Penulis: editor

  • Tingkatkan Kualitas Kinerja Pelayanan, Kankemenag Jepara Gelar Koordinasi SDM

    Tingkatkan Kualitas Kinerja Pelayanan, Kankemenag Jepara Gelar Koordinasi SDM

    Jepara – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menggelar rapat koordinasi sumber daya manusia (SDM) di Ruang Rapat PTSP Kankemenag Jepara, Senin (22/12).

    Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin, Kepala Subbagian Tata Usaha Badrudin, serta jajaran unit SDM Kankemenag Jepara. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan koordinasi internal, penataan ulang pegawai, serta peningkatan profesionalisme aparatur dalam memberikan layanan yang prima, cepat, dan responsif.

    Kepala Kankemenag Jepara Akhsan Muhyiddin dalam arahannya menegaskan pentingnya peran SDM sebagai ujung tombak pelayanan publik. “Kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga oleh komitmen, kedisiplinan, dan etos kerja seluruh pegawai. Penataan pegawai yang tepat sesuai kompetensi juga dinilai mampu mendorong peningkatan kinerja organisasi secara menyeluruh” ujarnya.

    Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Badrudin menyampaikan bahwa koordinasi SDM menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kinerja, serta memastikan pelayanan di lingkungan Kankemenag Jepara berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

    Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antarpegawai sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan, sejalan dengan komitmen Kementerian Agama dalam mewujudkan birokrasi yang profesional dan melayani.

  • Penerapan Ekoteologi: Kemenag Jepara Tanam Pohon dan Bersihkan Lingkungan Kantor

    Penerapan Ekoteologi: Kemenag Jepara Tanam Pohon dan Bersihkan Lingkungan Kantor

    Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara melakukan kegiatan penguatan ekoteologi sebagai bagian dari implementasi Asta Protas Menteri Agama Republik Indonesia. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pegawai pada Jumat (19/12) sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan hidup berbasis nilai-nilai keagamaan.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan apel bersama di halaman tengah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara. Setelah apel, seluruh pegawai secara gotong royong melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan kantor. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari ajaran agama.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari nilai hablum minal alam yakni membangun hubungan harmonis antara manusia dan alam. Akhsan Muhyiddin menegaskan bahwa ekoteologi tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan konkret dalam kehidupan sehari-hari termasuk di lingkungan kantor.

    “Kegiatan hari ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Asta Protas Menteri Agama, khususnya pada penguatan ekoteologi. Melalui penghijauan dan kebersihan kantor Kemenag Kabupaten Jepara yang dilakukan bersama seluruh ASN. Harapannya dapat memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga hubungan yang baik dengan alam sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan,” ujarnya.

    Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon di area sekitar kantor. Penanaman ini menjadi simbol komitmen Kementerian Agama Kabupaten Jepara dalam menjaga kelestarian lingkungan serta sebagai bentuk investasi ekologis untuk masa depan yang berkelanjutan.

    Penerapan ekoteologi ini sejalan dengan Asta Protas Menteri Agama yang menekankan penguatan nilai-nilai keagamaan berwawasan lingkungan. Melalui kegiatan tersebut, aparatur Kementerian Agama diharapkan dapat menjadi teladan dalam menjaga alam sebagai amanah yang harus dijaga bersama.

    Melalui penguatan ekoteologi di lingkungan kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara berharap kesadaran akan pentingnya hablum minal alam semakin tumbuh dan mengakar, sehingga nilai-nilai agama tidak hanya tercermin dalam ibadah ritual tetapi juga dalam kepedulian nyata.

  • Serah Terima Program Pemberdayaan Ekonomi Kampung Zakat Kementerian Agama di Desa Damarwulan Kecamatan Keling

    Serah Terima Program Pemberdayaan Ekonomi Kampung Zakat Kementerian Agama di Desa Damarwulan Kecamatan Keling

    Jepara — Program Pemberdayaan Ekonomi Kampung Zakat Kementerian Agama di Desa Damarwulan resmi diserahterimakan kepada para penerima manfaat, Kamis (18/12). Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dariKementerian Agama dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui zakat produktif.

