Kategori: Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren

  • Lomba Alfiyah Ibnu Malik: Kemenag Jepara Tekankan Pentingnya Muru’ah dan Mental Tangguh Santri

    Lomba Alfiyah Ibnu Malik: Kemenag Jepara Tekankan Pentingnya Muru’ah dan Mental Tangguh Santri

    Jepara – Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Jepara menggelar Lomba Nadhom Alfiyah Ibnu Malik di Gedung PCNU Jepara, Rabu (8/10/2025). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri, Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, serta Hari Ulang Tahun Ikatan Dokter Indonesia (HUT IDI) ke-75.

    Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kemenag Jepara, jajaran Pengurus RMI NU dan PCNU Jepara, para Kyai, Ustadz, Dewan Juri, serta para Guru Pendamping dan santriwan-santriwati dari berbagai pesantren di Jepara.

    Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Jepara, Akhsan Muhyiddin, menyampaikan bahwa Lomba Nadhom Alfiyah Ibnu Malik ini bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan sarana untuk menegakkan Muru’ah (kehormatan diri dan akhlak mulia) para santri. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengasah mental, kemampuan beradaptasi, dan berpikir kritis para peserta sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.

    “Fokuslah berlatih agar memiliki mental tangguh dan baik. Apapun kondisinya bisa dihadapi dan bisa menyesuaikan diri,” pesan Akhsan Muhyiddin kepada para peserta.

    Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan keberkahan ilmu bagi seluruh peserta, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda Jepara untuk terus mencintai dan mendalami ilmu agama.

  • Siap Berjuang di Sulawesi Selatan: Kemenag Jepara Lepas Peserta MQK Nasional dengan Pesan & Doa Restu

    Siap Berjuang di Sulawesi Selatan: Kemenag Jepara Lepas Peserta MQK Nasional dengan Pesan & Doa Restu

    Jepara -– Dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan, empat peserta Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Tingkat Nasional asal Kabupaten Jepara resmi dilepas melalui apel pagi di Halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Kamis (25/9/2025). Keempat peserta tersebut akan mewakili Provinsi Jawa Tengah pada ajang MQK Nasional yang akan berlangsung pada 29 September–7 Oktober 2025 di Pondok Pesantren As’adiyah, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

    Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Jepara yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Badruddin. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya atas terpilihnya putra-putri terbaik Jepara sebagai duta Jawa Tengah dalam MQK Nasional. Menurutnya, kesempatan ini merupakan sebuah amanah sekaligus kehormatan yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

    “Mohon doa restu orang tua dan para pengasuh pesantren sebelum berangkat. Ridho orang tua dan guru akan menjadi kunci keberkahan perjalanan ini. Kami semua di sini mendoakan semoga kalian pulang membawa kabar baik dan prestasi gemilang untuk Jepara dan Jawa Tengah,” pesan Badruddin dalam arahannya.

    MQK sendiri merupakan ajang bergengsi tingkat nasional yang memperlombakan kemampuan santri dalam membaca, memahami, serta mengkaji kitab-kitab turats (kitab kuning). Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi santri yang tidak hanya mumpuni dalam penguasaan ilmu agama, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan masyarakat.

    Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu pejabat setempat. Doa dipanjatkan agar perjalanan para peserta berjalan lancar, senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan, serta kesuksesan dalam setiap tahapan perlombaan. Suasana haru dan penuh semangat terlihat jelas dari wajah para peserta yang siap mengharumkan nama daerahnya di kancah nasional.

    Kehadiran peserta asal Jepara di MQK Nasional tahun ini menjadi kebanggaan tersendiri, sekaligus bukti nyata kontribusi pesantren dalam melahirkan generasi unggul. Dengan semangat dan doa bersama, diharapkan mereka mampu meraih prestasi terbaik, membawa harum nama Kabupaten Jepara, serta memberikan inspirasi bagi santri-santri lainnya.

