Penulis: editor

  • 14 PPPK Paruh Waktu Kankemenag Kabupaten Jepara Terima SK

    14 PPPK Paruh Waktu Kankemenag Kabupaten Jepara Terima SK

    Jepara — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara melaksanakan penyerahan Surat Keputusan (SK) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, Senin (2/12) di Aula I Kankemenag Kabupaten Jepara. Kegiatan ini juga diisi dengan pembinaan oleh Kepala Kankemenag dan Kasubbag Tata Usaha sebagai arahan awal bagi para pegawai yang resmi bergabung dalam tugas kedinasan.

    Dalam arahannya, Kepala Kankemenag Jepara Akhsan Muhyiddin menegaskan bahwa PPPK yang baru bergabung perlu memahami berbagai ketentuan yang melekat pada Aparatur Sipil Negara. Ia mengingatkan pentingnya disiplin, integritas, dan kemampuan mengikuti budaya kerja instansi.

    “Kita ini ASN, maka wajib memahami ketentuan, membangun etos kerja yang baik, mengetahui alur birokrasi, dan siap beradaptasi dalam setiap situasi,” ujarnya.

    Beliau juga mengimbau agar para pegawai tidak menggunakan media sosial secara berlebihan untuk menyampaikan keluhan pekerjaan serta selalu menjaga nama baik lembaga. Selain itu, Kepala Kantor menekankan pentingnya pelaporan kegiatan harian sebagai salah satu indikator penilaian kinerja.

    Lebih lanjut, Kepala Kantor berpesan agar seluruh PPPK baru melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga profesionalitas, dan tidak mengubah gaya hidup secara berlebihan setelah menerima SK. Ia berharap kehadiran mereka dapat memperkuat layanan publik di lingkungan Kankemenag Jepara.

    “Semoga keberadaan panjenengan semua membawa keberkahan bagi keluarga dan menambah optimalisasi pelayanan di kantor ini,” tambahnya.

    Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Badrudin memberikan beberapa arahan teknis terkait kedisiplinan dan tata kelola kepegawaian. Ia menegaskan pentingnya koordinasi dengan pimpinan langsung serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

    Ia menjelaskan bahwa dalam sistem kepegawaian Kemenag tidak terdapat mekanisme izin pribadi, namun tercatat sebagai melaksanakan tugas atau cuti sesuai ketentuan. Absensi pegawai juga wajib menggunakan aplikasi Pusaka sebagai bentuk kedisiplinan administrasi.

    Kasubbag TU juga mengingatkan bahwa pemenuhan hak PPPK didasarkan pada rincian yang tertuang dalam SK masing-masing. Bagi pegawai paruh waktu, mekanisme penggajian disesuaikan dengan pola honorer yang berlaku.

    Ia menekankan bahwa seluruh PPPK paruh waktu wajib mulai menempati satuan kerja masing-masing terhitung mulai besok hari dan menggunakan atribut ASN seperti nametag, pin Korpri, dan seragam sesuai ketentuan yang berlaku.

    Dengan penyerahan SK ini, diharapkan PPPK Paruh Waktu dapat segera beradaptasi dan menjalankan tugas pelayanan publik dengan optimal, serta menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan Kementerian Agama kepada masyarakat Jepara.

  • Kepala Kankemenag Jepara Dampingi Bupati Jepara Ziarah ke Makam Leluhur di Kudus

    Kepala Kankemenag Jepara Dampingi Bupati Jepara Ziarah ke Makam Leluhur di Kudus

    Kudus — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin, bersama Kasi Bimas Islam, turut mendampingi Bupati Jepara dalam kegiatan ziarah ke makam para leluhur yang berada di kompleks Makam Sedo Mukti, Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, pada Senin (1/12/2025).

    Kegiatan ziarah ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangka mengenang kembali sejarah panjang perjuangan dan kontribusi keluarga besar Raden Ajeng Kartini terhadap pembangunan peradaban dan pendidikan di Jepara serta Indonesia. Kompleks makam Sedo Mukti sendiri menjadi lokasi peristirahatan beberapa tokoh besar yang memiliki peran signifikan dalam perjalanan sejarah daerah dan bangsa.

    Di antara tokoh yang dimakamkan di kompleks tersebut adalah Drs. R.M.P. Sosrokartono, kakak kandung Pahlawan Nasional R.A. Kartini. Sosrokartono dikenal sebagai seorang ahli bahasa, spiritualis, dan tokoh pergerakan nasional.