    Program pemberdayaan ekonomi ini didukung oleh sinergi pendanaan antara Kementerian Agama dan lembaga zakat. Sumber bantuan berasal dari Program Kampung Zakat Kementerian Agama Republik Indonesia dengan nilai sebesar Rp20.000.000, yang dialokasikan untuk mendukung penguatan usaha produktif masyarakat. Adapun kebutuhan pendanaan lainnya dipenuhi melalui kontribusi dana dari Lembaga Amil Zakat Membangun Keluarga Utama (LAZ MKU) sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam pendampingan dan pemberdayaan ekonomi umat di Desa Damarwulan. Bantuan diberikan kepada 24 penerima manfaat dengan bantuan 24 ekor domba dan bibit jagung.

    Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan langkah strategis dalam menekan angka kemiskinan. “Melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat kita berharap dapat menurunkan tingkat kemiskinan dan mewujudkan kemandirian ekonomi umat yang menjadi salah satu program Kemenag Berdampak” tuturnya.

    KaKankemenag Jepara juga berharap para penerima manfaat mampu mengelola bantuan dengan baik.“Kami berharap bantuan ini dapat dirawat dan dikelola dengan maksimal sehingga menjadi modal awal menuju ekonomi yang mandiri dan keluarga yang sejahtera, Sehingga nanti yang semula mustahiq menjadi muzakki,” tambahnya.

    Diakhir sambutannya Akhsan Muhyiddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.“Kami sangat mengapresiasi program ini. Semoga dapat dijalankan secara istiqomah dan mampu mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera sejalan dengan Asta Cita Presiden yang diterjemahkan dalam Asta Protas Kementerian Agama” pungkasnya.

  • Komitmen Pemerintah Pada Pendidikan Madrasah: PIP Tahap Terakhir Diserahkan

    Komitmen Pemerintah Pada Pendidikan Madrasah: PIP Tahap Terakhir Diserahkan

    Jepara — Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan madrasah. Hal tersebut diwujudkan melalui penyerahan Program Indonesia Pintar (PIP) Tahap Kedua yang merupakan tahap terakhir bagi madrasah di Kabupaten Jepara. Kegiatan ini dilaksanakan di MI Nurul Huda Gemiring Kidul dan MTs Sabilul Ulum Mayong pada Rabu (17/12).

    Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid didampingi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Jepara Akhsan Muhyiddin dan Sekretaris Daerah Jepara Ary Bachtiar.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya penyaluran PIP tahap kedua ini. Ia menegaskan bahwa program tersebut menjadi sarana penting dalam memperkuat silaturahmi sekaligus bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pendidikan madrasah.

    “Alhamdulillah hari ini kita bisa bersilaturahmi dan membersamai beliau (Abdul Wahid). Kami mengucapkan terima kasih atas perjuangan dan perhatian yang luar biasa terhadap pendidikan madrasah. Program PIP yang dahulu seolah hanya menjadi angan-angan kini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh madrasah”, ungkapnya.

    Lebih lanjut, Kepala Kankemenag berpesan agar dana PIP digunakan sesuai peruntukannya untuk kebutuhan pendidikan peserta didik dan menegaskan bahwa tidak boleh ada potongan dalam bentuk apa pun di lingkungan madrasah.

    Sementara itu, Bupati Jepara dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara Ary Bachtiar menyampaikan apresiasi kepada Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid dan Kepala Kankemenag Kab. Jepara atas perjuangannya sinergitas sehingga menghadirkan bantuan PIP bagi madrasah di Jepara. Ia berharap program ini mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan menegaskan bahwa pemerintah tidak membedakan antara sekolah umum dan sekolah berbasis keagamaan.“PIP ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir untuk semua, tanpa membedakan sekolah umum maupun madrasah. Kami berharap program ini dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia dan mendukung visi Jepara yang unggul, makmur, dan religius” ujarnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Abdul Wahid selaku Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI menjelaskan bahwa perhatian Presiden terhadap sektor pendidikan diwujudkan melalui alokasi PIP yang cukup besar. Selain PIP Abdul Wahid mengungkapkan rencana penguatan dukungan pendidikan madrasah melalui KIP Kuliah, pengadaan smartboard, peningkatan kesejahteraan guru, hingga program lainnya sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam pendidikan Islam. “Insyaallah, sudah saya usulkan agar mendapatkan smartboard yang akan diterima oleh madrasah. Semoga dapat terealisasikan” ujarnya.