  • Admin E-MTQ Kabupaten Jepara Ikuti Bimtek Jateng 2025, Siap Hadapi Digitalisasi MTQ Nasional Hingga Daerah

    Admin E-MTQ Kabupaten Jepara Ikuti Bimtek Jateng 2025, Siap Hadapi Digitalisasi MTQ Nasional Hingga Daerah

    Semarang — Budi Yuwono, admin E-MTQ Kabupaten Jepara, turut serta dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Admin E-MTQ Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah Tahun 2025. Kegiatan yang digelar oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jateng ini berlangsung di Hotel Candi Indah, Kota Semarang, pada Rabu-Kamis, (6-7/8/2025). Acara ini bertujuan mempersiapkan admin kabupaten/kota dalam menguasai aplikasi E-MTQ guna mendukung penyelenggaraan MTQ mulai dari tingkat nasional hingga daerah.

    Bimtek diikuti oleh 52 peserta, terdiri dari 35 perwakilan admin E-MTQ kabupaten/kota se-Jawa Tengah dan 17 peserta dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jateng. Plt. Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Jawa Tengah, Gunawan Sudharsono, secara resmi membuka acara didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jateng, Wahid Arbani, serta perwakilan LPTQ Pusat dan Provinsi.

    Dalam sambutannya, Gunawan menegaskan pentingnya peran admin E-MTQ dalam kesuksesan MTQ tingkat provinsi. “Admin harus bekerja cerdas dan tepat sasaran guna memastikan digitalisasi pelaksanaan MTQ berjalan lancar,” ujarnya. Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta, termasuk perwakilan Jepara, mampu mengoptimalkan sistem E-MTQ untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan MTQ di masa depan.

  • Penutupan MQK Provinsi Jawa Tengah: Juara Teruji, Siap Melaju ke MQK Nasional

    Penutupan MQK Provinsi Jawa Tengah: Juara Teruji, Siap Melaju ke MQK Nasional

    Jepara — Serangkaian kegiatan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2025 yang berlangsung selama tiga hari, sejak tanggal 21 hingga 23 Juli di Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati, Bangsri, Jepara, resmi ditutup pada Rabu (23/7/2025).

    Acara penutupan dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati, Kepala Seksi PD Pontren dari Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, Dewan Hakim, serta para pendamping peserta.

    Amin Handoyo selaku ketua bidang PD Pontren Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah menyampaikan apresiasi kepada Dewan Hakim yang telah menilai secara objektif. “Terima kasih kepada para Dewan Hakim yang luar biasa berkenan memberikan penilaian kepada peserta, dan proses penilaian ini dilakukan seobjektif mungkin. InsyaAllah, yang menjadi juara betul-betul teruji,” ujarnya.

    Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati, KH. Taufiqul Hakim juga turut menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang lolos seleksi MQK tingkat Provinsi. “Selamat dan sukses kepada seluruh juara dan yang mewakili menuju MQK Nasional di Sulawesi nanti”, tuturnya.

    Rangkaian penutupan MQK ditutup dengan pengumuman dan penyerahan piala kepada para pemenang dari berbagai cabang lomba, dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta, panitia, dan tamu undangan sebagai penanda berakhirnya rangkaian acara ini. (VM)

  • Seleksi MQK Tingkat Provinsi Jawa Tengah Digelar di Jepara, Siapkan Duta untuk Tingkat Nasional

    Seleksi MQK Tingkat Provinsi Jawa Tengah Digelar di Jepara, Siapkan Duta untuk Tingkat Nasional

    Jepara – Seleksi Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK) tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 resmi diselenggarakan pada Selasa, (22/7/2025) di Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati, Bangsri, Jepara.

    Acara ini diikuti oleh peserta santriwan dan santriwati yang merupakan 6 besar terbaik hasil dari Computer Based Test (CBT) yang diadakan oleh Kemenag RI. Para peserta akan bersaing menunjukkan kemampuan mereka dalam membaca, memahami, dan menjelaskan kitab kuning klasik khas pesantren.

    Dalam perlombaan ini, peserta dibagi ke dalam tiga marhalah atau tingkatan, yaitu Marhalah Ula (tingkat dasar), Marhalah Wustho (tingkat menengah), dan Marhalah Ulya (tingkat tinggi).

