Jepara — Upaya mewujudkan pelayanan publik yang prima terus diperkuat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara. Salah satunya melalui pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pelayanan publik (PEKPPP) oleh Biro Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kementerian Agama RI untuk meninjau tindak lanjut pemenuhan evidence PEKPPP sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan dan percepatan reformasi birokrasi, Rabu (14/10). Tim Biro Ortala Kemenag RI yang terdiri atas Chilyati dan Nopika Aritsari hadir didampingi tim Ortala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi ruang pendampingan dan evaluasi terhadap berbagai upaya yang telah dilakukan Kankemenag Jepara dalam membangun tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Tim Biro Ortala Kemenag RI, Chilyati dan Nopika Aritsari, hadir didampingi tim Ortala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah. Evaluasi dilakukan untuk melihat berbagai upaya Kankemenag Jepara dalam membangun tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Chilyati menyampaikan bahwa kualitas pelayanan menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan instansi pemerintah. Berdasarkan hasil penilaian PEKPPP sebelumnya, Kankemenag Jepara dinilai sudah cukup baik. Namun, capaian tersebut perlu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, dari hasil PEKPPP kemarin, Kankemenag Kabupaten Jepara sudah cukup baik. Namun, kita tidak boleh tertinggal dan harus terus maju. Semangat meningkatkan kualitas pelayanan harus selalu dijaga. Apa yang sudah baik bisa terus diperkuat, sementara yang masih kurang kita perbaiki bersama,” ungkap Chilyati.
Ia menegaskan bahwa kegiatan monev bukan sekadar penilaian, melainkan juga pendampingan untuk mengidentifikasi kekurangan dan memperkuat praktik baik yang telah berjalan. Ia turut mendorong Kankemenag Jepara mengembangkan inovasi pelayanan yang dapat direplikasi oleh satuan kerja lainnya.
“Kalau ada inovasi yang baik, jangan gengsi untuk meniru dan mereplikasi. Praktik baik tersebut bisa diterapkan di seluruh satuan kerja,” pesannya.
Dalam pemaparan inovasi layanan, Kepala Kankemenag Jepara menegaskan bahwa kemudahan akses masyarakat menjadi salah satu fokus pengembangan pelayanan di Kankemenag Jepara. Melalui SEMANAK dengan tagline “SEMANAK Mengabdi, SEMANAK Melayani”, masyarakat dapat mengakses layanan secara daring sehingga proses pelayanan menjadi lebih praktis dan tidak selalu mengharuskan masyarakat datang langsung ke kantor.
Kehadiran SEMANAK juga menjadi langkah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, tanpa dibatasi jarak dan waktu perjalanan menuju kantor. Dengan memanfaatkan platform tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi dan mengakses layanan secara lebih mudah, sementara proses pelayanan terus diarahkan agar semakin efektif, transparan, dan akuntabel.
Selain penguatan layanan digital, Kankemenag Jepara terus memperkuat tata kelola administrasi berbasis data, termasuk pengelolaan data 813 pegawai dan pendataan 580 lembaga formal. Dukungan data yang tertata menjadi bagian penting dalam memastikan penyelenggaraan pelayanan berjalan lebih terukur dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui monev PEKPPP ini, Kankemenag Jepara diharapkan dapat menindaklanjuti hasil evaluasi secara konsisten, menyempurnakan bukti dukung kinerja, serta mengembangkan inovasi pelayanan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan SEMANAK, Kankemenag Jepara terus mendorong pelayanan publik yang semakin mudah dijangkau, termasuk melalui akses daring, sekaligus mempersiapkan diri menjadi percontohan reformasi birokrasi bagi satuan kerja lainnya.