  • Kakankemenag Jepara Hadiri Pisah Sambut Dandim 0719/Jepara, Penuh Haru dan Kekhidmatan

    Kakankemenag Jepara Hadiri Pisah Sambut Dandim 0719/Jepara, Penuh Haru dan Kekhidmatan

    Jepara – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menghadiri acara pisah sambut Komandan Kodim (Dandim) 0719/Jepara yang digelar di Makodim 0719/Jepara Selasa (16/12). Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh haru menandai pergantian kepemimpinan di lingkungan Kodim 0719/Jepara.

    Letkol Arm Khoirul Cahyadi resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai Dandim 0719/Jepara dan selanjutnya mengemban amanah baru di lingkungan Staf Teritorial Angkatan Darat (Sterad). Momen pamitan berlangsung penuh haru.

    Acara pisah sambut ini turut dihadiri Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, jajaran Forkopimda, serta para tokoh terkait. Hadir pula Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi yang secara resmi menggantikan posisi Dandim 0719/Jepara dan mendampingi Letkol Arm Khoirul Cahyadi dalam momen pamitan tersebut.

    Serah terima jabatan Dandim 0719/Jepara dari Letkol Arm Khoirul Cahyadi kepada Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan dan pengabdian di Kabupaten Jepara.

    Sementara itu, Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi yang sebelumnya menjabat sebagai Kasiren Korem 073/Makutarama, kini resmi mengemban tugas sebagai Dandim 0719/Jepara dengan harapan dapat melanjutkan dan memperkuat pengabdian Kodim bagi masyarakat Jepara.

  • Rakor Evaluasi dan Validasi Data Emis Tahun 2025

    Rakor Evaluasi dan Validasi Data Emis Tahun 2025

    Jepara — Rapat Koordinasi Evaluasi dan Validasi Data EMIS (Education Management Information System) pada seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara dilaksanakan pada hari Jumat (12/12) dengan tujuan untuk mengevaluasi dan memvalidasi data EMIS. Rakor ini dihadiri oleh 61 Koordinator Lembaga tingkat Kecamatan se-Kabupaten Jepara dari unsur Pondok Pesantren, TPQ dan Madrasah Diniyah di Aula 1 KanKemenag Jepara.

    Kegiatan dibuka oleh pelaksana pada seksi PD Pontren, dilanjutkan dengan pembinaan oleh H. Zainuri selaku Kasi PD Pontren. Beliau menyampaikan kepada lembaga untuk selalu mengikuti aturan dan kebijakan yg sudah ditetapkan oleh pemerintah. Prosedur yang sudah ditetapkan harus diikuti dari awal sampai selesai. Jangan sampai mengajukan layanan yang tidak sesuai prosedur.

    Selanjutnya secara teknis disampaikan materi terkait update data EMIS. Perlu dicari solusi untuk mengatasi aplikasi EMIS yang sering eror dan susah untuk diakses belakangan ini. Sementara tuntutan untuk cetak BAP EMIS Semester Ganjil Tahun 2025 harus segera dilaksanakan. Sehingga perlu cara jitu untuk menangani permasalahan tersebut.

    Hasil Evaluasi EMIS semester ini diantaranya terdapat kesalahan dalam entry data serta beberapa lembaga belum upload dan cetak BAP, juga beberapa lembaga yang ijin operasional lembaganya sudah habis tapi tidak diperpanjang.

    Harapannya setelah mengikuti kegiatan ini permasalahan yang ada di lembaga bisa diatasi agar tidak berdampak kepada lembaga, yang salah satunya terkait bantuan pemerintah.

    Kegiatan diakhiri dengan pemberian apresiasi kepada 2 operator terbaik atas kinerjanya dalam pengisian data EMIS Tahun 2024.

  • Kontingen Jepara Resmi Dilepas untuk Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Internasional

    Kontingen Jepara Resmi Dilepas untuk Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Internasional

    Jepara – Wakil Bupati Jepara bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara secara resmi melepas Satuan Komunitas Pramuka Maarif NU (SAKO MAARIF NU) sebagai peserta Kontingen Jepara yang akan mengikuti Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Internasional pada 15–19 Desember 2025 di Bumi Perkemahan Puskepram Candra Birawa, Gunungpati, Kota Semarang. Apel pelepasan berlangsung di Halaman Setda Kabupaten Jepara pada Jumat (12/12).

