Jepara – Kegiatan Halalbihalal (HBH) dan silaturahmi Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Bangsri yang digelar di MI Miftahul Huda Guyangan berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan. Momentum Idulfitri ini dimanfaatkan para guru untuk saling memaafkan serta mempererat tali silaturahmi antar sesama pendidik madrasah pada Senin (30/3).
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh guru. “Saya atas nama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara baik secara kedinasan maupun pribadi di dalam momentum Idulfitri ini tentu sebagai manusia biasa banyak khilaf kepada bapak ibu, khususnya bapak ibu guru saya mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya” ungkapnya.
Akhsan Muhyiddin juga menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru, baik negeri maupun swasta. “Pemerintah akan terus meningkatkan kesejahteraan para guru, seperti kebijakan sertifikasi dan ini berlaku pada guru negeri dan swasta. Dan mudah-mudahan ke depan pemerintah akan semakin lagi meningkatkan perhatian-perhatian kepada guru tidak hanya di negeri lebih-lebih juga di swasta” jelasnya.
Lebih lanjut Kakankemenag Kabupaten Jepara menyoroti perbedaan mendasar antara konsep guru di madrasah dengan lembaga pendidikan lainnya. Menurutnya madrasah memiliki misi perjuangan dalam menegakkan ajaran agama. “Konsep seorang guru di madrasah dan konsep guru di tempat lain tentu berbeda. Konsep pendidikan yang ada di madrasah adalah konsep perjuangan untuk menegakkan ajaran-ajaran agama kita. Kami mohon bapak ibu senantiasa istiqomah dalam garis perjuangan, bagaimana menyiapkan generasi-generasi yang akan datang menjadi generasi yang taat kepada ajaran agama Islam, ajaran yang selalu membawa kebaikan” tuturnya.
Akhsan Muhyiddin juga menambahkan bahwa peran guru madrasah memiliki nilai ibadah yang besar dan berkelanjutan. “Guru madrasah merupakan amal jariyah yang luar biasa, karena mampu mendidik, membina, mendampingi, menyiapkan anak-anak untuk mempunyai bekal yang cukup bagaimana menghadapi kehidupan masa yang akan datang. Agar kehidupannya tidak salah jalan sesuai dengan ajaran agama” imbuhnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat semangat pengabdian para guru madrasah serta meningkatkan komitmen bersama dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keagamaan





