Penulis: editor

  • KKGMI Kabupaten Jepara Resmi Bentuk Kepengurusan Baru untuk Periode 2025–2029

    KKGMI Kabupaten Jepara Resmi Bentuk Kepengurusan Baru untuk Periode 2025–2029

    Jepara — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, H. Akhsan Muhyiddin, memberikan arahan kepada calon pengurus Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) Kabupaten Jepara pada Jumat (31/10/2025). Kegiatan yang dilaksanakan di Aula 2 Kankemenag Kabupaten Jepara tersebut diikuti oleh calon pengurus KKGMI serta para Pengawas Madrasah Ibtidaiyah selaku pendamping guru dan pembina dalam jajaran kepengurusan yang akan dibentuk.

    Dalam arahannya, Kepala Kankemenag menekankan bahwa KKGMI memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru madrasah. Melalui kegiatan KKGMI, diharapkan para guru dapat berperan aktif dalam pembentukan karakter peserta didik serta penanaman nilai-nilai luhur bangsa. KKGMI juga diharapkan menjadi wadah pembinaan yang mampu mendorong peningkatan mutu pembelajaran di lingkungan madrasah ibtidaiyah.

    Rapat yang berlangsung dengan tertib dan penuh semangat tersebut menghasilkan pembentukan kepengurusan KKGMI Kabupaten Jepara. Berdasarkan hasil musyawarah, ditetapkan:

    • Nurul Khoiruddin sebagai Ketua KKGMI Mapel PAI,
    • Suhari sebagai Ketua KKGMI Guru Kelas, dan
    • Mamik Tri Handayani sebagai Ketua KKGMI Mapel Penjaskes.

    Kepengurusan lengkap akan disusun dan diadministrasikan sebagai usulan Surat Keputusan (SK) dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara.

    Setelah terbentuk, pengurus KKGMI periode 2025–2029 akan segera merumuskan program kerja tahunan serta mengoordinasikan pembentukan KKGMI di tingkat kecamatan dan satuan pendidikan.

    Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, diharapkan kegiatan peningkatan kompetensi guru madrasah di Kabupaten Jepara dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan madrasah

  • Perkuat Etos Kerja dan Profesionalitas, Kemenag Jepara Gelar Pembinaan Mental ASN

    Perkuat Etos Kerja dan Profesionalitas, Kemenag Jepara Gelar Pembinaan Mental ASN

    Jepara — Dalam rangka memperkuat etos kerja dan meningkatkan profesionalitas pegawai, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menggelar kegiatan pembinaan mental ASN, bertempat di Aula 1 Kankemenag Jepara pada Kamis (30/10/2025). Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh ASN di lingkungan Kankemenag Jepara.

    Kepala Kantor Kemenag Jepara Akhsan Muhyiddin menyampaikan bahwa dalam perjalanan karier, ASN akan melalui fase-fase kebahagiaan dan kesedihan. Namun, semuanya harus disyukuri sebagai bagian dari takdir dan pengabdian. “Semua itu ada kebahagiaan, ada kesedihan. Kita harus bersyukur atas segala yang kita terima,” ujarnya.

    Akhsan juga menyinggung tentang penambahan pegawai baru di lingkungan Kankemenag Jepara. Menurutnya, hal tersebut harus disikapi dengan bijak sebagai peluang memperkuat kinerja organisasi. “Penambahan pegawai merupakan berkah sekaligus tantangan. Jumlah SDM kita luar biasa, tapi kalau tidak bisa kita manfaatkan dengan baik, justru bisa menjadi beban. Mari kita berdayakan potensi yang ada, bagi tugas dengan seimbang, dan saling mendukung sesama” tegasnya.

    Menutup arahannya, Akhsan mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan kemampuan diri melalui semangat belajar yang berkelanjutan. “Mari kita tingkatkan potensi kita, terus belajar, karena ilmu jangan pernah berhenti pada diri kita. Dengan begitu, profesionalitas ASN Kemenag Jepara akan semakin meningkat,” pungkasnya.