    Dalam amanatnya, Wakil Bupati Jepara Hajar Marzuki menyampaikan apresiasi tinggi serta rasa bangga kepada para peserta yang akan membawa nama baik Kabupaten Jepara di kancah internasional.
    “Peserta ini bukan hanya mewakili sekolah atau lembaga, tetapi mewakili kota besar kita, yaitu Kabupaten Jepara. Bawa nama baik daerah. Tunjukkan akhlak santri, disiplin Pramuka, serta sopan santun khas masyarakat Jepara. Jaga nama baik Jepara di mana pun kalian berada,” tegasnya.

    Wabup Jepara juga menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perkemahan tetapi ruang belajar untuk membentuk karakter generasi muda.
    “Jadikan kegiatan ini sebagai pengalaman yang menuntun masa depan kalian, belajar menjadi pemimpin, memperluas wawasan, dan memperkuat karakter,” lanjutnya.

    Hajar Marzuki juga menyampaikan terima kasih kepada para pendamping dan pembina yang telah memberikan dedikasi serta tanggung jawab dalam mempersiapkan kontingen.

    “Terima kasih kepada para pendamping dan pembina. Semoga menjadi amal jariyah. Restu orang tualah yang menguatkan anak-anak kita agar berangkat dengan selamat, belajar dengan manfaat, serta kembali membawa kebanggaan untuk keluarga dan Kabupaten Jepara,” ungkapnya.

    Apel pelepasan ditutup dengan pemakaian jaket kontingen secara simbolis oleh Wakil Bupati dan didampingi oleh Kepala Kankemenag Jepara dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk dukungan dan harapan agar Kontingen Jepara dapat meraih hasil terbaik.

  • Kemenag Jepara Melalui IPARI Gelar “Bhakti Lintas Iman”

    Kemenag Jepara Melalui IPARI Gelar “Bhakti Lintas Iman”

    Jepara — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, melalui wadah profesional penyuluh agama, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), menunjukkan kepeloporannya dalam membina kerukunan. Mereka menyelenggarakan aksi nyata “Bhakti Lingkungan” dengan membersihkan empat lokasi yang menjadi simbol sejarah dan keragaman umat beragama di Jepara, pada Kamis, (11/12).

    Kegiatan ini dimulai dengan apel yang dipimpin langsung oleh Ka Subbag TU Badrudin, mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, bertempat di Tugu Tatah Desa Gedangan Kecamatan Welahan. Turut hadir perwakilan dari dunia pendidikan (SMK Islam Al Hikmah), pemerintah desa (Welahan dan Gedangan), serta unsur keamanan (TNI/Polri). Kehadiran mereka menunjukkan dukungan luas terhadap peran Kemenag dalam menggerakkan masyarakat melalui IPARI.

    Melalui koordinasi IPARI, peserta yang terdiri dari penyuluh lintas agama, siswa, dan masyarakat langsung diterjunkan ke empat titik. Lokasinya dipilih secara strategis, yaitu Tugu Tatah (monumen batas kabupaten), Masjid Nurul Falah Gedangan, Gereja Kristen Muria Indonesia Welahan, dan Klenteng Hian Thian Sang Tee Welahan. Tindakan ini memperlihatkan komitmen Kemenag dalam memelihara semua elemen masyarakat dan budayanya.

    Badruddin menegaskan, aksi ini adalah bentuk pelayanan konkrit Kemenag melalui para penyuluh agama IPARI untuk menjaga kerukunan sekaligus kelestarian lingkungan. “Ini adalah implementasi dari tugas pembinaan kami,” ujarnya.

    Apresiasi juga datang dari Camat Welahan, Suhadi, yang melihat kegiatan ini sebagai contoh baik sinergi antara Kemenag, IPARI, dan pemerintah daerah dalam membangun kesejahteraan masyarakat yang inklusif.

    Di akhir kegiatan, turut hadir pula Suhadi camat welahan. Beliau sangat terkesan dan mengapresiasi kegiatan ipari ini dan akan menjalin kerjasama pada kegiatan yang akan datang

  • Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan Publik, Kakankemenag Jepara Hadiri Groundbreaking RS Aisyiyah Siti Walidah Jepara

    Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan Publik, Kakankemenag Jepara Hadiri Groundbreaking RS Aisyiyah Siti Walidah Jepara

    Jepara — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin, pada Kamis (11/12) turut menghadiri acara Peletakan Batu Pertama (Groundbreaking) pembangunan Rumah Sakit Aisyiyah Siti Walidah Jepara yang berlokasi di Jln. Shima No. 333 Pengkol, Jepara.