    Selain itu, juga terdapat makam Raden Mas Panji Sosrokartono lahir pada 10 April 1877 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah, dari keluarga bangsawan dan terhormat. Ia adalah anak ketiga dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, Bupati Jepara, dan Raden Mas Ajeng Ngasirah, putri dari tokoh agama.

    Dalam kesempatan tersebut, Akhsan Muhyiddin menegaskan bahwa kegiatan ziarah tidak hanya memiliki makna spiritual, namun juga sarat dengan pesan sejarah. Menurutnya, menghormati dan mengenang jasa para pendahulu merupakan wujud syukur sekaligus upaya memperkuat jati diri bangsa.

    Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keluarga besar R.A. Kartini merupakan bagian penting dari sejarah Jepara dan Indonesia. Nilai-nilai pemikiran mereka, mulai dari pendidikan, keberanian, hingga spiritualitas, terus relevan untuk dijadikan inspirasi generasi saat ini.

    Kegiatan ziarah berlangsung khidmat dan penuh penghormatan. Selain sebagai ajang refleksi, momen ini juga mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, serta masyarakat dalam merawat sejarah dan budaya lokal.

  • Upacara Bendera HUT ke-54 KORPRI, HUT ke-26 DWP, dan Peringatan HIV/AIDS Sedunia Tingkat Kabupaten Jepara

    Upacara Bendera HUT ke-54 KORPRI, HUT ke-26 DWP, dan Peringatan HIV/AIDS Sedunia Tingkat Kabupaten Jepara

    Jepara — Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Jepara Akhsan Muhyiddin, mengikuti Upacara Bendera dalam Rangka HUT Ke-54 KORPRI, HUT Ke-26 DWP & Hari AIDS Sedunia di Lapangan Setda Kabupaten Jepara, Senin (01/12/2025).

    Upacara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Jepara, Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jepara, seluruh jajaran Forkopimda Kabupaten Jepara, anggota KORPI dan seluruh ASN Kabupaten Jepara, pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan, Tenaga Kesehatan, relawan, dan seluruh peserta upacara.

    Dalam Amanatnya, Bupati Jepara dalam hal ini diwakili oleh Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menyampaikan bahwa tema HUT KORPRI tahun ini adalah “Bersatu Berdaulat, Bersama KORPRI dalam Mewujudkan Indonesia Maju” mengandung pesan: bahwa ASN adalah pilar utama reformasi birokrasi dan pelayanan publik yang berkeadilan.

    Pada kesempatan tersebut juga diperingati Hari Ulang Tahun ke-26 Dharma Wanita Persatuan. “Maka saya mengajak seluruh pengurus dan anggota DWP untuk terus memperkuat peran sebagai mitra pemerintah, pilar keluarga, serta pilar ketahanan sosial dan pendidikan karakter anak bangsa”, ujarnya.

    Selanjutnya, terkait Hari AIDS Sedunia, Ibnu Hajar mengatakan bahwa dengan adanya peringatan tersebut, kita semua diingatkan bahwa upaya pencegahan, edukasi, dan penghilangan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS adalah tugas kemanusiaan yang ada di pundak kita bersama.

  • Bersatu Wujudkan Indonesia Maju, Kemenag Jepara Gelar Upacara HUT ke-54 KORPRI

    Bersatu Wujudkan Indonesia Maju, Kemenag Jepara Gelar Upacara HUT ke-54 KORPRI

    Jepara — Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 KORPRI berlangsung khidmat di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara dan diikuti oleh seluruh ASN pada Senin (1/12). Peringatan HUT KORPRI ke-54 tahun ini bertemakan “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI Mewujudkan Indonesia Maju”.

    Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Jepara Badrudin bertindak sebagai pembina upacara dan menyampaikan amanat Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional. Dalam penyampaiannya Badrudin mengajak seluruh ASN untuk mensyukuri kesempatan dapat memperingati hari besar KORPRI ini sebagai momentum memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

    Lebih lanjut Badrudin menekankan pentingnya kemampuan ASN beradaptasi dengan perkembangan teknologi. “ASN tidak boleh hanya menjadi pelaksana, tetapi harus menjadi motor utama transformasi digital, Gunakan teknologi untuk mempercepat layanan, memperkuat transparansi, dan membangun kepercayaan masyarakat” tegasnya.

    Kasubbag TU Kankemenag Jepara juga menyampaikan ajakan agar ASN menerapkan sikap KORPRI Siaga dalam menjalankan tugas. “KORPRI harus siap siaga menghadapi tantangan, memperkuat persatuan, menjaga netralitas, dan meningkatkan profesionalisme,” ujarnya.

