Penulis: editor

  • Apel Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025 Tingkat Kabupaten Jepara

    Apel Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025 Tingkat Kabupaten Jepara

    Jepara — Pemerintah Kabupaten Jepara menyelenggarakan Apel Peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang berlangsung khidmat di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Jepara, Rabu (22/10/2025). Kegiatan ini menjadi momen penting dalam mengapresiasi kontribusi santri bagi kemerdekaan, persatuan, dan kemajuan bangsa.

    Apel dipimpin langsung oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo, yang bertindak sebagai pembina apel. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jepara, para Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah NU, Katib serta pengurus PCNU Jepara, perwakilan organisasi keagamaan seperti Muslimat NU, Fatayat NU, Muhammadiyah, LP Ma’arif NU, Baznas, civitas akademika UNISNU, ASN Kementerian Agama Kabupaten Jepara, serta perwakilan santri dari seluruh wilayah Kabupaten Jepara.

    Dalam amanatnya, Bupati Witiarso Utomo menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para santri atas peran historis dan strategis mereka dalam menjaga keutuhan bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini.

    “Santri adalah penjaga moral bangsa sekaligus penjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang harus kita lanjutkan. Hormati ulama, jangan sampai ada tindakan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Bupati.

    Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya memperkuat nilai-nilai persatuan dan kerukunan sebagai pondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis, religius, dan berdaya saing.

    Setelah pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba dalam rangkaian Hari Santri Nasional 2025. Beberapa lomba yang digelar antara lain lomba khitobah, lomba hafalan Alfiyah Ibnu Malik, dan lomba-lomba keislaman lainnya yang bertujuan untuk mengasah kemampuan intelektual, spiritual, dan retorika para santri.

    Pada puncak acara, Pemerintah Kabupaten Jepara juga menganugerahkan Santri Award sebagai bentuk penghargaan kepada para santri berprestasi yang telah memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Tak hanya itu, bentuk kepedulian sosial juga diwujudkan melalui penyerahan santunan kepada para santri serta bantuan modal usaha kepada para ustadz dan ustadzah guna mendorong kemandirian ekonomi dan penguatan pendidikan keagamaan di masyarakat.

    Rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2025 ini menjadi pengingat akan posisi penting para santri sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan. Semangat perjuangan santri di masa lalu terus dilanjutkan dalam bentuk kontribusi nyata di berbagai bidang kehidupan saat ini.

    Dengan semangat Hari Santri Nasional, diharapkan para santri terus mengambil peran strategis sebagai agen perubahan dan penjaga moral bangsa. Mereka tidak hanya menjadi benteng akhlak dan spiritual, tetapi juga aktor penting dalam membangun peradaban Indonesia yang unggul, maju, dan berakhlak mulia.

  • Kemenag Jepara Mantapkan Penyaluran BOP dan Insentif APBN 2026 Lewat Rapat Koordinasi

    Kemenag Jepara Mantapkan Penyaluran BOP dan Insentif APBN 2026 Lewat Rapat Koordinasi

    Jepara — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menggelar rapat koordinasi Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan Insentif APBN Tahun Anggaran 2026 untuk Pendidikan Keagamaan Islam di Aula 1 Kankemenag Jepara pada Selasa (21/10/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) serta para penerima BOP dan insentif APBN.

    Rapat diawali dengan pengarahan oleh Kepala Seksi PD Pontren, Zainuri. Dalam arahannya ia menekankan pentingnya ketepatan administrasi dan akuntabilitas dalam pengelolaan bantuan, baik dari sisi perencanaan, pemanfaatan, maupun pelaporan. “BOP dan insentif ini merupakan amanah negara yang harus dipertanggungjawabkan secara tertib sesuai regulasi,” tegasnya.

    Usai pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi pemberkasan dari Seksi PD Pontren. Paparan tersebut mencakup tata cara penyusunan dokumen, ketentuan kelengkapan berkas, serta mekanisme penyampaian laporan pertanggungjawaban yang harus dipatuhi oleh para penerima.

    Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh penerima bantuan memahami alur prosedural dan mampu melaksanakan pengelolaan dana secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

  • Santri Mengawal Indonesia Dari Jepara untuk Peradaban Dunia

    Santri Mengawal Indonesia Dari Jepara untuk Peradaban Dunia

    Jepara (21/10/2025) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin, menjadi narasumber dalam program siaran KPI TV episode ke-164 tahun 2025. Acara ini diselenggarakan di Fakultas Komunikasi dan Desain, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, UNISNU Jepara, pada Selasa (21/10).

    Dalam dialog tersebut, Akhsan Muhyiddin menyoroti peran penting santri dan mahasiswa dalam memajukan bangsa Indonesia menuju peradaban dunia. Beliau menekankan bahwa pesantren merupakan fondasi bagi generasi mendatang untuk menguasai ilmu agama dan ilmu umum secara seimbang.

    “Dari pesantrenlah para santri mampu menjadi benteng bagaimana generasi yang akan datang ini, tidak hanya bisa mengajarkan ilmu agama akan tetapi juga ilmu umum,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Akhsan Muhyiddin berpesan agar santri membekali diri dengan nilai-nilai luhur seperti etika, akhlakul karimah, dan sikap tawadhu’. Menurutnya, sikap saling menghargai dan menghormati akan menciptakan kehidupan masyarakat yang damai, nyaman, dan tentram, khususnya di Kabupaten Jepara.

    Pesan ini menegaskan bahwa peran santri tidak hanya terbatas pada bidang akademik atau agama, tetapi juga sebagai pilar penting dalam menjaga harmoni sosial di masyarakat.

  • Launching dan Sosialisasi Aplikasi Penilaian Kinerja Kepala Madrasah Digelar Secara Daring

    Launching dan Sosialisasi Aplikasi Penilaian Kinerja Kepala Madrasah Digelar Secara Daring

    Jepara — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menggelar kegiatan launching dan sosialisasi aplikasi penilaian kinerja kepala madrasah berbasis daring melalui Zoom Meeting, yang diikuti oleh seluruh pengawas, kepala madrasah, serta tenaga kependidikan madrasah se-Kabupaten Jepara, Selasa (21/10/2025).

    Kepala Kantor Kemenag Jepara Akhsan Muhyiddin memimpin langsung jalannya acara sekaligus memberikan arahan pembuka. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar keberadaan aplikasi ini dapat meningkatkan kualitas kinerja kepala madrasah secara lebih terukur dan sistematis.

    “Walaupun aplikasi ini bersifat e-PKKM, kami berharap tetap ada efektifitas secara substansif. Kami juga memohon dukungan agar aplikasi ini dapat berkembang secara bertahap dan mendukung proses administratif di kantor,” ujar Akhsan Muhyiddin.

    Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan pemaparan teknis oleh Muhammad Alfian selaku pranata komputer yang menyusun aplikasi tersebut. Alfian menjelaskan fitur, alur penggunaan, serta mekanisme penginputan data penilaian secara daring.

    Sesi kemudian ditutup dengan forum tanya jawab interaktif, di mana peserta menyampaikan berbagai masukan serta pertanyaan terkait penggunaan aplikasi. Dengan adanya aplikasi penilaian kinerja kepala madrasah ini diharapkan tata kelola penjaminan mutu layanan pendidikan di madrasah semakin transparan, akuntabel, dan mudah diakses secara digital.

  • Jamarot di Jepara: Komisi III dan Kemenag Jateng Bahas Pelayanan dan Penurunan Biaya Haji

    Jamarot di Jepara: Komisi III dan Kemenag Jateng Bahas Pelayanan dan Penurunan Biaya Haji

    Jepara — Komisi III DPR RI bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan “Jagong Masalah Haji dan Umroh (Jamarot)” di Ballroom Astana Hinggil Sumosari, Batealit, Jepara, pada Senin (20/10/2025).

    Hadir sebagai narasumber utama Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, bersama Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Fitriyanto, beserta tim dari Bidang PHU. Turut hadir pula Kasi PHU Kemenag Kabupaten Jepara, Siti Zuliyati, Ketua KBIHU se-Kabupaten Jepara, serta para calon jemaah haji yang dijadwalkan berangkat pada tahun mendatang.

