Jepara – Dalam rangka menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menggelar kegiatan rapat perdana pembangunan Zona Integritas (ZI) Tahun 2025 di Aula I Kankemenag Jepara pada Kamis (14/8/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk merencanakan penataan ulang Pojok ZI dan ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) agar pelayanan dari kemenag Jepara lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Gerakan SEMANAK (Senyum, Mudah, Akuntabel, Amanah, Ikhlas) menjadi bagian paling penting dari pelayanan publik di Kemenag Jepara. Nilai-nilai SEMANAK harus terus dihidupkan sebagai budaya kerja ASN.
Kepala KanKemenag Jepara Akhsan Muhyiddin mengajak agar seluruh Tim Kerja ZI dapat membulatkan tekad demi mensukseskan penilaian mandiri pembangunan zona integritas menuju WBK dan WWBM pada kantor kementerian agama kabupaten Jepara.
“Mulai hari ini mari kita bulatkan tekad, samakan persepsi, tuntaskan permohonan Zona Integritas, dan tanamkan komitmen ini dalam diri kita masing-masing.” Ujar Akhsan Muhyiddin.
Jepara (Humas) — Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jepara bersama perwakilan dari Rumah BUMN BRI dan Tim Efektif “Mandiri MADINQu” melaksanakan monitoring dan evaluasi untuk memastikan program “MANDIRI MADINQu” berjalan sukses, pada Rabu (6/8/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kemenag Jepara untuk memantau pemanfaatan bantuan yang telah disalurkan kepada para guru TPQ dan Madrasah Diniyah (MADIN) di wilayah Jepara.
Kegiatan pemantauan yang dilaksanakan di sejumlah tempat usaha para guru penerima manfaat ini bertujuan untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar digunakan secara optimal dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Dialog ini berfokus pada kemanfaatan bantuan yang telah mereka terima dalam mendukung kegiatan usaha, sehingga program ini tidak hanya sekadar memberikan modal, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi para guru.
Kepala Kemenag Jepara Akhsan Muhyiddin menyampaikan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada pemanfaatan bantuan secara produktif oleh para penerima.
Melalui monitoring ini, Kemenag Jepara berharap dapat melihat dampak positif yang nyata terhadap peningkatan kesejahteraan para guru TPQ dan MADIN, sekaligus memastikan akuntabilitas penyaluran bantuan yang telah dilakukan. (WA)
Jepara — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara melalui Tim Efektif MANDIRI MADINQu (Modal Awal untuk Kemandirian Guru Madin dan TPQ) dan Rumah BUMN BRI melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap bantuan yang telah disalurkan beberapa pekan yang lalu pada Selasa (5/8/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan barang yang telah diterima benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya, serta memberikan pembinaan lanjutan bagi para penerima manfaat.
Tim monev melakukan peninjauan langsung ke sejumlah tempat usaha para guru Madin & TPQ yang telah menerima bantuan. Dalam kunjungan tersebut, tim berdialog langsung dengan para guru terkait efektivitas penggunaan bantuan dalam kegiatan usaha.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin, menyampaikan bahwa program MANDIRI MADINQu merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian Kemenag Jepara dalam mendukung pemberdayaan ekonomi dan penguatan kelembagaan pendidikan keagamaan Islam.
“Melalui kegiatan monev ini, kami ingin memastikan bahwa bantuan yang telah disalurkan benar-benar tepat sasaran, digunakan secara optimal, serta mampu memperkuat proses pembelajaran di TPQ dan Madin. Sekaligus kami meninjau apa saja yang masih dibutuhkan untuk ditindaklanjuti ke depan,” ujarnya.
Para guru TPQ yang ditemui menyampaikan apresiasi atas bantuan yang telah diberikan. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan MANDIRI MADINQu. (VM)
Jepara — Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Akhmad Farkhan, turun langsung ke lapangan untuk memastikan kelancaran proyek rehabilitasi gedung KUA Kec. Keling. Kedatangan beliau didampingi langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin, beserta Kasi Bimas Islam, Kamis (31/7/2025).
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Kanwil Kemenag Jawa Tengah untuk memastikan setiap proyek pembangunan atau rehabilitasi berjalan sesuai dengan perencanaan, baik dari segi kualitas maupun ketepatan waktu.
Akhmad Farkhan mengapresiasi kinerja tim pelaksana yang menunjukkan progres positif, sehingga kantor KUA Kec. Keling dapat segera dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan nyaman bagi masyarakat Jepara.
