Jepara – Sebanyak 50 operator EMIS (Education Management Information System) Madrasah se-kabupaten Jepara ikuti sosialisasi penguatan updating EMIS Madrasah Tahun 2026 di Aula I Kankemenag Kabupaten Jepara, Selasa (26/5). Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas pendataan melalui aplikasi EMIS (Education Management Information System) guna pendataan resmi Kementerian Agama RI yang menjadi basis utama dalam penyusunan kebijakan pendidikan Islam.
Kepala Kankemenag Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menegaskan pentingnya ketepatan data dalam proses penyusunan perencanaan dan pengambilan kebijakan. Menurutnya, kualitas data sangat menentukan arah kebijakan yang dihasilkan sehingga seluruh pihak diminta lebih serius dalam melakukan pengelolaan serta pembaruan data. “Jika data yang digunakan salah, maka pengambilan kebijakan juga bisa menjadi salah. Kurang data menjadi masalah, lebih data juga bisa menjadi masalah. Karena itu, data harus benar-benar dijaga keakuratannya” ujarnya.
Akhsan Muhyiddin juga meminta komunikasi dan koordinasi antar pihak terus dilakukan agar pengelolaan data dapat berjalan optimal. Terlebih saat ini sistem pengelolaan telah berbasis digital sehingga pembaruan data dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun. Penataan administrasi, ketepatan data, dan ketepatan waktu disebut menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program serta penyusunan kebijakan yang tepat sasaran. “Karena semuanya sudah berbasis online, pengaturan data bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Administrasi juga perlu ditata dengan baik, serta ketepatan data dan ketepatan waktu harus menjadi perhatian bersama” katanya.
Di akhir sambutan Akhsan Muhyiddin mengingatkan agar hal-hal yang dianggap sederhana tidak disepelekan karena dapat memberikan dampak penting dalam proses perencanaan maupun pengambilan keputusan. Melalui kegiatan tersebut, seluruh peserta diharapkan semakin meningkatkan keseriusan dan tanggung jawab dalam pengelolaan data serta penyusunan perencanaan. “Hal yang terlihat sederhana jangan sampai disepelekan, karena bisa jadi hal itu justru penting dalam mendukung perencanaan dan kebijakan. Kami mohon seluruh pihak benar-benar serius dalam penyusunan perencanaan ini” pungkasnya.