    Dalam sambutannya, Fitriyanto menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Kanwil Kemenag Jawa Tengah dengan Komisi III DPR RI dalam memfasilitasi berbagai urusan haji dan umrah.

    “Kegiatan ini merupakan bentuk nyata upaya bersama untuk memberikan informasi dan diseminasi kebijakan terbaru terkait penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari tata cara pendaftaran, pembatalan, pengembalian dana, hingga pengelolaan kuota,” ujarnya

    Dalam kesempatan tersebut, Fitriyanto menekankan persoalan daftar tunggu haji yang kini mencapai sekitar 5,3 juta orang. Ia berharap melalui kerja sama yang kuat antara pemerintah dan legislatif, persoalan tersebut dapat ditangani secara bertahap sehingga penyelenggaraan haji menjadi lebih efisien dan terkelola dengan baik.

    Sementara itu, Abdul Wachid dalam penyampaian materinya menyoroti sejumlah isu krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji, terutama peningkatan kualitas petugas haji yang dinilai sangat penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah.

    Ia juga menyampaikan harapan agar biaya haji dapat terus ditekan sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat, serta masa tunggu keberangkatan haji dapat dikelola dengan baik dan dimungkinkan bisa mencapai sekitar 26 tahun. Ia menegaskan bahwa DPR akan terus berkomitmen mendorong kebijakan yang berpihak kepada jamaah, baik dalam aspek pembiayaan maupun peningkatan kualitas pelayanan.

    Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif dan hangat. Sesi ini dipandu langsung oleh Kasi PHU Kemenag Jepara, Siti Zuliyati, selaku moderator. Dalam suasana penuh antusiasme, para peserta terutama calon jemaah haji menyampaikan berbagai pertanyaan dan pandangan terkait pelaksanaan haji tahun mendatang.

    Kegiatan ini menjadi wadah yang efektif untuk berdialog dan menyerap aspirasi masyarakat terkait penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Diharapkan para peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kebijakan dan mekanisme penyelenggaraan haji.(NH)

  • Santri Jepara Unjuk Kemampuan Dakwah Pada Lomba Khitobah Peringatan Hari Santri dan HAB Kemenag ke-80

    Santri Jepara Unjuk Kemampuan Dakwah Pada Lomba Khitobah Peringatan Hari Santri dan HAB Kemenag ke-80

    Jepara – Dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional dan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80, panitia menggelar berbagai rangkaian kegiatan lomba. Salah satu agenda adalah Lomba Khitobah tingkat RA, MI, MTs, dan MA yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Jepara, Senin (20/10/2025).

    Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur penting di lingkungan pendidikan dan keagamaan Kabupaten Jepara. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Jepara Akhsan Muhyiddin, yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Hari Santri dan HAB Kemenag ke-80, Ketua LP Ma’arif, jajaran pengurus KKMI, KKMTs 02, KKMA 02, serta para peserta lomba dan guru pendamping.

    Dalam sambutannya, Akhsan Muhyiddin menyampaikan apresiasi dan motivasi kepada seluruh peserta. Ia menekankan pentingnya penguasaan materi khitobah yang berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai karakter dasar santri di tengah tantangan dakwah era digital.

    “Santri harus memiliki keberanian dan mental sebagai pendakwah di media sosial. Menggunakan cara-cara yang baik, serta memanfaatkan ruang tersebut untuk tumbuh kembang menjadi generasi Islami yang unggul,” tegas Akhsan dalam arahannya.

    Lomba Khitobah ini menjadi wadah aktualisasi bagi para santri dalam mengasah kemampuan berbicara di depan publik serta menyampaikan pesan-pesan keislaman yang damai dan moderat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pembinaan karakter, keberanian, dan kecintaan terhadap tradisi dakwah yang telah diwariskan oleh para ulama.

    Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum berharga dalam melahirkan generasi muda Islam yang tidak hanya cakap dalam ilmu, tetapi juga terampil berdakwah dan siap menjadi agen perubahan di masyarakat.

    Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan dukungan dari berbagai elemen, kegiatan Lomba Khitobah ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

  • Kepala Kankemenag Jepara Hadiri MAPSI SD Tingkat Jateng, Beri Dukungan Penuh Kafilah Jepara

    Kepala Kankemenag Jepara Hadiri MAPSI SD Tingkat Jateng, Beri Dukungan Penuh Kafilah Jepara

    Purbalingga – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin, menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan agama Islam dan seni Islami di Jepara dengan hadir langsung di ajang Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) SD Tingkat Jawa Tengah ke-26 di Purbalingga. Acara bergengsi ini berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Oktober 2025.

    Kehadiran Kepala Kankemenag Jepara tersebut bertujuan untuk memberikan dukungan moril dan semangat kepada Kafilah Jepara yang berjuang mengharumkan nama kabupaten.

    “Kami hadir untuk memastikan anak-anak merasa didukung penuh. Mereka adalah duta terbaik Jepara yang tidak hanya berprestasi di sekolah, tetapi juga unggul dalam nilai-nilai Islami,” ujar Akhsan Muhyiddin.

    Kafilah Jepara Tampil dengan Kekuatan Penuh
    Kafilah dari Kabupaten Jepara yang diberangkatkan ke Purbalingga berjumlah 34 murid terbaik hasil seleksi ketat di tingkat kabupaten. Mereka siap berkompetisi di 13 cabang lomba yang berbeda. Cabang-cabang lomba MAPSI ini mencakup berbagai aspek keilmuan dan seni Islami, mulai dari kaligrafi, tilawah, pidato, hingga pengetahuan PAI.

    Akhsan Muhyiddin berharap seluruh peserta dapat tampil maksimal, menunjukkan kemampuan terbaiknya, dan yang terpenting, menjunjung tinggi sportivitas. “Target kita adalah prestasi terbaik, namun yang lebih utama adalah menjadikan ajang MAPSI ini sebagai wadah pembinaan karakter, spiritualitas, dan mental juara bagi generasi muda,” tambahnya.

    Kegiatan MAPSI SD tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2025 ini merupakan ajang tahunan yang mempertemukan talenta-talenta pelajar SD se-Jawa Tengah untuk berkompetisi dan bersilaturahmi, sekaligus menjadi barometer keberhasilan pembinaan pendidikan agama Islam di daerah.

    Dukungan penuh dari Kankemenag Jepara diharapkan mampu memotivasi para murid untuk meraih hasil membanggakan dan membawa pulang piala ke Kota Ukir.

  • Sambut Hari Santri dan HAB ke-80, Kemenag Jepara Gelar Tanam Mangrove, dan Bersih-Bersih Rumah Ibadah

    Sambut Hari Santri dan HAB ke-80, Kemenag Jepara Gelar Tanam Mangrove, dan Bersih-Bersih Rumah Ibadah


    Jepara — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional dan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama RI ke-80, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menggelar rangkaian kegiatan apel, penanaman mangrove, dan aksi bersih-bersih rumah ibadah yang dipusatkan di kawasan Pantai Empu Rancak, Mlonggo, Jepara, pada Jumat (17/10/2025).

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kemenag Jepara Akhsan Muhyiddin beserta pejabat struktural Kemenag, Forkopimda, jajaran pengurus PCNU Kabupaten Jepara, Rois Syuriah, Ketua Tanfidziyah, Kapolsek dan Danramil Mlonggo, Camat Mlonggo, IPARI Kabupaten Jepara, serta seluruh peserta apel.

    Dalam amanatnya, Kepala Kantor Kemenag Jepara Akhsan Muhyiddin mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momen Hari Santri dan HAB sebagai momentum penguatan kolaborasi dan semangat kebersamaan lintas sektor dan agama.

    “Bangsa ini butuh kita semua, tidak hanya santri tapi seluruh masyarakat Indonesia. Tidak memandang agama, suku, ras—semua harus bergandengan tangan untuk negeri,” ujarnya.

    Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman mangrove sebagai upaya pelestarian lingkungan pesisir dan pencegahan abrasi. Penanaman dilakukan secara simbolis oleh para pejabat dan tokoh masyarakat setempat, yang kemudian diikuti oleh seluruh peserta kegiatan.