    Sebanyak 9 cabang keilmuan dilombakan, antara lain: tarikh, nahwu, fiqih, ilmu tafsir, ushul fiqih, hadist, ilmu hadist, tauhid, dan akhlaq. Selain itu, terdapat 2 lomba debat, yaitu debat Bahasa Inggris dan debat Bahasa Arab. Setiap bidang keilmuan dan debat menjadi ajang unjuk kemampuan para santri dalam memahami serta mengaktualisasikan literatur Islam klasik.

    Riziq Fadlun Nawal selaku peserta MQK mengungkapkan perasaannya setelah mengikuti seleksi MQK cabang Tarikh Ulya ini lebih menegangkan. “Perasaan saya setelah mengikuti seleksi ini lebih menegangkan karena ada banyak peserta dan seleksinya lebih ketat” Ucap Riziq.

    Sementara itu, peserta seleksi MQK Ahmad Hifza Amanullah berharap ia dan tim lolos untuk melanjutkan MQK tingkat Nasional cabang lomba debat Bahasa Arab. “Harapan kita sekarang, semoga kita bisa memberikan yang terbaik. Semoga bisa mewakili Jawa tengah masuk ke Nasional lagi”. Ujarnya.

    Kegiatan ini menjadi tahapan seleksi menuju MQK tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Sulawesi Selatan, sebagai ajang bergengsi bagi santri untuk membawa nama baik daerah masing-masing di kancah nasional. (VM)

  • MQK Jawa Tengah 2025 Resmi Dibuka, Wujud Pelestarian Tradisi Ilmu Pesantren

    MQK Jawa Tengah 2025 Resmi Dibuka, Wujud Pelestarian Tradisi Ilmu Pesantren

    Jepara (Kemenag) – Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 resmi dibuka pada Senin (21/7/2025) di Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati Bangsri Jepara. Acara pembukaan berlangsung meriah dan penuh khidmat, dengan kehadiran sejumlah tokoh penting dan ratusan santri dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah.

    Hadir dalam acara ini Wakil Gubernur Jawa Tengah, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Wakil Bupati Jepara, Plt Biro Kesra Setda Provinsi Jateng, Wakil Rektor Unisnu Jepara, para pengasuh pondok pesantren, Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, dan para peserta serta pendamping.

    Bupati Jepara dalam hal ini diwakili oleh wakil Bupati Jepara Ibnu Hajar menegaskan pentingnya sinergi antara pesantren dan pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan agama. “Kami berharap seleksi MQK ini bisa melahirkan santri-santri terbaik dengan semangat, keikhlasan, dan sportivitas tinggi,” ucapnya.

    Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab menyampaikan bahwa MQK adalah bagian dari usaha bersama menjaga kelestarian ajaran pesantren di tengah arus globalisasi. Ia menyebut bahwa MQK tahun ini juga bertujuan untuk menjaring santri unggulan yang akan mewakili Jawa Tengah di MQK Nasional mendatang. “MQK tidak sekadar ajang lomba, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap khazanah kitab kuning serta menjalin silaturahmi antarpesantren,” tegasnya.

    Acara puncak pembukaan ditandai dengan sambutan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, yang menyatakan kebanggaannya atas eksistensi MQK sebagai wujud nyata pelestarian tradisi keilmuan Islam klasik. “Tradisi ini masih terus dikembangkan. Saya yakin, adik-adik santri yang hadir di sini akan menjadi pemimpin di masa depan yang memahami akar ilmu. MQK mencerminkan koneksi antar kitab dalam satu pemahaman yang utuh dan relevan di era global,” tuturnya.

    Pembukaan ditandai dengan pemukulan rebana oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Kakanwil kemenag Jateng, Plt Biro Kesra Setda Provinsi Jateng, Wakil Bupati Jepara, Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Jateng, Pengasuh Ponpes Darul Falah Amtsilati, dan Kasubbag TU Kankemenag Jepara disaksikan langsung jajaran Kementerian Agama, para pengasuh pondok pesantren, dewan hakim, serta seluruh peserta dan tamu undangan. (VM)

  • Kemenag Jepara Gelar Rakor Updating Data Emis, Capai Peringkat 2 Terbaik se-Jateng

    Kemenag Jepara Gelar Rakor Updating Data Emis, Capai Peringkat 2 Terbaik se-Jateng

    Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Updating EMIS Online Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Tahun 2025, Rabu (16/7/2025) di Aula I Kemenag Jepara. Rakor ini diikuti oleh Kasubbag TU, operator EMIS dari Madrasah Diniyah (Madin), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), dan Pondok Pesantren se-Kabupaten Jepara.

