Penulis: adminweb

  • Jepara Kota Wakaf, Kankemenag Apresiasi ASN Penggerak dan PPAIW Produktif

    Jepara Kota Wakaf, Kankemenag Apresiasi ASN Penggerak dan PPAIW Produktif

    Jepara – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Jepara memberikan penghargaan kepada sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan penyuluh agama yang berkontribusi dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Jepara sebagai Kota Wakaf Tahun 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, komitmen, dan kerja keras dalam mengembangkan perwakafan di Kabupaten Jepara. Penyerahan dilakukan secara langsung oleh kakankemenag kabupaten Jepara di halaman tengah, Kamis (24/9).

    Sebanyak tujuh penerima penghargaan mendapatkan apresiasi dengan kategori berbeda. Bin Himma Muhammad Burhan, Ulfiyatun Nadzifah, dan Usman menerima penghargaan sebagai ASN Penggerak Jepara Kota Wakaf Tahun 2026. Sementara itu, Taufik Hidayat, dan Hisam Zamroni menerima penghargaan sebagai PPAIW Produktif Ikrar Wakaf Periode 2023–2026. Penghargaan juga diberikan kepada Agus Lukman Hakim sebagai Penyuluh Agama Penggerak Jepara Kota Wakaf Tahun 2026, serta M. Nurmaliyanto sebagai ASN Pendukung Penggerak Jepara Kota Wakaf Tahun 2026.

    Kakankemenag kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh penerima penghargaan yang telah berperan dalam proses mewujudkan Jepara sebagai Kota Wakaf. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari perjuangan, koordinasi, dan komunikasi yang dilakukan secara berkelanjutan. “Kami bersyukur dan memberikan apresiasi atas dedikasi serta komitmen yang luar biasa. Perjuangan yang dilalui tidak mudah, tetapi dengan koordinasi dan komunikasi yang baik, akhirnya Jepara dapat dinyatakan sebagai Kota Wakaf,” ungkapnya.

    Ia berharap semangat dan komitmen tersebut dapat menjadi inspirasi bagi ASN lainnya di seluruh seksi dan unit kerja di lingkungan Kankemenag Jepara. Selain itu, ia mengimbau agar pengelolaan wakaf tidak berhenti pada aspek legalitas, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami berharap semangat ini bisa ditiru oleh teman-teman yang lain dari seluruh seksi yang ada. Saya juga mengimbau agar seluruh tanah wakaf sudah memiliki sertifikat dan terus didampingi. Tanah yang sudah diwakafkan juga harus diarahkan bagaimana bisa memberikan kemaslahatan bagi umat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

    Dengan ditetapkannya Jepara sebagai Kota Wakaf, Kankemenag Jepara mendorong penguatan tata kelola perwakafan, mulai dari legalitas aset hingga pemanfaatan wakaf secara produktif. Sinergi berbagai pihak diharapkan mampu menjadikan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan yang manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat Kabupaten Jepara.

  • 22 ASN Naik Pangkat, 3 ASN Kankemenag Jepara Masuki Purna Tugas

    22 ASN Naik Pangkat, 3 ASN Kankemenag Jepara Masuki Purna Tugas

    Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menyerahkan Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat dan SK pensiun bagi ASN di lingkungan Kankemenag Kabupaten Jepara dengan Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Oktober 2026. Penyerahan SK dilaksanakan sebelum apel pagi di halaman tengah Kankemenag Kabupaten Jepara, Kamis (24/9).
    Sebanyak 22 ASN menerima SK kenaikan pangkat, yakni Ahmad Said, Isniyah, Zulfa Ratnawati, Yati Susanah, Suyanto, Siti Amriyah, Sirojul Munir, Samudi, Nurul Unsa, Nurul Akhadah, Noor Shofiyah, Hasan As’ari, Eni Sulistyowati, Moh. Izzuddin, Sarmini, Noor Hidayah, Umi Rukhayah, Komariyah Safitri, Effa Noor Hidayah, Kunadi, Ika Fauziyah Yuniyanti, dan Zumaroh.

