Jepara – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Raudhatul Athfal (RA) Perwanida ke-50 Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menghadiri sekaligus melepas peserta jalan sehat yang diikuti oleh siswa dan wali murid RA Perwanida. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan harlah dan diawali dengan senam sehat di halaman RA Perwanida, Jumat (9/1).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Pendidikan Madrasah beserta jajaran, Ketua Pokjawas, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kankemenag Jepara bersama jajaran.
Dalam sambutannya, Akhsan Muhyiddin menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan dan pengembangan RA Perwanida hingga mencapai usia ke-50 tahun.
“Saya sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya para guru, pengurus, dan komite yang telah mengelola RA Perwanida dengan perjuangan yang luar biasa. Usia ke-50 ini merupakan usia emas yang diharapkan mampu menumbuhkan semangat baru bagi RA Perwanida untuk terus meningkatkan kepercayaan masyarakat serta mampu menjawab berbagai tantangan ke depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Akhsan Muhyiddin menyoroti fenomena maraknya penggunaan gadget pada anak-anak usia dini. Menurutnya, pendidikan di RA merupakan fondasi awal dalam jenjang pendidikan formal yang sangat penting untuk membentuk karakter anak. “Pendidikan di RA adalah pendidikan formal pertama sehingga perlu adanya penguatan fondasi pendidikan karakter agar anak-anak tidak terganggu dengan keberadaan gadget,” tambahnya.
Ia juga mengajak para guru dan wali murid untuk berperan aktif dalam mendampingi serta mengawasi penggunaan telepon genggam pada anak-anak. “Saya berpesan kepada bapak dan ibu agar selalu mendampingi anak-anak dalam penggunaan handphone, karena penggunaan yang tidak terkontrol dapat memberikan pengaruh buruk bagi tumbuh kembang anak di masa depan,” jelasnya.
Kegiatan peringatan Harlah RA Perwanida ke-50 ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antara pihak sekolah, orang tua, dan pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pendidikan terbaik bagi anak usia dini.








