Penulis: editor

  • Pemberdayaan MGMP MA Jepara 2025 Dorong Pembelajaran Berbasis Ekoteologi dan Digital

    Pemberdayaan MGMP MA Jepara 2025 Dorong Pembelajaran Berbasis Ekoteologi dan Digital

    Jepara – Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia terus mendorong peningkatan kualitas guru madrasah melalui Program Pemberdayaan Guru Mata Pelajaran (MGMP) Tahun 2025.

    Di Kabupaten Jepara, program ini diikuti oleh MGMP Penjasorkes MA Jepara dan MGMP Informatika 002 MA Jepara Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula I Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara dan dibuka langsung oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin, didampingi Plt. Kasi Pendidikan Madrasah, Bin Himma M. Burhan yang juga bertindak sebagai narasumber pada Rabu (7/1).

    Kegiatan pemberdayaan MGMP tersebut mengusung tema “Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta serta Digitalisasi Pembelajaran dan Layanan Keagamaan di Kelas.” Tema ini selaras dengan arah kebijakan Kementerian Agama dalam mewujudkan pembelajaran madrasah yang berkarakter, humanis, berwawasan lingkungan, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

    Melalui kegiatan ini, para guru dibekali pemahaman dan keterampilan dalam mengintegrasikan nilai-nilai ekoteologi, yaitu kesadaran menjaga lingkungan sebagai bagian dari nilai keagamaan, serta kurikulum berbasis cinta yang menekankan pada penguatan karakter, toleransi, empati, dan moderasi beragama dalam proses pembelajaran.

    Selain itu, penguatan digitalisasi pembelajaran dan layanan keagamaan di kelas juga menjadi fokus penting, di mana guru didorong untuk memanfaatkan teknologi informasi secara optimal dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi pembelajaran, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih efektif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru madrasah dalam menghadapi tantangan pendidikan saat ini. Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini diharapkan para guru tidak hanya meningkatkan kompetensi profesional, tetapi juga semakin menguatkan nilai-nilai keagamaan dalam setiap proses pembelajaran.

    “Untuk itu dalam kesempatan yang baik ini kami mohon agar pembiasaan dan habituasi nilai-nilai akhlak sesuai ajaran agama kita jangan sampai ditinggalkan. Madrasah harus menjadi benteng dari runtuhnya moral generasi bangsa,” tegasnya.

    Di akhir sambutan, Kepala Kankemenag Jepara menyampaikan ucapan selamat mengikuti kegiatan serta berharap program ini mampu meningkatkan kompetensi guru dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pendidikan madrasah.

  • Kankemenag Jepara Hadiri Harlah NU ke-103, Haul Gus Dur ke-16, dan Muskercab IV PCNU Jepara

    Kankemenag Jepara Hadiri Harlah NU ke-103, Haul Gus Dur ke-16, dan Muskercab IV PCNU Jepara

    Jepara — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menghadiri rangkaian kegiatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-103, Haul Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke-16, serta Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) IV PCNU Kabupaten Jepara yang digelar di Pendopo kab. Jepara.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Jepara, jajaran Forkopimda, pengurus NU, tokoh agama, serta perwakilan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Acara berlangsung khidmat dan penuh makna sebagai momentum refleksi dan penguatan peran NU dalam kehidupan berbangsa dan beragama.

    Bupati Jepara Witiarso Utomo dalam sambutannya menyampaikan harapan agar melalui kegiatan keagamaan dan kebersamaan yang digelar NU ini Kabupaten Jepara senantiasa dijauhkan dari berbagai bala dan musibah. Ia juga mengungkapkan rasa senangnya karena Pemerintah Kabupaten Jepara dapat terus bersinergi dan digandeng bersama NU dalam membangun daerah.

    “Kami merasa senang karena terus digandeng NU. Semoga kita terus bersatu dan mampu mencapai apa yang kita cita-citakan bersama,” ujar Bupati Jepara.

    Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH. Miftah Faqih dalam mauidohnya menekankan pentingnya menjadikan sejarah dan perjalanan NU sebagai sumber inspirasi untuk menjawab tantangan masa kini. Disampaikan pula bahwa setiap peringatan Harlah NU harus dijadikan sebagai momentum muhasabah dan i’tishab atau introspeksi diri, termasuk dalam tata kelola organisasi. Oleh karena itu, pelaksanaan Muskercab dinilai sangat penting sebagai forum evaluasi dan perencanaan program NU ke depan.

    “NU ke depan tidak bisa dijalankan secara furoda atau sendiri-sendiri. Diperlukan kebersamaan, soliditas, dan sinergi agar NU semakin berdaya dan bermanfaat bagi umat,” tegasnya.

  • Kakankemenag Buka Pelatihan Coding dan AI untuk Peningkatan Kompetensi Guru

    Kakankemenag Buka Pelatihan Coding dan AI untuk Peningkatan Kompetensi Guru

    Jepara — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah mengenai coding dan kecerdasan artifisial (AI) untuk literasi digital di era big data yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) 02 Kabupaten Jepara di Aula Lembaga Pendidikan Maarif NU, Senin (5/1). Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 5 – 11 Januari secara hybrid dan diikuti oleh 236 peserta.

    Kegiatan Diklat ini didukung oleh Baggins Corp melalui kerja sama pengembangan dan peningkatan kompetensi di bawah naungan LP Ma’arif NU secara berjenjang. Dalam pelaksanaannya, peserta juga dibekali materi pembelajaran berbasis teknologi, termasuk pengenalan mata pelajaran coding sebagai bagian dari adaptasi madrasah terhadap perkembangan digital.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin dalam sambutannya menekankan pentingnya sikap bijak dalam memanfaatkan teknologi. Ia mengingatkan agar kemajuan alat dan teknologi yang luar biasa tidak justru berdampak negatif terhadap karakter peserta didik. “Fungsi madrasah adalah mencetak generasi yang cerdas dan unggul agar tidak tertinggal, namun tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman,” tegasnya.

    Lebih lanjut Akhsan Muhyiddin menekankan bahwa madrasah memiliki peran strategis sebagai benteng pembentukan akhlakul karimah. Ia mengutip pesan keteladanan Rasulullah SAW yang diutus oleh Allah SWT untuk memperbaiki akhlak umat. “Jangan sampai dengan adanya kecerdasan buatan dan perkembangan teknologi, anak-anak kita melupakan ketawaduan. Kemajuan zaman harus diikuti, tetapi habituasi akhlak yang baik harus terus berjalan seiring,” pesannya.

    Kegiatan Diklat ini dibuka dengan pembacaan Ummul Kitab sebagai tanda dimulainya rangkaian acara. Diharapkan melalui kegiatan ini, guru-guru madrasah di Jepara semakin siap menghadapi tantangan era digital dengan tetap menjunjung tinggi nilai akhlakul karimah sebagai fondasi utama pendidikan madrasah.

  • Dorong Kesejahteraan dan Kesetaraan Pendidikan di Jepara, Kepala Madrasah Audiensi dengan Komisi VIII DPR RI

    Dorong Kesejahteraan dan Kesetaraan Pendidikan di Jepara, Kepala Madrasah Audiensi dengan Komisi VIII DPR RI

    Jepara — Para Kepala Madrasah (Kamad) di Kabupaten Jepara melaksanakan audiensi dengan Komisi IV DPR RI dalam rangka memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan pemerataan kualitas pendidikan di Kabupaten Jepara. Audiensi ini menjadi forum strategis untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah. Audiensi dilaksanakan di ruang kelas MAN 2 Jepara setelah upacara peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag RI, Sabtu (3/1).

    Dalam audiensi tersebut Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid menyampaikan bahwa peningkatan kesejahteraan pendidikan harus menyentuh seluruh satuan pendidikan tanpa terkecuali baik pendidikan nasional maupun swasta. Komisi VIII DPR RI juga mendorong agar tidak ada kesenjangan yang terlalu jauh antara sekolah negeri dan swasta, termasuk madrasah.