    Sementara itu, SK pensiun diberikan kepada Eny Setyowati, Darlin, dan Masluri Penyerahan SK tersebut menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian sekaligus momentum bagi ASN untuk melanjutkan peningkatan kinerja dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
    Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin, menyampaikan apresiasi kepada ASN yang memasuki masa purna tugas atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan amanah.
    “Selamat kepada Bapak dan Ibu yang telah memasuki masa purna tugas. Terima kasih atas amanah yang telah dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Semoga segala pengabdian yang telah diberikan menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan,” ungkapnya.

    Kepada ASN yang menerima kenaikan pangkat, Akhsan berharap momentum tersebut dapat semakin meningkatkan etos kerja dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Kenaikan pangkat, menurutnya, hendaknya tidak dimaknai sekadar sebagai penghargaan, tetapi juga sebagai dorongan untuk meningkatkan tanggung jawab dan kualitas kinerja.
    “Saya berharap kenaikan pangkat ini dapat semakin meningkatkan etos kerja dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Saya juga berharap Bapak dan Ibu dapat menjadi suri teladan di lingkungan kerja masing-masing. Kenaikan pangkat bukan untuk menjadikan kita tinggi hati, tetapi justru menjadi motivasi untuk memberikan kinerja yang lebih baik, meningkatkan kompetensi, serta menjadi role model bagi sesama pegawai dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pesannya.

    Melalui penyerahan SK kenaikan pangkat dan pensiun tersebut, Kankemenag Kabupaten Jepara berharap seluruh ASN dapat terus menjaga semangat pengabdian, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan nilai-nilai ASN BerAKHLAK dan budaya pelayanan SEMANAK.

  • Indonesia Tuan Rumah Pertemuan para Imam Besar Dunia, Apa Saja yang Dibicarakan?

    Indonesia Tuan Rumah Pertemuan para Imam Besar Dunia, Apa Saja yang Dibicarakan?

    Jakarta (Kemenag) — Indonesia akan menjadi tempat berkumpulnya para imam besar dari berbagai penjuru dunia dalam International Grand Imams Conference (IGIC) 2026. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut forum yang berlangsung 25–28 September 2026 itu sebagai momentum pertama digelarnya konferensi imam besar berskala dunia.

    “Tanggal 25 sampai tanggal 28 Kita akan melakukan konferensi internasional imam-imam besar sedunia, sudah 39 negara besar yang akan ikut hadir dengan 45 delegasi. Ada imam-imam besar dari Timur Tengah tentunya seperti dari Mesir, dari Saudi Arabia kemudian juga imam besar dari Eropa, Eropa Timur kemudian juga Amerika Serikat, Korea dan Jepang dan banyak yang kita undang. Nanti pesertanya akan mungkin bertambah, kita targetkan 500 peserta, tapi ini pendaftarannya sudah bakal membludak kini karena peserta Asia Tenggara dan lokal ini juga sangat berminat untuk ikut dalam konferensi besar ini,” ujar Menag di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

    IGIC 2026 mengusung tema “Masjid Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace”. Dalam konferensi ini, para peserta akan membahas peran masjid dalam membangun harmoni, diplomasi keagamaan, perdamaian global, serta potensi ekonomi kemasjidan. Rangkaian kegiatan berlangsung di Masjid Istiqlal, Hotel Bidakara, dan Hotel Grand Sahid Jakarta.

    “Tema yang kita akan angkat ini sangat menarik, karena kita akan mengangkat masalah religious diplomacy. Bagaimana menggunakan bahasa agama yang bahasa spiritual ini untuk merajut perbedaan bahkan konflik yang ada. Kita sangat yakin bahwa dengan menggunakan bahasa agama ini ada kesadaran berlingkungan hidup, ada kesadaran untuk berdiplomasi secara nurani. Dengan demikian diharapkan konflik-konflik yang ada itu bisa diredam dengan menggunakan bahasa esensi kemanusiaan karena kita sangat yakin humanity is only one, kemanusiaan itu hanya satu,” jelas Menag.