  • Kemenag Jepara Gelar Upacara Bendera Peringati Hari Sumpah Pemuda

    Jepara – Dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda ke-97 kantor kementerian agama kabupaten Jepara menggelar upacara bendera di halaman kankemenag pada Selasa (28/10/2025). Upacara diikuti oleh seluruh ASN Kankemenag Jepara dan berlangsung khidmat.

    Kasubbag TU Badrudin bertindak sebagai pembina upacara dalam amanatnya menegaskan bahwa semangat persatuan tidak lagi ditunjukkan melalui perjuangan fisik, melainkan melalui kerja nyata, penguasaan ilmu, kejujuran, inovasi, dan kontribusi yang relevan dengan zaman.

    “Kita hidup di zaman yang berat, dunia bergerak cepat. Namun kita tidak boleh takut karena di setiap kampung, di setiap kota, masih ada anak muda Indonesia yang jujur, tangguh, dan berani. Indonesia tidak boleh kalah” ujarnya.

    Rangkaian upacara dimulai pukul 07.30 WIB dengan pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, naskah Sumpah Pemuda, amanat pembina upacara, dan ditutup dengan doa bersama.

    Melalui momentum ini, Kemenag Jepara menegaskan komitmennya untuk terus mengawal agenda kebangsaan, memperkuat moderasi beragama, serta menghadirkan pelayanan publik yang berintegritas sebagai implementasi semangat persatuan yang diwariskan para pemuda Indonesia.

  • Orientasi PPPK Tahap II Non-Optimalisasi Kankemenag Jepara: Penekanan Tugas dan Etika ASN

    Orientasi PPPK Tahap II Non-Optimalisasi Kankemenag Jepara: Penekanan Tugas dan Etika ASN

    Jepara — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin, membuka Orientasi Pengenalan Kementerian dan Etika Tugas bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II non-optimalisasi. Kegiatan ini berlangsung di Aula 1 Kankemenag Jepara, Senin (27/10/2025).

    Dalam arahannya, Akhsan Muhyiddin menegaskan bahwa PPPK merupakan bagian integral dari Aparatur Sipil Negara (ASN), bukan sekadar pelengkap birokrasi. Ia menekankan agar PPPK mematuhi regulasi hak dan kewajiban ASN, serta mampu memantaskan diri sebagai pelayan publik.

    “Bapak-Ibu sudah menjadi bagian dari ASN. Jadilah teladan pelayanan, bangun nilai kerja yang baik, serta jadikan integritas, profesionalitas, dan orientasi pada kemaslahatan sebagai pijakan,” ujar Akhsan.

    Peserta dibekali materi nilai-nilai dasar PPPK yang meliputi disiplin, kerapian seragam, komitmen pada tugas, integritas, dan profesionalitas.

    Selain itu, dipaparkan pula hak-hak PPPK seperti cuti, peningkatan kompetensi, perlindungan hukum, dan evaluasi kinerja. Sementara kewajiban PPPK mencakup pelaksanaan tugas sesuai kontrak, menjaga rahasia jabatan, menaati kode etik dan nilai-nilai Kemenag, serta menjaga netralitas politik.

    Di akhir kegiatan, peserta diperkenalkan dengan nilai budaya kerja Kankemenag Jepara, yaitu “Semanak” — singkatan dari Senyum, Mudah, Akuntabel, Amanah, Ikhlas — yang menjadi tagline pelayanan di lingkungan Kemenag Jepara.

  • Implementasi Ekoteologi untuk Ketahanan Pangan, Kankemenag Jepara Gelar Penanaman Tumbuhan

    Implementasi Ekoteologi untuk Ketahanan Pangan, Kankemenag Jepara Gelar Penanaman Tumbuhan

    Jepara — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara melaksanakan kegiatan penanaman tumbuhan produktif sebagai wujud implementasi ekoteologi untuk memperkuat ketahanan pangan. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Kankemenag kabupaten Jepara pada 22-24 Oktober 2025 dan diikuti oleh seluruh ASN Kankemenag Jepara.