    Beberapa program strategis turut dibahas, di antaranya Sekolah Rakyat, Sekolah Taruna, dan Sekolah Garuda sebagai bagian dari upaya penguatan akses dan mutu pendidikan. Ke depan, seluruh pemangku kepentingan pendidikan direncanakan akan diundang untuk menyamakan langkah dan visi dalam memajukan pendidikan di Jepara.

    Abdul Wachid juga menegaskan agar para kepala madrasah tidak ragu menyampaikan persoalan yang dihadapi. Jika terdapat kendala di madrasah, baik sarana, prasarana, maupun kebijakan, diharapkan dapat segera dikomunikasikan agar dapat dicarikan solusi bersama.

    Dalam audiensi tersebut ditekankan pula pentingnya perubahan dan kesetaraan terutama dalam hal digitalisasi pendidikan. Pemanfaatan teknologi menjadi keharusan agar madrasah mampu bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Untuk itu, dukungan pengadaan sarana teknologi seperti smartboard dinilai sangat penting demi kemajuan pembelajaran berbasis digital.

    Terkait bantuan pendidikan, Komisi VIII DPR RI menyampaikan bahwa Program Indonesia Pintar (PIP) akan terus ditingkatkan. Namun demikian pendataan harus dilakukan secara tepat dan sesuai dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan basis data yang berlaku agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

    Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret untuk mempercepat transformasi dan kemajuan pendidikan di Kabupaten Jepara. Dengan sinergi antara madrasah, Kementerian Agama, dan DPR RI, pendidikan yang adil, maju, dan berdaya saing dapat terwujud.

  • Penyerahan 103 Sertifikat Wakaf Warnai Upacara HAB Kemenag ke-80 di Jepara

    Penyerahan 103 Sertifikat Wakaf Warnai Upacara HAB Kemenag ke-80 di Jepara

    Jepara, 3 Januari 2025 – Upacara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 yang digelar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Jepara berlangsung khidmat dan penuh makna. Pada kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan secara simbolis sebanyak 103 sertifikat tanah wakaf dalam rangka Program Akselerasi Sertifikasi Tanah Wakaf Tahun 2025.

    Penyerahan sertifikat wakaf tersebut diberikan kepada Nazhir Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Keling dan Yayasan Walisongo Tempur sebagai perwakilan penerima manfaat. Program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian hukum terhadap aset wakaf agar dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan untuk kepentingan umat.

    Kegiatan penyerahan sertifikat wakaf ini merupakan hasil sinergi dan kerja sama antara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Jepara. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mempercepat proses sertifikasi tanah wakaf di Kabupaten Jepara serta meminimalkan potensi sengketa di kemudian hari.

    Melalui momentum peringatan HAB Kemenag ke-80 ini, Kementerian Agama Kabupaten Jepara menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan tata kelola wakaf yang tertib administrasi, aman secara hukum, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

  • Kankemenag Jepara Raih Penghargaan BAZNAS atas Capaian ZIS ASN 100 Persen

    Kankemenag Jepara Raih Penghargaan BAZNAS atas Capaian ZIS ASN 100 Persen

    Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menerima penghargaan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara atas keberhasilan mencapai pembayaran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar 100 persen melalui BAZNAS Kabupaten Jepara.

    Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen dan konsistensi Kankemenag Kabupaten Jepara dalam mendukung optimalisasi pengelolaan ZIS secara terkoordinasi, transparan, dan akuntabel. Seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Jepara tercatat telah menunaikan kewajiban zakat serta menyalurkan infak dan sedekah melalui mekanisme resmi.

    Zakat yang ditunaikan oleh para pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara dikelola melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, yang selanjutnya disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Jepara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pengelolaan ini memastikan penghimpunan dan pendistribusian ZIS berjalan secara profesional, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari kesadaran kolektif ASN Kemenag akan pentingnya ZIS sebagai instrumen ibadah sekaligus pemberdayaan sosial ekonomi umat. Menurutnya, ZIS tidak hanya menjadi kewajiban keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

    “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan peran Kementerian Agama dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional dan berdampak nyata bagi masyarakat. Semangat HAB ke-80 Kementerian Agama menjadi momentum untuk terus menghadirkan pengabdian yang memberi manfaat luas,” ujarnya.

