Jepara — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah mengenai coding dan kecerdasan artifisial (AI) untuk literasi digital di era big data yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) 02 Kabupaten Jepara di Aula Lembaga Pendidikan Maarif NU, Senin (5/1). Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 5 – 11 Januari secara hybrid dan diikuti oleh 236 peserta.
Kegiatan Diklat ini didukung oleh Baggins Corp melalui kerja sama pengembangan dan peningkatan kompetensi di bawah naungan LP Ma’arif NU secara berjenjang. Dalam pelaksanaannya, peserta juga dibekali materi pembelajaran berbasis teknologi, termasuk pengenalan mata pelajaran coding sebagai bagian dari adaptasi madrasah terhadap perkembangan digital.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin dalam sambutannya menekankan pentingnya sikap bijak dalam memanfaatkan teknologi. Ia mengingatkan agar kemajuan alat dan teknologi yang luar biasa tidak justru berdampak negatif terhadap karakter peserta didik. “Fungsi madrasah adalah mencetak generasi yang cerdas dan unggul agar tidak tertinggal, namun tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman,” tegasnya.
Lebih lanjut Akhsan Muhyiddin menekankan bahwa madrasah memiliki peran strategis sebagai benteng pembentukan akhlakul karimah. Ia mengutip pesan keteladanan Rasulullah SAW yang diutus oleh Allah SWT untuk memperbaiki akhlak umat. “Jangan sampai dengan adanya kecerdasan buatan dan perkembangan teknologi, anak-anak kita melupakan ketawaduan. Kemajuan zaman harus diikuti, tetapi habituasi akhlak yang baik harus terus berjalan seiring,” pesannya.
Kegiatan Diklat ini dibuka dengan pembacaan Ummul Kitab sebagai tanda dimulainya rangkaian acara. Diharapkan melalui kegiatan ini, guru-guru madrasah di Jepara semakin siap menghadapi tantangan era digital dengan tetap menjunjung tinggi nilai akhlakul karimah sebagai fondasi utama pendidikan madrasah.









