Jepara — Pergantian kepemimpinan bukan sekadar peralihan jabatan, melainkan momentum untuk melanjutkan pengabdian dan memperkuat kualitas pendidikan. Pesan tersebut mengemuka dalam acara pisah sambut Kepala MTsN 2 Jepara pada Senin (12/10).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin, menyampaikan bahwa pengelolaan pendidikan membutuhkan kesinambungan agar lembaga terus bertumbuh dan berkembang. Pengalaman yang telah dibangun oleh pemimpin sebelumnya perlu menjadi pijakan bagi kepemimpinan berikutnya. Menurutnya, pertukaran pengalaman dan komunikasi yang baik menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan program sekaligus mendorong kemajuan madrasah.
Akhsan Muhyiddin mengibaratkan kepala madrasah sebagai seorang masinis yang memegang peran penting dalam menentukan arah perjalanan lembaga pendidikan. Karena itu, Mahbub diharapkan mampu melanjutkan capaian yang telah dirintis sekaligus menghadirkan terobosan yang relevan dengan kebutuhan madrasah. “Kita menunggu apa yang akan dilakukan Pak Mahbub sebagai masinis yang baru. Pendidikan harus memiliki kesinambungan. Banyak pengalaman dan cerita dalam mengelola lembaga pendidikan yang bisa saling ditukarkan, dan kesinambungan itu akan terjalin dengan baik ketika komunikasi dibangun secara baik pula,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Akhsan juga menyampaikan enam pesan penting sebagai bekal bagi Kepala Madrasah yang baru dalam menjalankan kepemimpinan. Pertama, tidak terburu-buru bereaksi sebelum memahami persoalan secara utuh. Kedua, mampu menahan emosi dalam menghadapi berbagai situasi. Ketiga, berani bertanggung jawab atas keputusan dan tindakan yang diambil. Keempat, tidak menggunakan jabatan sebagai alat untuk menekan orang lain. Kelima, menghindari sikap terlalu mengontrol hal-hal kecil serta memberikan kepercayaan kepada tim. Keenam, bersedia mendengarkan masukan dan saran dari berbagai pihak.
Enam pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan yang efektif tidak hanya ditentukan oleh kewenangan, tetapi juga oleh kemampuan memahami persoalan, mengelola emosi, membangun kepercayaan, dan membuka ruang komunikasi. Kepala madrasah diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang sehat sehingga seluruh warga madrasah dapat berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.