Sementara itu, Akhsan Muhyiddin selaku Kepala Kankemenag Jepara turut menambahkan bahwa rehabilitasi KUA Keling ini adalah salah satu prioritas. “KUA adalah garda terdepan pelayanan umat. Dengan gedung yang layak, kami berharap pelayanan kepada masyarakat, terutama terkait urusan pernikahan dan bimbingan keagamaan, bisa semakin optimal,” jelas Akhsan. (WA)
Jepara — Launching dan peletakan batu pertama “Pembangunan Gedung Balai Nikah & Manasik Haji Sumber Dana SBSN 2025 (Surat Berharga Syariah Negara)” bertempat Di KUA Bangsri Jepara, Kamis (31/7/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid, Kabid Urais Kanwil Kemenag Provinsi Jateng Akhmad Farkhan, Kepala Kemenag Jepara Akhsan Muhyiddin, Perwakilan dari Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Kasi Bimas Islam, Kepala KUA Bangsri, Petinggi, Polsek, Koramil serta masyarakat setempat.
Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid dalam sambutannya, beliau menegaskan dukungannya penuh terhadap proyek ini. “Saya mendukung penuh pembangunan balai nikah dan manasik haji yang bersumber dari SBSN 2025 untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.
Kepala Kemenag Kab. Jepara, Akhsan Muhyiddin, juga menyampaikan harapannya. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan ini akan menghasilkan kantor yang representatif dan nyaman, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pembangunan balai nikah dan manasik haji ini bisa menjadi kantor yang representatif dan nyaman serta pelayanan menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Akhmad Farkhan. Beliau berharap gedung baru ini dapat menjadi sarana yang lebih memadai untuk pelayanan keagamaan.
“Bahwa gedung KUA baru nantinya diharapkan dapat menjadi sarana yang lebih representatif untuk pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam urusan keagamaan,” jelasnya. (WA)
Jepara — Kasubbag TU Kankemenag Jepara melakukan sosialisasi aksi perubahan Kemenag Jepara Menyapa Masyarakat (KEJAR EMAS) yang berfokus pada pengoptimalan penyampaian informasi publik di Aula I Kankemenag Jepara pada Kamis (31/7/2025). Sosialisasi ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan pelaksanaan program unggulan KEJAR EMAS.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala Kankemenag Jepara, Kasi dan Gara, Kepala Madrasah Negeri, Kepala KUA Kecamatan, Pengawas Madrasah dan PAI, Penghulu, Penyuluh Agama Islam Fungsional dan PPPK, Perencana Kankemenag Jepara, Pejabat Fungsional Tertentu serta seluruh Pegawai Kankemenag Jepara.
Dalam kegiatan tersebut, Kasubbag TU Badrudin mensosialisasikan tentang latar belakang program, tujuan, manfaat, sumber daya, strategi informasi, pemanfaatan aksi perubahan dan hal-hal lain yang berkaitan dengan program unggulan KEJAR EMAS.
Dalam arahannya, Badrudin menekankan pada penyampaian informasi yang belum optimal sebagai akar permasalahan dalam pelaksanaan program. “Contoh nyata, seluruh KUA sebenarmya telah memiliki sosial media, namun belum terintegrasi langsung dengan tim Humas Kemenag,” ucapnya.
Diharapkan dengan adanya sinergi dan kerjasama dari seluruh pihak dengan sistem komunikasi yang terkoordinasi dan berkelanjutan dapat mengoptimalkan penyampaian informasi kemenag Jepara.
Diakhir kegiatan Kasubbag TU menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kankemenag Jepara atas dukungan yang diberikan terhadap program aksi perubahan yang dilaksanakan.(VM)
Jepara — Kantor Kementerian agama Jepara menyelenggarakan kegiatan Pembinaan ASN sekaligus Penyerahan SK Jabatan Pelaksana, SK Pensiun dan SK Kenaikan Pangkat pada Selasa (31/7/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula I Kankemenag Jepara ini dipimpin langsung oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Jepara.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kasubbag TU, para Kasi dan Gara, Kepala Madrasah Negeri, Kepala KUA Kecamatan, Pengawas Madrasah dan PAI, para Penghulu, Penyuluh Agama Islam Fungsional dan PPPK, Perencana Kankemenag Jepara, Pejabat Fungsional Tertentu serta seluruh Pegawai di lingkungan Kankemenag Jepara.
Acara diawali dengan penyerahan SK Jabatan Pelaksana, SK Pensiun dan SK Kenaikan Pangkat, kemudian dilanjutkan dengan Pembinaan ASN.
Dalam arahannya, KaKanKemenag Jepara Akhsan Muhyiddin mengingatkan seluruh ASN untuk senantiasa memantaskan diri dengan menjaga integritas dan memberikan pelayanan terbaik. “Sebagai ASN Kementerian Agama, kita harus selalu semangat dalam bekerja sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucapnya.
Dia juga menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Porseni Madrasah dan Seleksi Musabaqah Qiraatil Kutub tingkat Jawa Tengah yang sudah terselenggara dengan sukses, serta mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama seluruh pihak.