    Sementara itu, BAZNAS Kabupaten Jepara mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan Kementerian Agama Kabupaten Jepara, khususnya dalam mendorong partisipasi ASN dalam pembayaran ZIS. Diharapkan, capaian ini dapat menjadi contoh bagi instansi lain dalam memperkuat budaya berzakat, berinfak, dan bersedekah melalui lembaga resmi.

    Penghargaan tersebut menegaskan komitmen Kementerian Agama Kabupaten Jepara dalam mendukung program-program BAZNAS sekaligus sejalan dengan tema HAB ke-80, “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju,” melalui penguatan peran ZIS sebagai pilar kesejahteraan dan kerukunan umat.

  • Madrasah di Jepara Terima Bantuan dari Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dalam Peringatan HAB ke-80 Kemenag RI

    Madrasah di Jepara Terima Bantuan dari Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dalam Peringatan HAB ke-80 Kemenag RI

    Jepara – Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Kabupaten Jepara menjadi momentum penyerahan bantuan dari Komisi VIII DPR RI kepada sejumlah madrasah. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis pada upacara peringatan HAB ke-80 yang digelar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Jepara dan diikuti oleh jajaran ASN Kementerian Agama, kepala madrasah, guru, serta tamu undangan.

    Bantuan yang disalurkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI meliputi bantuan digitalisasi madrasah berupa Interactive Flat Panel (IFP) serta bantuan sarana dan prasarana berupa peralatan dan mesin. Program ini merupakan bentuk dukungan Komisi VIII DPR RI terhadap peningkatan mutu pendidikan madrasah, khususnya dalam penguatan sarana pembelajaran berbasis teknologi dan penunjang kegiatan belajar mengajar.

    Adapun penerima Bantuan Digitalisasi Madrasah (Interactive Flat Panel) meliputi: MTs Hasyim Asy’ari Bangsri, MAN 2 Jepara, MAS Nurul Islam Kriyan, MAS NU Bangsri, dan MAS Miftahul Huda Bulungan. Sementara itu, penerima Bantuan Sarana Prasarana (Peralatan dan Mesin) adalah MAS Hasyim Asy’ari Kalipucang dan MIS Iqbal Qiro’ati Tulakan.

    Penyerahan bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi madrasah penerima dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, efektivitas proses pendidikan, serta mendukung transformasi digital di lingkungan madrasah. Momentum HAB ke-80 Kementerian Agama pun menjadi penguat sinergi antara pemerintah, legislatif, dan satuan pendidikan dalam mewujudkan layanan pendidikan keagamaan yang semakin maju dan berkualitas.

  • Upacara HAB ke-80, Kemenag Jepara Teguhkan Komitmen dan Sinergi

    Upacara HAB ke-80, Kemenag Jepara Teguhkan Komitmen dan Sinergi

    Jepara — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menggelar Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di MAN 2 Jepara, Sabtu (3/1). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Kabupaten Jepara.

    Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Jepara beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jepara, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Jepara, serta civitas akademika di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Jepara. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi wujud sinergi lintas sektor dalam mendukung peran strategis Kementerian Agama di tengah masyarakat.

    Menteri Agama menegaskan bahwa peringatan HAB ke-80 mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju” yang memiliki makna mendalam bagi kehidupan berbangsa.

    “Hari ini kita memperingati Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama dengan mengusung tema ‘Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.’ Tema ini menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan sebuah energi kebangsaan. Kerukunan adalah sinergi yang produktif, di mana perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa,” sebagaimana disampaikan Menteri Agama dalam sambutannya.

    Melalui peringatan HAB ke-80 ini, Kementerian Agama Kabupaten Jepara diharapkan semakin memperkuat komitmen pengabdian, meningkatkan kualitas layanan keagamaan dan pendidikan, serta terus merawat kerukunan umat beragama demi terwujudnya Indonesia yang damai dan maju.

