Jepara — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menghadiri Festival Imlek 2577 Kongzili yang digelar meriah di Kelenteng Hok Tek Tong Jepara, Rabu (25/2). Kegiatan ini mengusung tema “Harmoni Budaya dalam Kebersamaan dan Kepedulian Sosial”.
Acara berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan serta dihadiri oleh Bupati Jepara, Wakil Bupati Jepara, anggota MPR RI Lestari Moerdijat, jajaran Forkopimda, tokoh lintas agama, serta masyarakat Kabupaten Jepara.
Festival Imlek tahun ini menjadi momentum istimewa karena merupakan perayaan Imlek pertama yang secara resmi diselenggarakan melalui kolaborasi antara masyarakat Tionghoa dan Pemerintah Kabupaten Jepara. Ribuan masyarakat tampak memadati lokasi acara sebagai wujud nyata semangat persaudaraan, toleransi, serta kepedulian sosial di tengah keberagaman budaya dan tradisi masyarakat Jepara.
Dalam sambutannya, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Imlek 2577 Kongzili Kabupaten Jepara. Ia menuturkan bahwa meskipun pelaksanaan perayaan berlangsung sedikit terlambat, antusiasme dan semangat masyarakat tetap luar biasa.
“Walaupun terlambat, semangatnya tetap luar biasa. Ini merupakan perayaan Imlek pertama yang secara resmi diselenggarakan bersama antara masyarakat Tionghoa dan pemerintah. Ramainya masyarakat yang hadir menjadi bukti bahwa warga Jepara menjunjung tinggi nilai persaudaraan,” ujar Wiwit.
Bupati Jepara juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran dalam menjaga dan melestarikan Kota Jepara secara bersama-sama demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Ia berharap kegiatan budaya seperti Festival Imlek ini mampu mendorong tumbuhnya sentra-sentra ekonomi baru, meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, serta memperkuat peran UMKM lokal.
Rangkaian acara Festival Imlek 2577 Kongzili Kabupaten Jepara diisi dengan berbagai kegiatan kolaboratif lintas budaya, antara lain penampilan atraksi barongsai dan musik perkusi yang berhasil menarik perhatian para pengunjung. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan doa bersama lintas agama sebagai simbol persatuan dan harmonisasi kehidupan antarumat beragama.
Kehadiran Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap penguatan moderasi beragama serta upaya mempererat kerukunan umat beragama di Kabupaten Jepara. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai harmoni budaya, persaudaraan, dan kepedulian sosial terus terjaga dan menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat di Kota Ukir.