    Selain itu, aksi bersih-bersih rumah ibadah juga dilaksanakan secara serentak, menyasar berbagai tempat ibadah di sekitar lokasi kegiatan, seperti masjid, gereja, dan vihara. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para pengurus rumah ibadah yang merasa terbantu dan mengapresiasi langkah Kemenag Jepara dalam menghidupkan semangat gotong royong dan toleransi.

    “Rumah ibadah adalah tempat yang suci. Dengan membersihkannya bersama, kita belajar menjaga kesucian hati dan mempererat kebersamaan lintas agama,” ujar Akhsan Muhyiddin.

    Melalui rangkaian kegiatan ini, Kemenag Jepara menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat, memperkuat nilai kepedulian terhadap lingkungan, serta mendorong kerukunan umat beragama dalam bingkai moderasi beragama.

  • Pembinaan Kafilah Jepara Pra MTQH XXXI Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025

    Pembinaan Kafilah Jepara Pra MTQH XXXI Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025

    Jepara — Dalam upaya meningkatkan kesiapan dan kemampuan peserta menghadapi ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XXXI Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Jepara menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Kafilah Pra-MTQH. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara pada Kamis (16/10/2025), dan diikuti oleh seluruh peserta yang telah lolos seleksi tingkat kabupaten.

    Kegiatan pembinaan ini merupakan bagian dari strategi LPTQ Jepara dalam mematangkan persiapan kafilah agar tampil optimal di tingkat provinsi. Fokus pembinaan mencakup peningkatan kualitas teknik membaca Al-Qur’an, pendalaman ilmu tajwid, ketepatan makhraj, serta pembinaan mental dan karakter dalam menghadapi kompetisi.

    Kepala Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Jepara dalam sambutannya memberikan motivasi dan pesan agar seluruh kafilah tetap menjaga semangat dan nama baik Kabupaten Jepara selama mengikuti MTQH tingkat provinsi.

    “Kegiatan MTQH ini bukan semata-mata ajang mencari pemenang. Lebih dari itu, ini adalah wadah untuk belajar tentang kejujuran, kerja keras, dan sportivitas. Saya harap seluruh peserta dapat menampilkan akhlak yang santun, menjunjung tinggi nilai-nilai Qur’ani, serta tetap husnudzon terhadap apa pun hasil yang diperoleh nanti,” ungkapnya.

    Melalui pembinaan ini, diharapkan kafilah Jepara dapat tampil dengan percaya diri dan meraih prestasi terbaik pada MTQH XXXI Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 yang akan diselenggarakan di Kabupaten Tegal pada 10–14 November 2025.

    Lebih dari sekadar kompetisi, MTQH menjadi ajang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat komitmen umat Islam dalam menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Kafilah Jepara diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar kolektif dalam memuliakan Al-Qur’an, baik melalui prestasi maupun teladan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

  • Kemenag Jepara Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Siswa Difabel MTs Nurul Islam Kriyan

    Kemenag Jepara Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Siswa Difabel MTs Nurul Islam Kriyan

    Jepara (Humas Kemenag) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menyalurkan bantuan sosial berupa satu unit kursi roda kepada siswa difabel di MTs Nurul Islam Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, pada Kamis (16/10/2025).

    Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Jepara, Akhsan Muhyiddin, kepada Muhammad Syafii, siswa kelas 8 yang mengalami keterbatasan fisik. Bantuan ini bersumber dari dana zakat yang dikumpulkan oleh UPZ Kemenag Jepara, hasil kontribusi rutin para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Jepara.

    Program ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan empati Kementerian Agama terhadap peserta didik yang membutuhkan perhatian khusus. Ia menegaskan bahwa zakat yang dihimpun tidak hanya untuk kegiatan keagamaan semata, tetapi juga untuk menebarkan manfaat bagi masyarakat secara luas, termasuk di sektor pendidikan.

    “Semoga bantuan ini membawa manfaat dan keberkahan, serta menjadi pengingat bagi kita semua bahwa zakat yang kita tunaikan dapat menjadi wasilah kebaikan yang nyata dan berdampak langsung,” ujar beliau.

    Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan tumbuh semangat kebersamaan, kepedulian, dan kolaborasi dalam membangun madrasah yang ramah bagi semua, tanpa terkecuali.

Translate »
Skip to content