    Konferensi juga akan diikuti peserta nasional dari berbagai unsur, antara lain imam masjid dari seluruh Indonesia, unsur Kementerian Agama pusat dan wilayah, rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta, pengurus wilayah dan daerah Ikatan Persaudaraan Imam Masjid, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, akademisi, serta pemerhati dan aktivis perdamaian dunia. Sebelum konferensi utama, rangkaian Bridging to IGIC telah dilaksanakan di lima provinsi, yaitu Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Banten, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

    “Kita juga ingin mengangkat masjid itu sebagai pusat peradaban dan pusat pengembangan penguatan umat. Kita akan menggunakan bahasa agama ini untuk bahasa perdamaian. Jadi kalau kita sangat yakin betul, kalau kita berpegang teguh kepada dasar-dasar agama kita yang sangat substantial itu sesungguhnya rasa kemanusiaan itu akan menjadi satu di seluruh dunia. Tidak ada lagi sekat-sekat yang ekstrim antara satu benua dengan benua yang lain, antara satu negara dengan negara yang lain. Kenapa kita yakin, apapun warna kulitnya, apapun etniknya, apapun bahasanya, jenis kelaminnya semuanya punya hati nurani yang sama sebagai makhluk Allah dan anak cucu Adam,” kata Menag.

    Salah satu hasil yang ditargetkan dari IGIC 2026 adalah Jakarta Understanding, yang akan dirumuskan dalam rangkaian kegiatan pada 27 September. Forum tersebut juga akan membahas pembentukan International Grand Imam Forum sebagai wadah kebersamaan para imam dalam merespons persoalan global. Selain itu, konferensi akan membahas potensi ekonomi kemasjidan sebagai salah satu agenda panel pada 26 September.

    “Akan ada deklarasi, ada Jakarta Understanding nanti yang kita akan merekomendasikan kepada seluruh imam-imam dari berbagai pelosok dunia nanti bagaimana supaya masjid itu akan berkontribusi terhadap penciptaan harmoni dalam kehidupan bersama di muka bumi ini,” pungkas Menag.

  • Ukir Prestasi di MTQ Nasional XXXI, Dua Kafilah Jepara Terima Penghargaan

    Ukir Prestasi di MTQ Nasional XXXI, Dua Kafilah Jepara Terima Penghargaan

    Jepara – Kafilah Jepara yang berhasil meraih prestasi pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 terima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Jepara. Penghargaan tersebut diberikan kepada Agung Prabowo, peraih Juara I Cabang Kaligrafi Naskah Putra, serta Dewi Alimah, peraih Juara III Cabang Kaligrafi Kontemporer Putri.

    Pemberian penghargaan berlangsung di Pendopo Kabupaten Jepara, Rabu (23/9/2026), dan dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Jepara Periode 2026–2031. Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah mengharumkan nama Kabupaten Jepara di tingkat nasional.

    Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menyampaikan apresiasi dan kebanggaan kepada Agung Prabowo dan Dewi Alimah atas capaian yang diraih. Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi para generasi muda Jepara untuk terus mengembangkan potensi di bidang Al-Qur’an, sekaligus mendorong pembinaan tilawatil Qur’an secara berkelanjutan melalui sinergi pemerintah daerah, LPTQ, dan berbagai pihak terkait.

  • Pengurus LPTQ Kabupaten Jepara Periode 2026–2031 Resmi Dilantik, Perkuat Sinergi Pembinaan Al-Qur’an

    Pengurus LPTQ Kabupaten Jepara Periode 2026–2031 Resmi Dilantik, Perkuat Sinergi Pembinaan Al-Qur’an

    Jepara – Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Jepara periode 2026–2031 resmi dilantik dan diambil sumpah jabatan di Pendopo Kabupaten Jepara. Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan dan pengembangan potensi generasi Qur’ani di Kabupaten Jepara.

    Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menyampaikan apresiasi atas pelantikan kepengurusan baru LPTQ Kabupaten Jepara. Ia berharap jajaran pengurus dapat memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jepara, khususnya dalam bidang keagamaan.
    “Ini merupakan apresiasi yang membanggakan bagi Kabupaten Jepara. Kami mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus LPTQ Kabupaten Jepara yang baru saja dilantik. Kami berharap ke depan dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jepara, khususnya dalam bidang keagamaan,” ujarnya.

    Ia juga mendorong agar pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) kembali dilaksanakan di Kabupaten Jepara pada tahun mendatang. Menurutnya, MTQ menjadi salah satu wadah untuk menggali dan mengembangkan potensi generasi Qur’ani sehingga dapat dipersiapkan untuk berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional.
    “Kami berharap tahun depan sudah ada MTQ agar bibit-bibit yang ada dapat terus dibina. Kita ingin menggali potensi-potensi yang ada di Kabupaten Jepara sehingga nantinya mampu membawa nama Jepara di tingkat provinsi maupun nasional,” lanjutnya.

    Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pengurus LPTQ periode 2026–2031 diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat program pembinaan Al-Qur’an secara berkelanjutan. Sinergi antara LPTQ, Pemerintah Kabupaten Jepara, dan Kantor Kementerian Agama diharapkan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

  • Kemenag Jepara Evaluasi Pembangunan ZI 2025, Siapkan Evidence ZI 2026

    Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara melaksanakan Evaluasi Penilaian Pembangunan Zona Integritas (ZI) Tahun 2025 sekaligus persiapan penyusunan evidence Pembangunan ZI Tahun 2026. Kegiatan berlangsung selama tiga hari pada hari Senin hingga Rabu, 21-23 September 2026 di Ruang Rapat PTSP Kankemenag Jepara. Evaluasi ini diikuti oleh seluruh area kerja ZI.

    Kegiatan tersebut menjadi tindak lanjut hasil penilaian Pembangunan ZI Tahun 2025 dengan melakukan review terhadap masing-masing area kerja. Evaluasi dilaksanakan secara bertahap dengan membahas enam area perubahan dalam pembangunan Zona Integritas, sehingga setiap area dapat mengidentifikasi hasil penilaian, tindak lanjut, serta kebutuhan evidence yang perlu dipersiapkan untuk penilaian tahun 2026.

    Melalui kegiatan ini, Kankemenag Jepara mendorong setiap area kerja untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan, melengkapi dokumen pendukung, serta memastikan pelaksanaan pembangunan ZI dapat dibuktikan melalui evidence yang relevan dan terukur. Hasil evaluasi diharapkan menjadi dasar penguatan pembangunan Zona Integritas Kankemenag Jepara pada tahun 2026.

  • Logo, Tema, dan Rangkaian Hari Santri 2026 Diluncurkan, Menag: Momentum Pengingat Peran Ulama dan Santri

    Logo, Tema, dan Rangkaian Hari Santri 2026 Diluncurkan, Menag: Momentum Pengingat Peran Ulama dan Santri

    Jakarta (Kemenag) — Kementerian Agama meluncurkan logo dan tema Hari Santri 2026. Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, rangkaian acara Hari Santri menjadi momentum untuk mengingat kembali peran ulama dan santri dalam sejarah perjuangan bangsa.

    “Para analis sejarah melihat bahwa seandainya tidak ada peristiwa yang kita kenal dengan peristiwa tanggal 22 Oktober (1945) itu, barangkali sejarah Indonesia akan tidak seperti sekarang. Peran ulama, peran yang kita kenal dengan jihad santri itu yang disalurkan dengan Resolusi Jihad, dahsyat sekali,” jelasnya di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

    “Dengan bersama-sama membaca Bismillahirrahmanirrahim, rangkaian acara, logo dan tema Hari Santri Tahun 2026 secara resmi diluncurkan,” ujar Menag.

    Peringatan Hari Santri tahun ini akan diisi dengan beragam agenda yang menyoroti kontribusi santri dan penguatan kemandirian pesantren.

    Surat Santri untuk Presiden (22 September – 8 Oktober)

    Melalui sayembara ini, para santri dapat menyampaikan mimpi, harapan, gagasan, dan pesan tentang masa depan bangsa secara langsung kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

    Sayembara tersebut mengangkat tiga tema, yaitu aspirasi tentang pendidikan, kepedulian terhadap lingkungan, serta harapan untuk kesejahteraan rakyat. Pemenang akan diumumkan pada 8 Oktober 2026 dan diundang menghadiri Malam Bakti Santri untuk Negeri.

    Surat terbaik dari para peserta selanjutnya akan disampaikan kepada Presiden Prabowo sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan gagasan santri tentang masa depan Indonesia.

    “Kami juga sudah sampaikan langsung kepada Bapak Presiden kemarin di Gontor, itu akan Hari Santri ini. Kemudian juga, pokoknya Bapak Presiden sangat well informed tentang program santri ini,” ungkap Menag.

    Pesantren Award (22 September – 24 Oktober)

    Menag mengatakan, sejumlah agenda telah disiapkan untuk memeriahkan Hari Santri 2026. Salah satunya Pesantren Award, yang akan memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang dinilai berkontribusi dalam penguatan pesantren, termasuk kepala daerah.