    Kepala Kankemenag Jepara Akhsan Muhyiddin menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya bernilai ekologis, tetapi juga memiliki dimensi keagamaan dan sosial. “Penanaman ini merupakan bentuk pengamalan nilai-nilai ekoteologi, yakni menjaga bumi sebagai amanah Tuhan sekaligus menciptakan kebermanfaatan nyata bagi keberlanjutan hidup, termasuk pada aspek pangan,” ujarnya.

    Setiap bibit yang sudah ditanam diberi nama sesuai dengan nama ASN yang menanamnya, sebagai bentuk identitas sekaligus komitmen tanggung jawab atas pemeliharaan tanaman tersebut, mulai dari perawatan, penyiraman, hingga memastikan tumbuh kembang tanaman dapat berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang. Program ini dirancang sebagai gerakan berkelanjutan, tidak berhenti pada proses penanaman tetapi juga menekankan pada perawatan dan pemanfaatan hasilnya.

    Melalui pendekatan ekoteologi, KaKankemenag Jepara ingin menegaskan peran agama dalam merawat lingkungan sekaligus menjawab tantangan ketahanan pangan nasional. “Kolaborasi keagamaan dan ekologi harus menghadirkan dampak. Alam dijaga, masyarakat sejahtera,” tambahnya.

  • Puncak Festival Kerukunan: Kemenag RI Tetapkan Desa Plajan sebagai ‘Desa Kerukunan’

    Puncak Festival Kerukunan: Kemenag RI Tetapkan Desa Plajan sebagai ‘Desa Kerukunan’

    Jepara (Humas) — Festival Kerukunan Desa Plajan mencapai puncak acara, seremoni yang sangat hangat dan penuh makna memperkuat komitmen persatuan antarumat beragama di Lapangan desa Plajan, Pakis Aji Jepara, Kamis (23/10/2025).

    Penampilan tari dan paduan suara IPARI membuka rangkaian acara. Dan dilanjutkan dengan pembacaan doa dari keenam tokoh agama serta pembacaan deklarasi komitmen merawat dan menjaga kerukunan umat beragama.

    Kepala Bidang Bina Lembaga Kerukunan dan Lembaga Keagamaan Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Hery Susanto menyampaikan bahwa acara ini merupakan rangkaian akhir kelembagaan dan kapasitas kelembagaan di Kementerian agama. “Kami memiliki program desa kerukunan dan ini merupakan rangkaian acara yang tidak terpisahkan”, tuturnya.

    Sementara itu Kakanwil Jawa Tengah dalam hal ini diwakilkan oleh Kankemenag Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menyampaikan doa agar acara berjalan lancar dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Plajan. “Festival kerukunan ini merupakan wujud nyata dari moderasi beragama, gotong royong, dan kerukunan umat beragama”, ujarnya.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan LKUB desa Plajan oleh Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar. “Pemilihan desa Plajan sebagai desa kerukunan sangat tepat karena desa ini sangat menjunjung tinggi kerukunan, hal ini juga selaras dengan visi kami pada Pemkab Jepara yakni membangun Jepara yang religius”, tuturnya.

    Di penghujung acara secara resmi ditetapkannya desa Plajan sebagai desa kerukunan dengan ditandainya pemukulan gong oleh kepala PKUB Kemenag RI Muhammad Adib Abdushomad. “Desa Plajan memiliki kekuatan yang harus diamplifikasi tidak hanya untuk Indonesia tapi untuk dunia”, ujarnya.

    Acara ditutup dengan pagelaran ketoprak Wahyu Budoyo dengan lakon persaudaraan sebagai bentuk mempertahankan Local Wisdom.

