Jepara – Kegiatan pelepasan Bhikkhu Thudong berlangsung khidmat di Candi Sima Blingoh Jepara, pada Rabu (20/5). Bhikkhu yang mengikuti perjalanan sebanyak 16 anggota Bhikkhu sangha. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian keagamaan umat Buddha dalam menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE Tahun 2026. Thudong sendiri merupakan tradisi perjalanan spiritual para bhikkhu yang dilakukan dengan berjalan kaki sebagai bentuk latihan kesederhanaan, kedisiplinan, kedamaian, serta pembinaan moral umat Buddha. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mempererat kerukunan antarumat beragama di wilayah Kabupaten Jepara.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh dan pejabat daerah, di antaranya Bupati Jepara, Wali Kota Salatiga, Pembimas Buddha Jawa Tengah, perwakilan Keraton Surakarta Gusti Kanjeng Ratu Koes Moertiyah Wandansari serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara yang diwakili oleh Kasubbag TU, Badrudin.
Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan nuansa budaya yang kental. Kegiatan Thudong dimaknai sebagai perjalanan spiritual yang membawa pesan perdamaian, keteladanan hidup sederhana, serta memperkuat semangat toleransi dan harmoni di tengah masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi simbol sinergi antara nilai keagamaan, budaya, dan pelestarian tradisi yang terus dijaga bersama. Kehadiran berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, dan budaya menunjukkan kuatnya komitmen dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Jepara.
Puncak kegiatan ditandai dengan pelepasan perjalanan Bhikkhu Thudong melalui penyerahan bendera oleh Bupati Jepara dan prosesi pemotongan pita sebagai simbol dimulainya perjalanan spiritual para bhikkhu.