    Pada akhir amanat, Kasubbag TU mengajak ASN Kemenag Jepara untuk memperkuat kerja sama dan meningkatkan inovasi dalam pelaksanaan tugas, sambil menegaskan bahwa KORPRI merupakan rumah besar ASN yang harus dijaga kekompakan, integritas, dan loyalitasnya. Ia menyampaikan, “Mari kita tingkatkan kolaborasi, terus berinovasi, dan bekerja sepenuh hati demi pelayanan yang lebih baik. Semoga KORPRI selalu setia hingga akhir dalam pengabdian kepada bangsa dan negara” tutupnya.

  • FGD dan Penandatanganan Deklarasi Kerukunan Umat Beragama

    FGD dan Penandatanganan Deklarasi Kerukunan Umat Beragama

    Jepara — Sabtu, (29/11/2025), bertempat di Gedung Shima Setda Jepara, berlangsung acarah Forum Group Discussion (FGD) dan penandatanganan Deklarasi Kerukunan Umat Beragama untuk mewujudkan Jepara dalam memperkuat kerukunan umat beragama di Kabupaten Jepara.

    Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kakankemenag Jepara. Kehadiran beliau menegaskan komitmen institusi dalam memperkuat fondasi kerukunan antar umat beragama sebagai salah satu pilar utama dalam kehidupan bermasyarakat.

    FGD ini bertujuan memperkuat salah satu modal sosial terbesar yang menjaga Jepara tetap kondusif, rukun, dan produktif. Berbagai kajian rasional menunjukkan bahwa dialog antar pemuka agama, sinergi antar lembaga, dan program moderasi beragama merupakan unsur penting dalam menjaga stabilitas sosial di Kabupaten Jepara.

    Peran strategis FKUB dan Kantor Kemenag Jepara sangat vital dalam memelihara kerukunan, mengelola keberagaman, serta menjadi mediator dan jembatan komunikasi antar umat beragama. Keduanya juga berperan dalam memberikan rekomendasi perizinan ibadah, memediasi permasalahan keagamaan, serta memfasilitasi dialog lintas agama guna mencegah konflik sejak dini.

    Melalui momentum ini, diharapkan kerukunan umat beragama di Jepara semakin kokoh, menjadikan kabupaten ini sebagai contoh harmonisasi beragama yang mampu mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadaban. Deklarasi ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga keberagaman sebagai kekayaan yang harus dijaga dan dirayakan bersama.

  • Pembinaan ASN: Kakankemenag Jepara Tekankan Perubahan Mentalitas dan Peningkatan Etos Kerja

    Pembinaan ASN: Kakankemenag Jepara Tekankan Perubahan Mentalitas dan Peningkatan Etos Kerja

    Jepara — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara melaksanakan pembinaan Aparatur Sipil Negara yang bertempat di Aula I Kankemenag Jepara, Kamis (27/11/2025). Dihadiri oleh Kakankemenag Kab. Jepara, Kasi dan Gara, Kepala KUA Kecamatan, Pengawas Madrasah dan PAI, Penghulu, Penyuluh Agama Fungsional dan PPPK, Perencana Kankemenag Kab. Jepara, Pejabat Fungsional Tertentu dan seluruh pegawai Kankemenag Kab. Jepara.

    Dalam pembinaannya, Kakankemenag Jepara Akhsan Muhyiddin, menyampaikan pentingnya memantaskan diri sebagai seorang Aparatur Sipil Negara, yang mampu menjadi pelayan yang baik, menjadi teladan yang baik, menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. “Pekerjaan harus didasari oleh niat mengabdi dan beribadah. Perlu adanya semangat, integritas, dedikasi tinggi, dan profesionalisme”, tegasnya.

    “Alhamdulillah tahun ini kita mendapatkan bantuan PIP (Program Indonesia Pintar) untuk Madrasah 17.000”, terangnya. Akhsan menjelaskan hal tersebut adalah buah dari komunikasi, kolaborasi, dan sinergisitas antara Kementerian Agama bersama dengan anggota DPR RI Komisi VIII dan didukung oleh Bupati dan Wakil Bupati Jepara.

    Bantuan ini menjadi solusi atas keluhan madrasah yang sebelumnya sulit mendapatkan PIP, dan juga untuk mengatasi kampanye negatif agar tidak sekolah di madrasah karena masalah PIP. “Saya harapkan ke depan, madrasah kita menjadi madrasah yang unggul. Madrasah yang betul-betul diminati oleh masyarakat di sekitar kita. Madrasah yang menjadi branding kita. Madrasah yang menjadi center of excellence (pusat keunggulan)”, terangnya.