  • HAB ke-80: Kemenag Jepara Jadikan Doa Bersama Momentum Muhasabah dan Sinergi

    HAB ke-80: Kemenag Jepara Jadikan Doa Bersama Momentum Muhasabah dan Sinergi

    Jepara — Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026, Kantor Kementerian Agama menggelar kegiatan doa bersama sebagai wujud rasa syukur atas pengabdian Kementerian Agama selama delapan dekade. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan ASN di lingkungan Kankemenag Jepara, serta tokoh lintas agama.

    Doa bersama diawali dengan khataman Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Jepara.

    Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Akhsan Muhyiddin menegaskan bahwa kegiatan doa bersama ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial saja tetapi benar-benar dimaknai sebagai momentum muhasabah, introspeksi diri, dan evaluasi atas seluruh kinerja dan pengabdian yang telah dilakukan sepanjang tahun 2025.

    “Doa bersama ini semoga bukan hanya seremonial saja, tetapi betul-betul menjadi momentum bagi kita untuk bermuhasabah, introspeksi diri, dan melakukan evaluasi atas apa yang telah kita lakukan sepanjang tahun 2025,” ujarnya.

    Lebih lanjut disampaikan, memasuki usia ke-80 tahun, Kementerian Agama diharapkan senantiasa dilimpahi rahmat dan nikmat oleh Tuhan Yang Maha Esa serta mampu terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat melalui kerja sama dan sinergi yang kuat. Momentum Hari Amal Bakti ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kekompakan, kebersamaan, dan semangat kekeluargaan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi.


    Sejalan dengan tema Hari Amal Bakti ke-80, “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju,” Kepala Kantor Kementerian Agama mengajak seluruh jajaran dan elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga dan merawat kerukunan umat beragama, baik di internal umat maupun antarumat beragama. “Sesuai dengan tema Hari Amal Bakti ke-80, umat rukun dan sinergi, Indonesia damai dan maju, mari kita terus menjaga kerukunan umat beragama, baik di internal umat maupun antarumat beragama,” tegasnya.

    Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan, saran, serta doa dari para sesepuh dan seluruh pihak yang selama ini telah mendukung perjalanan dan pengabdian Kementerian Agama, sehingga diharapkan Kementerian Agama ke depan semakin baik dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

    Kegiatan doa bersama ditutup dengan doa lintas agama dan berlangsung dengan tertib serta lancar, sekaligus menjadi simbol komitmen Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman bangsa.

  • Kankemenag Jepara Gelar Ziarah Makam dalam Rangka HAB ke-80 Kemenag RI

    Kankemenag Jepara Gelar Ziarah Makam dalam Rangka HAB ke-80 Kemenag RI

    Jepara – Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2026 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menggelar kegiatan ziarah makam pada Jumat (2/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Makam Mbah Suromoyo Kedungleper, Bangsri dan diikuti oleh jajaran pejabat struktural, kepala satuan kerja, kepala KUA, panitia HAB, serta keluarga besar Kankemenag Jepara.

    Ziarah diawali dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa para pendahulu Kantor Kementerian Agama Kab. Jepara. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh aparatur Kemenag untuk mengenang sejarah perjuangan dan pengabdian para pendahulu.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin, menyampaikan bahwa ziarah ini wujud rasa syukur dan terima kasih atas perjuangan para pendahulu. “Ziarah ini bentuk terima kasih atas pengabdian para pendahulu yang telah memperjuangkan kantor kementerian agama” ujarnya.

    Lebih lanjut Akhsan Muhyiddin berharap semangat pengabdian para pendahulu dapat menjadi teladan bagi seluruh ASN Kementerian Agama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. “Semoga kami bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya dan selalu diberikan kelancaran” tambahnya.

    Melalui kegiatan ziarah ini, Kankemenag Jepara meneguhkan komitmen untuk terus meningkatkan integritas, profesionalisme, serta pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Amal Bakti Kementerian Agama.

Translate »
Skip to content