Jepara – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin mengajak para orang tua untuk terus mengawasi dan mendampingi putra-putrinya dalam mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Wisuda Akbar Yayasan Zhilalul Qur’an Assalam yang digelar di Halaman Pondok Pesantren Zhilalul Qur’an 2, Rabu (17/6). Kegiatan wisuda diikuti oleh 494 wisudawan yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan Yayasan Zhilalul Qur’an Assalam, meliputi TK Zhilalul Qur’an, MI Tahfidz Zhilalul Qur’an, SMP Tahfidz Zhilalul Qur’an, SMP Nurul Islam, MA Tahfidz Zhilalul Qur’an, dan SMK Nurul Islam.
Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditandai dengan kelulusan, tetapi juga sejauh mana ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. “Kepada para wali santri, saya berpesan agar ilmu yang sudah didapatkan oleh anak-anak panjenengan terus dipantau dan dibimbing untuk diamalkan setiap hari. Insyaallah dengan ilmu yang diamalkan, adab, perilaku, dan ibadah mereka akan semakin baik” ujarnya.
Akhsan Muhyiddin menyampaikan bahwa selama menempuh pendidikan di pondok pesantren, para santri mendapatkan pembinaan langsung dari para kiai, ustaz, dan guru sehingga karakter serta akhlaknya terjaga dengan baik. Namun setelah kembali ke lingkungan keluarga, peran orang tua menjadi kunci dalam melanjutkan pembinaan tersebut. Menurutnya, masa remaja merupakan fase pencarian jati diri yang memerlukan pendampingan dan pengawasan dari keluarga. Karena itu, sinergi antara orang tua, guru, dan lembaga pendidikan perlu terus diperkuat agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.
Kakankemenag juga mengingatkan para wali santri agar tidak cepat berpuas diri atas capaian pendidikan anak-anaknya. Ia mendorong para lulusan untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Jangan berpuas diri. Terus dorong anak-anak untuk menuntut ilmu, karena apa pun yang ingin dicapai harus ditempuh dengan ilmu,” ujarnya.
Mengutip pesan Imam Syafi’i, Akhsan Muhyiddin menegaskan bahwa ilmu memerlukan proses, ketekunan, dan waktu untuk dipelajari serta diamalkan sehingga mampu memberikan manfaat dalam kehidupan. Wisuda ini diharapkan menjadi awal bagi para lulusan untuk terus belajar dan mengembangkan diri pada jenjang pendidikan berikutnya.