Diakhir acara, Kepala Kankemenag Jepara memberi pesan kepada seluruh ASN Kemenag Jepara untuk saling menjaga kesetiakawanan, kerukunan dan kekeluargaan antar ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Jepara. (VM)
Jepara – Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menerima pengarahan dari Kasubbag TU Kementerian Agama Kabupaten Jepara mengenai pemenuhan hak dan kewajiban ASN di Aula 1 KanKemenag Jepara pada hari Selasa (22/7/2025).
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam menghargai dan mendukung seluruh pegawai yang mengabdi dan memberikan kontribusi terbaiknya. Pemenuhan hak juga merupakan bentuk kepercayaan dan tanggungjawab yang harus dijaga dengan dedikasi dan kinerja yang professional.
Kasubbag TU Badrudin mengatakan bahwa hak pegawai yang sudah terpenuhi diharapkan dapat menunjang kinerja. “Dengan adanya pemenuhan gaji ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kerja”, ujarnya.
Pemenuhan hak-hak PPPK diharapkan menjadi motivasi untuk bekerja lebih optimal, menjaga integritas, disiplin, dan dapat terus meningkatkan kompetensi. Dapat membangun budaya kerja yang produktif, kolaboratif, berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas dan menjunjung tinggi nilai-nilai ASN yang ber-AKHLAK.
“Penghasilan bukan untuk memuaskan keinginan, tapi pemenuhan kebutuhan”, imbuhnya. Dalam kesempatan itu dibagikan buku tabungan dan ATM bagi para pegawai sebagai simbol pemenuhan hak PPPK. (AR)
Jepara — Tim Efektif gelar rapat koordinasi penyusunan laporan dan materi presentasi aksi perubahan MANDIRI MADINQu di Ruang Rapat PTSP Kantor Kemenag Jepara pada hari Rabu (16/7/2025).
Turut hadir dalam acara tersebut Kakankemenag Jepara, Kasubbag TU, Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Kasi PD Pontren, Perencana, Pranata Komputer, serta seluruh anggota Tim Efektif.
Agenda utama meliputi pematangan substansi laporan akhir, dokumentasi kegiatan, serta strategi penyajian materi presentasi untuk evaluasi akhir.
Kepala Kemenag Jepara, Akhsan Muhyiddin, menekankan pentingnya laporan sebagai bukti nyata dampak program. “Laporan ini harus menggambarkan proses dan hasil nyata di lapangan, bukan sekadar formalitas,” ujarnya.
Rapat juga menetapkan pembagian tugas, timeline penyusunan, dan simulasi alur presentasi. Diharapkan, hasil akhir dapat menunjukkan keberhasilan MANDIRI MADINQu sebagai model pemberdayaan guru Madin dan TPQ yang layak direplikasi di wilayah lain. (VM)
Jepara (Kemenag) — Sebuah langkah progresif dalam pemberdayaan ekonomi umat resmi dimulai. Program MANDIRI MADINQu (Modal Awal untuk Kemandirian Guru Madin dan TPQ) secara resmi diluncurkan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Selasa (15/7/2025).
Peluncuran program ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, sejumlah pejabat terkait, seluruh ASN Kemenag Jepara, Ketua Lembaga Mitra Kerja Kemenag Kabupaten Jepara (BAZNAS, PDM, FKDT, RMI), serta 20 guru Madin dan TPQ yang menjadi penerima manfaat perdana.
Kepala Kemenag Jepara, Akhsan Muhyiddin, membuka acara dengan menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan besar terhadap program ini. “MANDIRI MADINQu hadir untuk mendorong kemandirian ekonomi guru Madin dan TPQ, agar tak hanya berdampak pada kesejahteraan individu, tapi juga menggulirkan roda ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, bantuan diberikan dalam bentuk barang maupun uang tunai sesuai potensi dan minat masing-masing guru, guna mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM).
Program diluncurkan langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Saiful Mujab. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi tinggi dan harapan besar terhadap keberlanjutan program.
“Semoga MANDIRI MADINQu berjalan lancar, menjadi inspirasi, bahkan viral, karena memberi dampak nyata bagi peningkatan ekonomi umat,” ujarnya dengan semangat. Ia juga mendorong para penerima bantuan agar mengelola modal yang diberikan secara bijak dan produktif.
Momen puncak acara adalah penyerahan langsung bantuan modal kepada 20 guru Madin dan TPQ, 6 orang menerima bantuan berupa sejumlah barang dan 14 orang menerima bantuan uang tunai sebagai penunjang usaha yang dirintis.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Gara Zawa, Bin Himma M. Burhan, memohon keberkahan dan kelancaran pelaksanaan program.
Program MANDIRI MADINQu diharapkan tak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga menjadi tonggak lahirnya kemandirian ekonomi di kalangan guru Madin dan TPQ. Dengan adanya dukungan ini, mereka tak sekadar menjadi pendidik, tetapi juga pelaku ekonomi yang produktif dan mandiri, yang pada akhirnya membawa kontribusi nyata bagi kemajuan Jepara. (NH)