  • Ekoteologi dan Harmoni Plajan: Desa Sadar Kerukunan Jadi Percontohan Dunia

    Ekoteologi dan Harmoni Plajan: Desa Sadar Kerukunan Jadi Percontohan Dunia

    Jepara — Apel dalam rangka Festival Kerukunan Desa Plajan dilaksanakan serangkaian bersih-bersih rumah ibadah (Masjid, Musholla, Gereja, Pura) serta Penanaman Buah-Buahan sebagai bentuk Implementasi Ekoteologi (Mencintai dan Merawat Bumi) tersebut di Balai Desa Plajan Kec. Pakis Aji Kab. Jepara. Kamis (23/10/2025).
          
    Hadir dalam apel tersebut Kepala PKUB Kemenag RI, Ketua Tim KUB Kemenag Prov Jateng, Kepala Kemenag Jepara, Kasi Bimas Islam, LKUB Tingkat Desa, Petinggi Desa Plajan, Jajaran Perangkat Desa serta perwakilan dari Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI).
            
    Dalam amanatnya, M. Adib Abdushomad menyampaikan apresiasi mendalam. Beliau menegaskan bahwa Desa Plajan, yang telah terpilih sebagai desa sadar kerukunan, memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia melalui Festival Budaya ini.
           
    Lebih lanjut, Kepala PKUB Kemenag RI ini menekankan bahwa kegiatan membersihkan rumah ibadah berbagai agama secara bersama-sama adalah ajang nyata untuk mempererat silaturahmi. “Negara ini, dengan keberagaman yang rukun, bisa menjadi rujukan Dunia tentang Kerukunan Umat Beragama,” tegasnya,
             
    Mengakhiri amanatnya, M. Adib Abdushomad menitipkan pesan penting untuk menjaga dan merawat kerukunan ini, yang harus dimulai dari Desa Plajan. Beliau secara khusus meminta IPARI untuk mengambil peran sebagai garda terdepan dalam menyebarkan berita-berita positif yang membawa kedamaian dan kerukunan.

    “Maka Cintailah Bumi Ini, maka Bumi akan kembali Mencintai Kita,” pungkas beliau, menutup apel dengan pesan filosofis tentang perlunya harmoni menyeluruh antara manusia, alam, dan sesama sebagai inti dari kerukunan sejati.
         
    Kegiatan ini menjadi penanda kuat bahwa Desa Plajan, Jepara, adalah miniatur Indonesia yang merawat persatuan dan mencintai lingkungannya.

  • Pengurus Korpri Kankemenag Jepara Ikuti Pengukuhan Nasional Secara Daring

    Pengurus Korpri Kankemenag Jepara Ikuti Pengukuhan Nasional Secara Daring

    Jepara — Dewan Pengurus Korpri Kementerian Agama Kabupaten Jepara mengikuti pengukuhan pengurus Korpri Kementerian Agama secara nasional melalui daring dari Aula 2 Kankemenag Jepara, Kamis (23/10/2025). Pengukuhan Korpri Nasional tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Korpri, Zudan Arif Fakrulloh dan disaksikan oleh Menteri Agama RI.

    Prosesi pengukuhan diawali dengan laporan kegiatan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, dilanjutkan pembacaan naskah pengukuhan Korpri oleh Ketua Umum Korpri, penandatanganan berita acara, dan penyerahan pataka Korpri kepada Menag RI.

    Dalam sambutannya, Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian Kementerian Agama.

    “Kami mengapresiasi program Kemenag Berbagi dan bertambahnya guru besar di jajaran UIN. Hari ini juga dilantik lebih dari 13 ribu PPPK sekaligus dilakukan pengukuhan Korpri Kemenag periode 2025–2030,” ujar Zudan.

    Zudan Arif Fakrulloh juga memaparkan empat program utama Korpri yang akan dijalankan sepanjang periode kepengurusan 2025–2030 sebagai penguatan peran ASN.

