Jepara — Lomba MAPSI (Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami) SMP Kabupaten Jepara ke-XV digelar di SMP Negeri 1 Tahunan, Selasa (6/10). Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa SMP se-Kabupaten Jepara untuk mengembangkan potensi, prestasi, sekaligus memperkuat pengamalan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam di tengah perkembangan zaman.
MAPSI SMP ke-XV diikuti 827 peserta dari 83 sekolah, baik negeri maupun swasta, se-Kabupaten Jepara. Sejumlah cabang lomba dilaksanakan, meliputi pidato, tahfidz, tilawah, tartil, azan, kaligrafi, Cerdas Cermat Islam (CCI), dan rebana.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Menurutnya, penanaman nilai-nilai agama menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman dan era disrupsi.
“Pendidikan tidak hanya berbicara tentang kecerdasan, tetapi juga bagaimana menanamkan karakter. Di era disrupsi, pola pikir dan pola perilaku perlu dibentuk dengan baik. Penanaman nilai-nilai agama insyaallah akan memberikan bekal yang cukup bagi anak-anak dalam menghadapi perkembangan zaman,” ujarnya.
Akhsan juga mendorong para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk terus menggali dan membina bibit-bibit unggul, khususnya yang memiliki potensi dalam bidang Al-Qur’an. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat regenerasi dan meningkatkan prestasi Jepara pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat provinsi maupun nasional.