    “Kita akan nanti memberikan penghargaan-penghargaan tertentu kepada siapapun juga, apakah itu instansi atau perorangan, yang memberikan kontribusi terhadap penguatan pondok pesantren,” ungkapnya.

    Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said menambahkan, penghargaan ini akan diberikan kepada sejumlah kepala daerah yang dinilai aktif mendukung penguatan pesantren.

    “Untuk Hari Santri tahun 2026, kita akan mencoba memberikan penghargaan kepada sejumlah kepala daerah yang telah berkontribusi dan aktif mendukung pesantren. Penghargaan tersebut nantinya akan diberi nama Pesantren Award,” ujar Basnang.

    Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (30 September – 6 Oktober)

    Selain itu, Kemenag menyiapkan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara, yang akan dilaksanakan di Kabupaten Malang. Kegiatan tersebut akan mempertemukan santri dari berbagai daerah sekaligus menghadirkan pendekatan baru dalam kegiatan kepramukaan di lingkungan pesantren.

    “Insyaallah kita rencanakan nanti tanggal 30 September sampai 6 Oktober. Jadi, kita akan kumpul seluruh santri-santri itu. Bagaimana dengan entitasnya itu bisa menampilkan satu semangat baru dan juga sekaligus satu pendekatan lain di dalam melaksanakan kegiatan kepramukaan,” terang Menag.

    Santri Vision (2-20 Oktober)

    Agenda lainnya adalah Santri Vision, yang menjadi ruang untuk menampilkan sosok-sosok terbaik dari lingkungan pesantren. Menag menyebut, pendidikan pesantren memiliki kekuatan dan karakter tersendiri yang relevan dengan perkembangan zaman.

    “Seorang peneliti dari Inggris mengagetkan saya juga bahwa setelah melakukan penelitian tentang tradisi Pesantren, dia berkesimpulan bahwa justru konsep pendidikan Pesantren itu adalah model pendidikan yang paling canggih, sophisticated school,” ungkap Menag.

    Santri Vision mencakup sejumlah kategori, antara lain Naskah, Kebijakan, dan Komunikasi Ilmiah (Paper & Policy); Audio-Visual, Seni Visual, dan Digital Media (Audio-Visual & Creative Media); serta Inovasi Digital dan Teknologi Pesantren (Digital Innovation & Technology).

    Melalui agenda ini, Kemenag mendorong agar berbagai karya dan inovasi pesantren dapat semakin dikenal serta menjadi bagian dari penguatan peran pesantren dalam pembangunan bangsa.

    Halaqah Penguatan Ditjen Pesantren (8-9 Oktober)

    Kemenag juga akan menggelar Halaqah Penguatan Ditjen Pesantren. Forum ini diarahkan untuk menyusun peta jalan pengembangan pesantren ke depan sehingga pesantren dapat terus berkembang dan memperkuat daya saingnya.

    “Nanti teman-teman pesantren akan mencoba menciptakan semacam road map, peta jalan Pondok Pesantren ke depan,” kata Menag.

    Menurut Dirjen Pesantren Basnang Said, rangkaian penguatan tersebut juga akan melibatkan pemerintah daerah. Kemenag akan mengundang gubernur, bupati, dan wali kota, khususnya daerah yang telah memiliki peraturan daerah tentang pesantren.

    “Untuk provinsi-provinsi lain yang belum memiliki perda, tentu kita berharap mereka dapat segera menyusunnya sebagai langkah untuk mendukung pelaksanaan program-program pesantren,” kata Basnang.

    Mu’tamad Santri (14-15 Oktober)

    Sebuah forum akademik yang bertujuan memperkuat mutu pendidikan pesantren, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta mendorong pengembangan pesantren yang berdaya saing global.

    Kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan sekitar 250 peserta secara luring dan 500 peserta secara daring.

    Festival Sarung dan Peci Santri (16 Oktober)

    Selanjutnya, terdapat Festival Sarung dan Peci Santri yang mengangkat sarung dan peci sebagai bagian dari identitas pesantren sekaligus budaya Indonesia. Menag mengatakan, kemajuan tidak harus berarti meninggalkan tradisi bangsa.