  • Update Data Pondok Pesantren: Kankemenag Kabupaten Jepara Laksanakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Data Pesantren

    Update Data Pondok Pesantren: Kankemenag Kabupaten Jepara Laksanakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Data Pesantren

    Jepara — Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren pada Kantor Kemenag Kab. Jepara menyelenggarakan Rapat Koordinasi Evaluasi dan Validasi Data Pondok Pesantren Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 bertempat di MIN 2 Jepara, Rabu (26/11/2025).

    Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Kantor Kemenag Jepara, Kasubag TU, pejabat struktural, staff, ketua DPRD, perwakilan Dinas PUPR Kabupaten, wakil ketua RMI Wilayah Provinsi Jateng, Wakil Rektor UNISNU Jepara serta 150 peserta, terdiri dari para Penyuluh Agama Islam serta para operator data Pondok Pesantren se-Kabupaten Jepara.

    Dalam kegiatan ini, hadir beberapa narasumber, antara lain Agung Supriyadi dan Dede Rahmat sebagai moderator, Agus Sutisna selaku Ketua DPRD Kab. Jepara, Atho’illah selaku Sub Koordinator Pembangunan dan Pemeliharaan Dinas PUPR Kab. Jepara, Miftahuddin selaku Wakil RMI Provinsi Jateng, Abdul Wahab selaku Wakil Rektor III UNISNU Jepara sebagai narasumber.

    Mewakili Kepala Kantor Kemenag Kab. Jepara, Kasubbag TU Badruddin, secara resmi membuka kegiatan tersebut serta menyampaikan bahwa ada yang namanya EMIS, ada yang namanya Sitren (Sistem Informasi dan Data Terpadu Pesantren), dan ada yang namanya Satu Data Terpadu Kemenag RI.

    “Kesemuanya itu, pokok validitasnya adalah bagaimana para pengasuh pesantren ini mengisi data riil yang ada di pesantren panjenengan masing-masing. Jadi, banyak terjadi, khususnya di pantura ini, eksistensi pesantren yang sudah besar, santrinya banyak, karena tidak mau meng-upload data, maka keberadaannya di Pusat tidak diketahui”, ujarnya.

    Sementara itu, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan menggunakan anggaran DIPA Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Provinsi Jateng.

    “Dengan mengharap ridha dan pertolongan dari Allah, acara Rapat Koordinasi, Validasi, Evaluasi Data Pesantren Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 kita buka dengan resmi dengan bacaan Suratul Fatihah. Semoga dengan bacaan Suratul Fatihah, Allah mengijabah apapun yang menjadi niat baik kita, dijauhkan kita dari segala kesalahan. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin”, pungkasnya.

  • Merawat Semesta dengan Cinta: Kemenag Jepara Peringati Hari Guru Nasional 2025

    Merawat Semesta dengan Cinta: Kemenag Jepara Peringati Hari Guru Nasional 2025

    Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara melaksanakan upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 pada Selasa, (25/11/2025) yang diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara Kankemenag Jepara. Upacara ini menjadi agenda rutin tahunan sebagai bentuk apresiasi dan refleksi atas jasa para guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

    Mengusung tema yang inspiratif, “Merawat Semesta dengan Cinta,” peringatan HGN tahun ini mengajak seluruh elemen pendidikan untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan keberlangsungan bumi. Tema ini juga menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan karakter yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab terhadap masa depan.

    Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kankemenag Jepara, Badrudin, bertindak sebagai Pembina Upacara. Beliau membacakan teks amanat upacara Hari Guru Nasional 2025 dari Menteri Agama Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut, disampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh guru atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mendidik generasi penerus bangsa.

    “Kementerian Agama terus berupaya memperkuat profesionalisme dan kualitas guru melalui berbagai program, salah satunya adalah pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang dijalankan secara bertahap, terukur, dan berkeadilan,” ujar Badrudin saat membacakan amanat.

    Lebih lanjut, beliau menyampaikan data yang menggembirakan terkait peningkatan jumlah peserta PPG. “Pada tahun 2023 dan 2024, total peserta PPG tercatat sebanyak 41 ribu guru. Alhamdulillah, pada tahun 2025, jumlah ini meningkat menjadi lebih dari 301 ribu guru, atau naik sekitar 620 persen,” ungkapnya. Peningkatan ini menunjukkan komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di lingkungan madrasah dan pendidikan agama Islam.

    Di akhir amanatnya, Badrudin menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh guru atas pengabdiannya yang tak ternilai harganya. “Terima kasih, Bapak/Ibu Guru! Pengabdian Anda adalah cahaya yang menerangi jalan bagi kemajuan pendidikan dan kemaslahatan umat. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan keberkahan kepada kita semua dalam menjalankan tugas mulia ini,” pungkasnya.

