Jepara — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menghadiri rangkaian kegiatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-103, Haul Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke-16, serta Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) IV PCNU Kabupaten Jepara yang digelar di Pendopo kab. Jepara.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Jepara, jajaran Forkopimda, pengurus NU, tokoh agama, serta perwakilan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Acara berlangsung khidmat dan penuh makna sebagai momentum refleksi dan penguatan peran NU dalam kehidupan berbangsa dan beragama.
Bupati Jepara Witiarso Utomo dalam sambutannya menyampaikan harapan agar melalui kegiatan keagamaan dan kebersamaan yang digelar NU ini Kabupaten Jepara senantiasa dijauhkan dari berbagai bala dan musibah. Ia juga mengungkapkan rasa senangnya karena Pemerintah Kabupaten Jepara dapat terus bersinergi dan digandeng bersama NU dalam membangun daerah.
“Kami merasa senang karena terus digandeng NU. Semoga kita terus bersatu dan mampu mencapai apa yang kita cita-citakan bersama,” ujar Bupati Jepara.
Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH. Miftah Faqih dalam mauidohnya menekankan pentingnya menjadikan sejarah dan perjalanan NU sebagai sumber inspirasi untuk menjawab tantangan masa kini. Disampaikan pula bahwa setiap peringatan Harlah NU harus dijadikan sebagai momentum muhasabah dan i’tishab atau introspeksi diri, termasuk dalam tata kelola organisasi. Oleh karena itu, pelaksanaan Muskercab dinilai sangat penting sebagai forum evaluasi dan perencanaan program NU ke depan.
“NU ke depan tidak bisa dijalankan secara furoda atau sendiri-sendiri. Diperlukan kebersamaan, soliditas, dan sinergi agar NU semakin berdaya dan bermanfaat bagi umat,” tegasnya.