    Kakankemenag Jepara bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya, termasuk Bupati Jepara, Ketua DPRD, Kapolres yang diwakili Kabag Log, Kajari, Kasdim 0719/Jepara, Kepala Pengadilan Negeri, serta Sekda Jepara, menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap inisiatif kesehatan yang digagas organisasi keagamaan.

    Turut hadir pula Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah, mantan Bupati Kebumen, serta PDM dan PDA Jepara.

    Pembangunan RS baru ini merupakan langkah pengembangan dan perluasan dari RS PKU Aisyiyah yang sudah ada sesuai dengan saran dari pimpinan Aisyiyah tingkat wilayah dan daerah.

    Umi Kulsum dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jepara, menegaskan bahwa rumah sakit ini didedikasikan sepenuhnya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan profesional. Ia menargetkan pembangunan akan rampung pada Desember 2026.

    Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas berdirinya RS Aisyiyah Siti Walidah. Bupati berharap keberadaan rumah sakit baru ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Jepara secara keseluruhan.

    “Saya harap ini menambah kepercayaan di masyarakat Jepara. Kita harus bersinergi, mari kampanyekan ke masyarakat bahwa pelayanan kesehatan di Jepara sudah baik. Salah satu contohnya adalah kita memiliki fasilitas kesehatan yang kompeten dan sudah memenuhi standar kesehatan masyarakat Jepara,” ujar Bupati.

    Menutup sambutannya dengan harapan agar pembangunan RS ini membawa keberkahan.

  • PIP Kembali Disalurkan, Wujud Komitmen Penguatan Pendidikan Madrasah di Jepara

    PIP Kembali Disalurkan, Wujud Komitmen Penguatan Pendidikan Madrasah di Jepara

    Jepara — Estafet penyerahan Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk madrasah di Kabupaten Jepara kembali berlanjut hari ini. Penyerahan dilakukan di MA Matholi’ul Huda Bugel, MI Matholi’ul Huda 01 Troso, dan MA Darul Ulum Purwogondo. Penyaluran ini melanjutkan rangkaian distribusi yang telah dimulai sebelumnya. Penyerahan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid didampingi oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Kepala Kantor Kemenag Kab. Jepara Akhsan Muhyiddin.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas sinergi yang terbangun. Beliau secara khusus memberikan apresiasi kepada Abdul Wahid Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, yang dinilai berperan besar dalam mengawal peningkatan kuota PIP tersebut dengan dukungan penuh dari Bupati Jepara.

    “Ini bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata kepedulian. Dari sekian puluh ribu siswa madrasah Jepara mendapatkan jatah 17.979 penerima. Ini sebuah kenaikan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Akhsan.

    Akhsan Muhyiddin berharap dukungan dari legislatif pusat terus berlanjut untuk memperjuangkan kebutuhan pendidikan madrasah ke depannya.
    Dalam kesempatan itu, peran Bupati Jepara kembali disorot sebagai pihak yang konsisten mendorong peningkatan alokasi PIP untuk siswa madrasah.

    Selain itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo juga berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan guru Madrasah Diniyah (Madin). Beliau juga mengimbau seluruh madrasah untuk mulai mempersiapkan dan memperbarui data kependidikan secara lebih lengkap dan akurat. Hal ini penting agar jangkauan penerima manfaat PIP semakin luas dan lebih banyak siswa yang dapat merasakan bantuan tersebut.

    Senada dengan hal tersebut, Abdul Wahid menegaskan bahwa perjuangan Komisi VIII DPR RI adalah wujud implementasi amanat Presiden untuk memastikan pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

    “Kepedulian Presiden terhadap pendidikan sangat tinggi. Contohnya Program Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi fakir miskin ekstrem, dan Jepara termasuk salah satu penerimanya,” jelasnya.

    Ia juga memaparkan berbagai upaya nyata yang telah diperjuangkan, mulai dari pengawalan sertifikasi guru, penyelesaian isu-isu tunjangan, hingga penyaluran fasilitas seperti smart board serta usulan pengadaan smart board untuk madrasah. Menurutnya, seluruh langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah menempatkan pendidikan keagamaan sebagai salah satu prioritas.

Translate »
Skip to content