Jepara – Kementerian Agama Republik Indonesia secara serentak di seluruh Indonesia menyelenggarakan kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas Tahun 2026 dengan mengusung tema “Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri”. Di Kabupaten Jepara, kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula II Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara dengan menghadirkan anak-anak yatim, penyandang disabilitas, serta berbagai pihak yang mendukung penguatan program sosial keagamaan.
Tema yang diangkat tahun ini menjadi refleksi semangat untuk membangun masyarakat yang inklusif, ramah, dan memberikan ruang yang sama bagi seluruh anak bangsa untuk tumbuh, berkembang, serta menyampaikan harapan dan kontribusinya bagi negeri. Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama ingin menegaskan bahwa setiap anak, termasuk anak yatim dan penyandang disabilitas, memiliki potensi dan peran penting dalam pembangunan bangsa.
Pada kesempatan tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Jepara menyalurkan berbagai bantuan yang bersumber dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara dengan total nilai bantuan mencapai Rp167.800.000. Bantuan yang disalurkan meliputi:
23 anak yatim menerima Beasiswa Pendidikan Berjangka selama 3 tahun senilai Rp82.800.000.
80 anak yatim menerima Bantuan Biaya Pendidikan senilai Rp20.000.000.
20 anak penyandang disabilitas menerima Bantuan Biaya Pendidikan senilai Rp5.000.000.
1 anak penyandang disabilitas menerima bantuan berupa kursi roda.
30 penerima manfaat memperoleh Bantuan Modal Usaha dengan total nilai Rp60.000.000.
Dalam sambutannya, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, H. Bin H.M. Burhan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengelolaan dana zakat yang amanah dan tepat sasaran untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan kepada masyarakat.
Beliau menuturkan bahwa tema “Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri” mengandung makna bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk didengar, dihargai, dan diberi kesempatan mengembangkan potensinya. Oleh karena itu, melalui program bantuan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi ini, diharapkan para penerima manfaat dapat memperoleh dukungan yang cukup untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Dana zakat yang dihimpun melalui UPZ Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara merupakan amanah dari para muzaki yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab. Melalui kegiatan ini, kami berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak yatim dan penyandang disabilitas untuk terus belajar, berkarya, serta berkontribusi bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.
Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh ASN Kementerian Agama dan masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan umat yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Para penerima manfaat tampak antusias mengikuti rangkaian acara serta menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Diharapkan melalui kegiatan ini, semangat kepedulian sosial, inklusivitas, dan pemberdayaan masyarakat dapat terus tumbuh sehingga zakat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas serta menjadi sarana mewujudkan kemaslahatan bagi umat dan bangsa.