    Sementara itu, Menteri Agama yang turut menyaksikan secara langsung rangkaian pengukuhan menyampaikan dukungannya terhadap eksistensi Korpri di lingkungan Kementerian Agama.

    “Korpri harus aktif memperkuat profesionalitas ASN, menjaga etika moral, dan memberikan dampak nyata ke masyarakat. Eksistensi Korpri terlihat dari kinerja ASN di lapangan. Insyaallah Korpri Kemenag menjadi yang terbaik,” ujar Menag.

  • Pelantikan PPPK Kementerian Agama: Menag RI Resmi Lantik PPPK Tahap II Non-Optimalisasi

    Pelantikan PPPK Kementerian Agama: Menag RI Resmi Lantik PPPK Tahap II Non-Optimalisasi

    Jepara — Menteri Agama Republik Indonesia secara resmi melantik dan mengambil sumpah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Non-Optimalisasi Tahun 2025 dalam rangkaian kegiatan pengukuhan nasional melalui daring, Kamis (23/10/2025). Kegiatan ini turut diikuti oleh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Jepara dari Aula 2 Kankemenag Jepara.

    Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan selamat kepada PPPK yang telah dilantik dan diambil sumpahnya. Ia menegaskan bahwa proses ini merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah dalam memperkuat kualitas layanan publik di lingkungan Kementerian Agama.

    “Selamat kepada PPPK yang hari ini telah resmi dikukuhkan. Terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas dukungan yang luar biasa. Saudara kini telah menjadi bagian dari ASN Kementerian Agama. Berikan kontribusi yang nyata pada program Kemenag dan pastikan dampaknya sampai kepada masyarakat,” tegas Menag.

    Menag juga mengingatkan bahwa setiap sikap dan perilaku ASN merupakan representasi dari organisasi yang diawasi dan dinilai langsung oleh publik.

    “Dalam kesempatan ini saya menekankan, perilaku saudara adalah cermin organisasi. Saya yakin yang dilantik hari ini adalah mereka yang memenuhi syarat, mampu bekerja lebih baik, lebih cepat, dan lebih profesional,” lanjutnya.

    Pada rangkaian acara yang sama, dilakukan pula launching aplikasi SIM-SDM sebagai bagian dari penguatan tata kelola sumber daya manusia di Kementerian Agama.

  • Kemenag Jepara Gelar Rapat Finalisasi Festival Kerukunan Desa Plajan

    Kemenag Jepara Gelar Rapat Finalisasi Festival Kerukunan Desa Plajan

    Jepara — Kepala Kemenag Jepara Akhsan Muhyiddin, memimpin rapat finalisasi seluruh persiapan kegiatan Aktualisasi Ekoteologi Desa Kerukunan. Inti dari kegiatan ini adalah penyelenggaraan Festival Kerukunan Desa Plajan yang telah dijadwalkan Kamis, (23/10/2025) bertempat di Desa Plajan Kec. Pakis Aji Kab Jepara, Rabu (22/10/2025).

    Hadir dalam rapat tersebut Kepala Kemenag Jepara, kasubag TU, kasi dan Gara, Pemerintah Desa Plajan, Kabid Bina Kerukunan Agama dan Lembaga Keagamaan PKUB Kemenag RI serta EO kegiatan Festival Kerukunan Desa Plajan.

    Rapat yang berlangsung khidmat tersebut memastikan kesiapan penuh seluruh panitia dan perangkat desa. Festival ini diharapkan menjadi wujud nyata perpaduan antara kerukunan umat beragama dan komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

    Beliau berharap Festival Kerukunan Desa Plajan ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi role model percontohan bagi desa-desa lain. Semboyan yang diusung, “Rukun Bareng Bumi Seneng” (Rukun Bersama, Bumi Senang), menjadi spirit utama kegiatan ini, menandaskan bahwa harmoni sosial harus berjalan seiring dengan tanggung jawab ekologis.

Translate »
Skip to content