Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menyatakan dukungannya terhadap Deklarasi Kampus Aman dan Responsif Gender yang dicanangkan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara sebagai komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Dukungan tersebut diwujudkan secara nyata melalui penandatanganan Deklarasi Kampus Aman dan Responsif Gender oleh Kakankemenag Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin bersama jajaran pimpinan dan sivitas akademika UNISNU Jepara. Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen bersama untuk membangun budaya kampus yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, serta penghormatan terhadap martabat setiap individu.
Deklarasi tersebut memuat tujuh komitmen utama sivitas akademika, di antaranya mewujudkan lingkungan kampus dan lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari kekerasan, diskriminasi, perundungan, eksploitasi, dan pelecehan seksual. Selain itu, deklarasi juga menegaskan pentingnya menghormati keberagaman, menolak penyalahgunaan relasi kuasa, serta membangun budaya saling menghormati dan melindungi demi terwujudnya kampus yang responsif gender.
Akhsan Muhyiddin mengapresiasi inisiatif UNISNU Jepara dalam memperkuat komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bermartabat. “Deklarasi ini merupakan langkah nyata dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman, bermartabat, dan berkeadilan. Kementerian Agama mendukung penuh setiap upaya pencegahan kekerasan serta penguatan nilai-nilai moderasi, penghormatan terhadap martabat manusia, dan kesetaraan di lingkungan pendidikan” ujarnya.
Menurut Akhsan Muhyiddin perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan serta mampu menciptakan ruang belajar yang aman bagi seluruh sivitas akademika.
Melalui penandatanganan deklarasi tersebut Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara berharap sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi terus diperkuat dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dari segala bentuk kekerasan, menjunjung tinggi etika, menghargai keberagaman, serta memberikan rasa aman bagi seluruh warga kampus maupun mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata.





