para guru Pendidikan Agama Kristen se-Kabupaten Jepara. Melalui rakor ini diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara Kementerian Agama dan para pendidik dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama sekaligus membentuk karakter peserta didik yang beriman dan moderat.

  • 60 ASN Kemenag Kab. Jepara Dilantik Jabatan Fungsional, Kakanwil Dorong ASN Menjadi Penggerak Organisasi

    60 ASN Kemenag Kab. Jepara Dilantik Jabatan Fungsional, Kakanwil Dorong ASN Menjadi Penggerak Organisasi

    Jepara – 60 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Jepara resmi dilantik dalam Jabatan Fungsional pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024. Pelantikan dilaksanakan secara daring dan terhubung dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Selasa (23/6) di Aula I Kankemenag Kabupaten Jepara. Pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab dan diikuti secara serentak oleh ASN dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah. Sebanyak 60 ASN Kementerian Agama Kabupaten Jepara resmi diambil sumpah dan janjinya untuk menduduki berbagai jabatan fungsional sesuai ketentuan yang berlaku.

    Dalam arahannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat fungsional yang baru dilantik. Saiful Mujab mengingatkan agar sumpah jabatan yang telah diucapkan menjadi landasan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai ASN. “Selamat kepada Bapak dan Ibu yang telah mengucapkan sumpah sebagai pejabat fungsional. Sebagai pejabat fungsional, saudara memiliki beban kerja dan analisis kerja yang menjadi dasar dalam pelaksanaan tugas. Apa yang sudah diucapkan dalam sumpah jabatan, tolong dijadikan ruh dalam melaksanakan tugas. Pejabat fungsional adalah pejabat yang mandiri sesuai dengan tugas dan fungsi pada diri kita masing-masing. Jadi pahami betul apa yang menjadi tugas dan fungsi yang melekat pada diri kita sesuai jabatan masing-masing. Pahami pula apa yang menjadi hak, kewajiban, dan tugasnya sehingga dapat mendorong roda organisasi serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Saiful Mujab meminta para pejabat fungsional untuk terus bergerak dan bekerja melayani umat sesuai dengan amanah yang diberikan serta membangun sinergi dalam pelaksanaan tugas. “Teruslah bergerak dan bekerja untuk melayani umat sebagaimana fungsi yang diamanahkan. Jangan sampai menjadi beban organisasi. Saya juga meminta agar seluruh ASN dapat bekerja sama, berkoordinasi, dan berkolaborasi dengan baik dalam membangun sinergi. Saya yakin tugas antara satu dengan yang lain saling beririsan dan saling mendukung, tidak berdiri sendiri-sendiri. Karena itu, bangun komunikasi dan kerja sama yang baik demi tercapainya tujuan organisasi serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.” tegasnya.

    Pelantikan berlangsung dengan khidmat dan menjadi momentum penguatan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama. Dengan bertambahnya pejabat fungsional yang kompeten, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal serta mampu mendukung terwujudnya Kementerian Agama yang profesional, akuntabel, dan berdampak bagi umat.

Translate »
Skip to content