    Acara dibuka oleh Kepala Seksi PD Pontren Kemenag Jepara, Zainuri. Dalam sambutannya, Zainuri menyampaikan apresiasi atas kinerja para operator EMIS yang telah bekerja keras, sehingga menempatkan Jepara sebagai kabupaten dengan penyelesaian data EMIS terbaik peringkat ke-2 se-Jateng.

    “Ini capaian yang membanggakan dan menjadi bukti komitmen kita bersama dalam menjaga validitas data lembaga pendidikan keagamaan” Ujar Zainuri.

    Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Jepara dalam hal ini diwakilkan oleh Kasubbag TU Badrudin menegaskan pentingnya integritas dan akurasi dalam pengisian data EMIS. Ia mengingatkan bahwa data yang diinput adalah potret nyata dari kondisi lembaga, sehingga tidak boleh dimanipulasi.

    “Lembaga pendidikan keagamaan adalah benteng terakhir penjaga moral bangsa. Maka data yang dimasukkan harus apa adanya. Jangan ada manipulasi” pesannya.

    Beliau juga mengajak seluruh operator untuk terus melakukan pembaruan data secara berkala dan konsisten, demi mendukung perumusan kebijakan pendidikan keagamaan yang lebih tepat sasaran.

    Rakor ini menjadi ajang konsolidasi penting dalam memperkuat sistem data lembaga keagamaan pendidikan Islam. (VM)

  • Tumbuhkan Generasi Cinta Al-Qur’an, MTQ Kabupaten Jepara 2025 Resmi Dibuka

    Tumbuhkan Generasi Cinta Al-Qur’an, MTQ Kabupaten Jepara 2025 Resmi Dibuka

    Jepara – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten yang diselenggarakan secara virtual resmi dibuka oleh kepala KanKemenag Jepara di Aula II Kantor Kemenag Jepara pada hari Kamis, (3/7/2025).

    Turut Hadir dalam acara tersebut Kepala KanKemenag Jepara, Kasubag TU, Kasi Bimas, Kasi PHU, Kasi PAI, Kasi PD Pontren, Gara Kristen, Gara Zawa, Dewan Hakim, Panitera, Panitia serta para peserta yang mengikuti acara pembukaan secara virtual.

    Kasi Bimas Islam, Syamsul Arifin sebagai panitia penyelenggara memberikan laporan bahwa MTQ ini diikuti oleh 162 Peserta yang terdiri dari enam majelis, yaitu Majelis I Seni Baca Al-Qur’an Anak PaPi, Majelis II Seni Baca Al-Qur’an Remaja PaPi, Majelis III Seni Baca Al-Qur’an Dewasa PaPi, Majelis IV Tahfidh 30 Juz PaPi & Tahfidz 5 Juz dan Tilawah PaPi, Majelis V Tahfidh 10 Juz dan 20 Juz Papi, dan Majelis VI Kaligrafi PaPi.

    Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag Jepara Akhsan Muyiddin mendukung penuh kegiatan ini dan senantiasa bersyukur karena dengan keterbatasan dan kesederhanaan yang kita miliki kegiatan ini dapat tetap terlaksana. beliau juga berharap hal tersebut tidak akan menyurutkan semangat karena dengan kegiatan ini harapan kita bisa mengantarkan generasi yang cinta kepada Al-Qur’an.