    “Karena salah satu identitas Pondok Pesantren itu sarung dan peci. Kita bisa meraih perkembangan ke depan yang lebih bagus tanpa harus meninggalkan tradisi asli kita, bangsa Indonesia. Itulah Pondok Pesantren,” ujarnya.

    Expo Kemandirian Pesantren (16-24 Oktober)

    Kemenag juga menyiapkan Expo Kemandirian Pesantren untuk memperlihatkan berbagai potensi dan capaian pesantren kepada masyarakat. Menag mengatakan, pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga melahirkan berbagai sumber daya manusia di bidang ekonomi.

    “Nanti ada eksponya. Kita akan tunjukkan kepada dunia bahwa pesantren bukan hanya bisa hafal Al-Qur’an” katanya.

    Menurut Dirjen Pesantren Basnang Said, expo ini akan kita laksanakan di Lapangan Banteng, Kementerian Agama.

    “Ini penting karena sejak tahun 2021 sampai 2025 ada 4.185 pesantren yang mendapatkan bantuan inkubasi. Dari 4.185 pesantren tersebut, kemudian bertransformasi menjadi BUMPES, Badan Usaha Milik Pesantren. Inilah yang nanti kira-kira akan kita minta untuk memamerkan produk-produknya,” ujar Basnang.

    Basnang memaparkan, expo ini juga akan menjadi bukti bahwa negara telah hadir membantu kewirausahaan pesantren, yang juga berkontribusi menguatkan perekonomian di tengah-tengah masyarakat.

    “Temanya mencakup makanan dan minuman, buku, pakaian khas Nusantara, serta produk-produk khas lainnya. Semuanya nanti akan kita pamerkan dan semoga juga memiliki nilai ekonomi,” tuturnya.

    Upacara Hari Santri (22 Oktober)

    Selain berbagai agenda tersebut, peringatan Hari Santri akan diisi dengan Upacara Hari Santri pada 22 Oktober.

    “Upacara Hari Santri, yang nanti kita akan tradisikan itu. Setiap tanggal 22 Oktober itu kita peringati sebagai Hari Santri,” kata Menag.

    Malam Bakti Santri untuk Negeri (24 Oktober)

    Basnang mengatakan, Malam Bakti Pesantren untuk Negeri rencananya digelar di Istora Senayan, Jakarta. Kegiatan tersebut akan digerakkan oleh Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama. Kemenag juga berencana mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk hadir dalam kegiatan tersebut.

    “Dalam minggu-minggu ini kami akan menyampaikan surat kepada beliau, tentu melalui Pak Menteri Agama, untuk mengundang Bapak Presiden agar hadir dalam Malam Bakti Pesantren untuk Negeri,” ujar Basnang. 

  • NGOPI Bersama Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Bahas Akses Pendidikan melalui PIP

    NGOPI Bersama Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Bahas Akses Pendidikan melalui PIP

    Jepara – MAN 1 Jepara menjadi ruang bertemunya aspirasi, kolaborasi, dan komitmen untuk kemajuan pendidikan Islam melalui kegiatan NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam) bersama H. Abdul Wachid, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Jumat (18/9). Sekitar 200 wali murid MTsN 1 Jepara dan MAN 1 Jepara, penerima Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2026, turut mengikuti kegiatan ini. H. Abdul Wachid menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat Jepara, khususnya siswa madrasah melalui program PIP. Sementara itu, Kepala Kankemenag Kabupaten Jepara H. Akhsan Muhyiddin menegaskan pentingnya sinergi untuk memajukan pendidikan Islam agar terus berkembang dan mampu bersaing dengan pendidikan umum. Ketika pemerintah, wakil rakyat, madrasah, dan masyarakat bergerak bersama, semakin banyak anak bangsa yang memiliki kesempatan untuk meraih kesuksesan.