  • Kankemenag Jepara Mengikuti Upacara Bendera Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI Tahun 2025 Tingkat Kabupaten Jepara

    Kankemenag Jepara Mengikuti Upacara Bendera Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI Tahun 2025 Tingkat Kabupaten Jepara

    Jepara — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin mengikuti Upacara Bendera dalam rangka Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025 dan HUT Ke-80 PGRI Tingkat Kabupaten Jepara bertempat di Lapangan Desa Gelang Kec. Keling Kab. Jepara, Selasa (25/11/2025).

    Hadir dalam upacara tersebut, Wakil Bupati Jepara, Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Kapolres Jepara, Kepala Kejaksaan Negeri Jepara, Komandan Kodim 0719/Jepara, Ketua Pengadilan Negeri Jepara, Ketua Pengadilan Agama Jepara, Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Ketua dan jajaran pengurus PGRI Kabupaten Jepara, Para Pengawas, Kepala Sekolah, para guru, siswa, dan seluruh peserta upacara.

    Dalam hal ini, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar selaku Pembina Upacara, menyampaikan bahwa peran Bapak dan Ibu Guru sangat penting. Selain sebagai pengajar, juga sebagai penjaga benteng literasi digital, pembimbing moral, dan mitra orang tua dalam menjaga ketahanan anak di dunia maya.

    “Guru adalah penentu arah pendidikan. Guru adalah penjaga masa depan. Maka pada momentum Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI ini, saya mengajak seluruh guru di Jepara, mari memperkuat pembelajaran bermakna yang menumbuhkan kemampuan berpikir mendalam. Kita juga perlu memastikan sekolah kita, bebas dari perundungan. Jadikan sebagai lingkungan yang aman, ramah, dan penuh kasih”, pesan Ibnu Hajar.

    “Selanjutnya, saya minta Bapak/Ibu Guru untuk meningkatkan literasi digital dan kewaspadaan terhadap radikalisme yang menyasar anak. Manfaatkan teknologi, coding, dan AI sebagai alat untuk memajukan pembelajaran. Saya percaya, Bapak dan Ibu Guru paham aturannya, sampai batas mana AI bisa Bapak/Ibu manfaatkan untuk menunjang pembelajaran”, imbuhnya.

    Wakil Bupati Jepara dalam akhir sambutannya mengucapkan selamat Hari Guru Nasional dan selamat HUT ke-80 PGRI dan beliau mendoakan agar Jepara semakin berpendidikan, semakin profesional gurunya, semakin berprestasi siswanya, sehingga bisa mewujudkan Jepara Mulus Pendidikan dan Kebudayaannya.

  • Gelar Rapat Konsolidasi dengan Kepala KUA, Kemenag Jepara Wujudkan Clean and Good Governance

    Gelar Rapat Konsolidasi dengan Kepala KUA, Kemenag Jepara Wujudkan Clean and Good Governance

    Jepara — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menggelar rapat Konsolidasi Pelaporan Bimbingan Perkawinan dan Keluarga Sakinah di Aula II Kankemenag Jepara, Senin (24/11/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas program, serta menyoroti pentingnya kehumasan, pencatatan nikah massal, dan konseling anak. Acara yang berlangsung tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kab. Jepara, Kasi Bimas Islam serta seluruh Kepala KUA se-Kabupaten Jepara.

    Kepala Kantor Kemenag Jepara, H. Akhsan Muhyiddin, S.E.,M.M, menekankan pentingnya membangun citra positif KUA melalui kegiatan kehumasan yang efektif, termasuk pengelolaan media sosial dan menjalin hubungan baik dengan masyarakat. Selain itu, perlu dilaksanakan program pencatatan nikah massal, khususnya bagi pasangan yang telah menikah siri, untuk memastikan hak-hak hukum mereka terpenuhi.

    Dalam upaya mencegah pernikahan usia dini, diharapkan mampu bekerja sama dengan Pengadilan Agama dan DP3AP2KB untuk menyelenggarakan program konseling bagi anak-anak. Konseling ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang risiko pernikahan usia dini kepada anak-anak dan keluarga.

    Bapak H. Samsul Arifin, S.Ag.,M.H selaku Kasi Bimas Islam juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh KUA di Kabupaten Jepara yang telah berupaya meningkatkan kualitas layanan dan memanfaatkan media sosial dengan maksimal. Diharapkan mampu berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mewujudkan clean governance and good governance.

Translate »
Skip to content