Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara melaksanakan kegiatan Silaturahim Pesantren se-Kabupaten Jepara yang bertempat di Pendopo Kab. Jepara pada Selasa (10/3). Acara ini diikuti oleh semua pondok pesantren se Kab. Jepara yang berjumlah 250 lembaga dan dibuka secara resmi oleh Bapak asisten 1 pemkab Jepara.. Turut hadir pada acara tersebut, Kepala Kanwil Kemenag Jateng yang diwakili oleh Kabid PD Pontren dan jajarannya serta Kepala Kantor Kemenag Kab. Jepara beserta para Kasi dan Penyelenggara dan Pengurus Wilayah RMI NU Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, baik dari Kabid PD Pontren dan Bapak asisten 1, beliau sepakat bahwa pesantren harus ramah terhadap semua santri, jangan sampai ada tindak kekerasan lahir batin, fisik maupun verbal baik antar santri, ustadz maupun pengasuh. Pondok pesantren harus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk para santri memperdalam ilmu agama Islam.
Tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah sebagai wujud keberpihakan pemerintah terhadap keberadaan Pondok Pesantren, serta untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan anak di lingkungan Pondok Pesantren.
K.H. Fadlullah Turmudzi, yang akrab disapa Gus Fad dalam materinya menyampaikan point-point penting terkait perlindungan perempuan dan anak di Pesantren, dan bagaimana pesantren bisa mengelola lembaganya agar mampu menciptakan pesantren yang ramah anak, dilihat dari segi lingkungan, program pendidikan serta fasilitas pembelajaran yang disediakan oleh pesantren. Materi cukup menarik disampaikan karena selama penyampaian didampingi oleh Moderator Ibu Dr. Nyai Hj. Umdatul Baroroh, MA.
Selanjutnya sesi tanya jawab, kesempatan kali ini sampai dibuka 2 termin (6 penanya) karena memang materi yang dibahas cukup menarik dirasakan oleh semua peserta. Kegaiatan diakhiri dengan pembacaan Komitmen bersama para Ulama’ dan Umara’ se-Kab. Jepara untuk Pesantren Ramah Perempuan dan anak yang di pimpin oleh Ning Royannach Ahal. (WQ)








