Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Jepara sebagai upaya memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas di lingkungan KUA. Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jepara dan Kasi Bimas Islam serta diikuti oleh seluruh Kepala KUA se-Kabupaten Jepara ini dilaksanakan pada Kamis (22/01) di Ruang Rapat PTSP KanKemenag Jepara.
Dalam rapat koordinasi tersebut, disampaikan sejumlah penekanan penting kepada para Kepala KUA, di antaranya pentingnya memahami dan melaksanakan tugas dan fungsi (tusi) KUA secara utuh sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta menolak segala bentuk gratifikasi dalam pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan birokrasi yang bersih, transparan, dan berintegritas.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin dalam arahannya menegaskan pentingnya profesionalisme dan integritas aparatur KUA. “Seluruh Kepala KUA harus memahami dan melaksanakan tugas dan fungsi KUA secara utuh sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jangan sampai ada pelayanan yang menyimpang dari aturan. Tidak boleh ada kompromi terhadap praktik gratifikasi. Kita harus menjadi contoh birokrasi yang bersih, transparan, dan berintegritas di tengah masyarakat,” tegasnya.

Selain penguatan tata kelola dan integritas, rapat koordinasi ini juga menekankan pentingnya peran KUA dalam menjaga kerukunan umat beragama. Para Kepala KUA diminta untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan deteksi dini terhadap potensi berkembangnya paham dan aliran keagamaan yang bersifat radikal di wilayah kerja masing-masing, melalui pendekatan pembinaan, koordinasi lintas sektor, dan penguatan moderasi beragama.
Menegaskan hal tersebut Akhsan Muhyiddin kembali menyampaikan, “KUA adalah garda terdepan Kementerian Agama di tingkat kecamatan. Karena itu, saya minta para Kepala KUA meningkatkan kewaspadaan dan melakukan deteksi dini terhadap potensi berkembangnya paham radikal dengan mengedepankan pembinaan, koordinasi lintas sektor, serta penguatan moderasi beragama.” Imbuhnya.








