Jepara – Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Kabupaten Jepara Tahun 2026 resmi dimulai. Sebanyak 1.327 peserta dari jenjang MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA mengikuti kompetisi yang berlangsung selama tiga hari, 7–9 September 2026. Pelaksanaan OMI tahun ini digelar di lima titik lokasi (tilok), yakni MAN 1 Jepara, MAN 2 Jepara, MTs Darul Ulum Purwogondo, MA Matholibul Huda Mlonggo, dan MTs Safinatul Huda Karimunjawa.
Kepala Kankemenag Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan melalui tiga mekanisme. Pertama, pengawas ruang yang memantau peserta secara langsung. Kedua, pengawasan melalui Zoom, dan ketiga, seluruh proses pelaksanaan turut disiarkan secara live melalui YouTube. “Untuk menjaga integritas dan memastikan pelaksanaan OMI berjalan secara jujur, transparan, dan akuntabel, kami memperketat pengawasan melalui triple surveillance. Pengawasan dilakukan secara berlapis, mulai dari pengawas ruang yang memantau peserta secara langsung, pengawasan melalui Zoom, hingga pelaksanaan yang disiarkan secara live melalui YouTube,” ujar Akhsan.
Menurut Akhsan Muhyiddin sistem pengawasan berlapis tersebut menjadi upaya untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang sama dan proses kompetisi berjalan sesuai ketentuan. “Kami ingin memastikan seluruh proses kompetisi berjalan dengan baik dan menjunjung tinggi integritas. Karena itu, saya mengapresiasi antusiasme anak-anak yang mengikuti OMI ini. Berkompetisi bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang keberanian menguji kemampuan, menjunjung sportivitas, dan memberikan yang terbaik,” lanjutnya.
Akhsan Muhyiddin berharap OMI Kabupaten Jepara 2026 dapat menjadi ruang bagi para siswa untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus menumbuhkan budaya berprestasi di madrasah dan sekolah.




