Balai Diklat Keagamaan Semarang menggelar Orientasi Klasikal Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun 2026 di wilayah kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai Rabu (28/10) hingga Kamis (29/10), ini dipusatkan di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Jepara dan diikuti sebanyak 40 peserta PPPK Tahap II yang terdiri dari PPPK Penuh Waktu dan PPPK Paruh Waktu.
Kegiatan orientasi secara resmi dibuka pada Rabu (28/10) oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Badrudin. Pelatihan ini dirancang untuk membekali para pegawai dengan pemahaman mendalam mengenai nilai-nilai toleransi, kerukunan beragama, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui pendekatan ekoteologi.
Rangkaian pembekalan klasikal tersebut resmi ditutup pada Kamis (29/10) oleh Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang, Suyatno. Dalam pembinaannya saat penutupan, Suyatno menegaskan pentingnya orientasi ini sebagai pondasi utama bagi seluruh PPPK dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat dan negara.
“PPPK harus mendapatkan informasi penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi. Kita adalah bagian dari alam, sehingga harapannya tidak hanya saat pelatihan saja, tetapi pascapelatihan para peserta ikut berkontribusi nyata dalam implementasi ekoteologi dan moderasi beragama, serta membawa mindset ini ke tempat kerja masing-masing,” tegas Suyatno.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kerja Kantor Kemenag Kabupaten Jepara, memperkuat sikap moderat dalam beragama, sekaligus menjadi pelopor gerakan kepedulian lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan.