    “MTQ bukan hanya sekedar kompetisi, tetapi hal penting bagi umat Islam dalam menanamkan rasa cinta terhadap Al Quran. Hakikatnya menanamkan rasa cinta, menanamkan karakter dan nilai spiritual terhadap kitab suci adalah wujud kehambaan kita kepada Allah SWT.” tegasnya

    Sebagai penutup kegiatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menyampaikan ucapan selamat berkompetisi kepada para peserta yang mengikuti MTQ. Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar hingga tuntas, serta mampu menumbuhkan generasi yang mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

  • LEPAS KONTINGEN PORSADIN KE-VII TINGKAT JATENG ; JEPARA SIAP DATANG DAN SIAP MENANG

    LEPAS KONTINGEN PORSADIN KE-VII TINGKAT JATENG ; JEPARA SIAP DATANG DAN SIAP MENANG

    Rabu, 18 September 2024, pelaksanaan Apel Pagi Pegawai Kantor Kemenag Kab. Jepara hari ini dibarengi dengan kegiatan Pelepasan Kontingen Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) ke VII Tingkat Provinsi Jawa Tengah oleh Kepala Kantor Kemenag Kab. Jepara, H. Akhsan Muhyiddin, SE, MM.

    Dalam arahan dan pembinaannya, beliau berpesan “Semua kontingen dan official harus semangat dalam mengikuti kegiatan, mulai dari awal sampai akhir. Jangan sampai ada yang minder, takut ataupun loyo. Sportivitas tetap harus dijaga, curahkan semua kemampuan yang ada. Sebagai tamu, semua harus menjaga nama baik Kabupaten Jepara. Kita harus meninggalkan nama yang baik dan prestasi yang maksimal”.

    21 kontingen yang akan dikirim adalah perwakilan santri pada Madrasah diniyah tingkat ula, wustha dan ulya pada Kab. Jepara yang akan berlaga di tingkat Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 20 – 21 September 2024 di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah.

    Di akhir acara, Beliau menyerahkan tali asih sebagai perekat hubungan dan penambah semangat dalam berjuang mencapai prestasi lomba. “Jangan dilihat berapa isinya, tapi makna dari pemberian tersebut”. Kegiatan ditutup dengan foto bersama peserta, official dan semua pejabat jajaran Kantor Kemenag Kab. Jepara.

  • SEKSI PD PONTREN KEMENAG JEPARA: UPACARA HUT KEMERDEKAAN RI KE-79 DI PONPES AL-MUTTAQIN SOWAN KIDUL, KEDUNG, JEPARA

    Jepara – Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren mendampingi pelaksanaan upacara bendera dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 tahun 2024. Kegiatan diikuti oleh pengasuh, asatidz dan seluruh santri putra pada lembaga tersebut, serta didampingi dari unsur Densus 88 Polda Jawa Tengah, Polres Jepara, Kemenag Kab. Jepara, Kecamatan Kedung dan Perangkat Desa Sowan Lor, Sabtu, (17/08/2024).

    Kementerian Agama RI menunjuk delapan lembaga Pondok Pesantren se-Indonesia untuk melaksanakan upacara bendera, salah satunya adalah Pondok Pesantren Al Muttaqin. Upacara dimulai serentak pukul 07.30 WIB dengan inspektur upacara dari Kementerian Agama RI, yaitu Dr. H. Biltiser Bachtiar Manti, Lc, MA. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan tiga hal penting. Amanat pertama adalah hikmah merayakan HUT RI ke 79. Santri tidak hanya mengenang kemerdekaan tetapi juga harus mengisi dengan kegiatan yg bermanfaat untuk agama dan negara. Amanat yang kedua, pesantren sebagai salah satu lembaga penerus kemerdekaan harus menjalankan amanah undang-undang pesantren, diantaranya membentuk individu unggul sebagai ahli ilmu agama yang beriman dan berakhlaq mulia, membentuk pemahaman agama yang moderat dan cinta tanah air serta mewujudkan kerukunan hidup beragama, dan meningkatkan hidup beragama yang berkualitas. Amanat terakhir, bangga menjadi bangsa indonesia dengan segala keanekaragaman yang ada dengan menjaga keutuhan bangsa dan negara. Rangkaian upacara bendera dilaksanakan dengan penuh khidmat dari awal sampai akhir. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama.

Translate »
Skip to content