  • Peresmian Gedung PHTC dalam acara NGOPI, Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan Islam di Jepara

    Peresmian Gedung PHTC dalam acara NGOPI, Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan Islam di Jepara

    Jepara – Bukan sekadar ngobrol, tetapi menyatukan gagasan untuk kemajuan madrasah. Semangat tersebut terasa dalam kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) sekaligus peresmian Gedung PHTC di MTs Darul Ulum Srikandang, Jumat (18/9). Kegiatan dihadiri Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H. Abdul Wachid, Bupati Jepara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, serta guru dan tenaga kependidikan se-Kecamatan Bangsri. NGOPI menjadi ruang dialog dan silaturahmi untuk menyerap aspirasi sekaligus membahas penguatan pendidikan Islam. Kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi pemerintah, legislatif, Kementerian Agama, madrasah, guru, dan masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dalam sambutan kakankemenag kab. Jepara, Akhsan Muhyiddin menyampaikan bahwa madrasah maju bukan hanya karena gedungnya semakin baik, tetapi karena orang-orang di dalamnya terus bergerak, berkolaborasi, dan berinovasi.

  • BWI Jepara Tekankan Pentingnya Wakaf Produktif, Wakaf Uang, dan Legalitas Aset

    BWI Jepara Tekankan Pentingnya Wakaf Produktif, Wakaf Uang, dan Legalitas Aset

    Jepara – Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Jepara kembali melaksanakan Sosialisasi Perwakafan pada hari kedua dengan tema “Pengembangan Wakaf Produktif dan Optimalisasi Wakaf Uang”, Kamis (17/9/2026). Kegiatan berlangsung di Aula I Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara dan diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai unsur yang memiliki peran dalam penyelenggaraan dan pengelolaan wakaf.

    Sosialisasi hari kedua ini diikuti oleh Kepala KUA/PPAIW, Kasi Sosial dan Lingkungan Hidup Kantor Kecamatan, Penyuluh Agama Islam, Operator Wakaf, Nazhir Badan Hukum, serta Nazhir Perseorangan. Peserta berasal dari delapan kecamatan, yaitu Kecamatan Jepara, Karimunjawa, Pakisaji, Mlonggo, Bangsri, Kembang, Keling, dan Donorojo.

    Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara yang juga selaku Wakil Ketua BWI Kabupaten Jepara, Badrudin, dalam sambutan sekaligus pembinaannya menyampaikan bahwa pengembangan perwakafan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari wakif, PPAIW, nazhir, penyuluh agama hingga instansi terkait.

    Badrudin mendorong agar potensi komunitas muslim di Kabupaten Jepara dapat dioptimalkan untuk menjadi wakif. Menurutnya, proses perwakafan tidak berhenti setelah dilaksanakannya ikrar wakaf, tetapi harus dilanjutkan dengan pengelolaan harta benda wakaf secara optimal, produktif, dan profesional.

    “Komunitas muslim di Jepara dapat kita rekrut dan dorong untuk menjadi wakif. Ketika sudah ada proses ikrar wakaf, selanjutnya bagaimana nazhir dapat mengelola harta wakaf secara optimal dan maksimal, sehingga tercipta nazhir yang profesional,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Badrudin menekankan pentingnya menjaga dan memberikan kepastian terhadap harta benda wakaf melalui proses legalisasi serta digitalisasi. Legalitas aset wakaf menjadi bagian penting dalam memberikan perlindungan hukum, sedangkan digitalisasi diharapkan dapat mendukung tertib pendataan, administrasi, dan pengelolaan aset wakaf.

    “Jangan sampai kita hanya fokus pada perolehan wakaf, tetapi lupa bagaimana menjaga harta wakaf tersebut. Karena itu, legalisasi dan digitalisasi harta benda wakaf menjadi hal yang penting,” lanjutnya.

    Usai sambutan dan pembinaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi oleh narasumber dari BWI Kabupaten Jepara, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, serta Kantor Pertanahan Kabupaten Jepara.

    Materi yang disampaikan mencakup pengembangan wakaf produktif dan optimalisasi wakaf uang, serta legalisasi tanah wakaf. Para peserta mendapatkan penguatan mengenai strategi pengelolaan aset wakaf agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.

    Pelaksanaan sosialisasi hari kedua ini diharapkan semakin meningkatkan kapasitas dan pemahaman para pengelola wakaf di Kabupaten Jepara. Dengan penguatan kompetensi nazhir, optimalisasi wakaf produktif dan wakaf uang, serta dukungan legalisasi dan digitalisasi aset, potensi wakaf di Kabupaten Jepara diharapkan dapat dikelola secara profesional dan memberikan kemaslahatan yang lebih besar bagi umat.

Translate »
Skip to content