Jepara — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, melalui wadah profesional penyuluh agama, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), menunjukkan kepeloporannya dalam membina kerukunan. Mereka menyelenggarakan aksi nyata “Bhakti Lingkungan” dengan membersihkan empat lokasi yang menjadi simbol sejarah dan keragaman umat beragama di Jepara, pada Kamis, (11/12).
Kegiatan ini dimulai dengan apel yang dipimpin langsung oleh Ka Subbag TU Badrudin, mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, bertempat di Tugu Tatah Desa Gedangan Kecamatan Welahan. Turut hadir perwakilan dari dunia pendidikan (SMK Islam Al Hikmah), pemerintah desa (Welahan dan Gedangan), serta unsur keamanan (TNI/Polri). Kehadiran mereka menunjukkan dukungan luas terhadap peran Kemenag dalam menggerakkan masyarakat melalui IPARI.
Melalui koordinasi IPARI, peserta yang terdiri dari penyuluh lintas agama, siswa, dan masyarakat langsung diterjunkan ke empat titik. Lokasinya dipilih secara strategis, yaitu Tugu Tatah (monumen batas kabupaten), Masjid Nurul Falah Gedangan, Gereja Kristen Muria Indonesia Welahan, dan Klenteng Hian Thian Sang Tee Welahan. Tindakan ini memperlihatkan komitmen Kemenag dalam memelihara semua elemen masyarakat dan budayanya.
Badruddin menegaskan, aksi ini adalah bentuk pelayanan konkrit Kemenag melalui para penyuluh agama IPARI untuk menjaga kerukunan sekaligus kelestarian lingkungan. “Ini adalah implementasi dari tugas pembinaan kami,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Camat Welahan, Suhadi, yang melihat kegiatan ini sebagai contoh baik sinergi antara Kemenag, IPARI, dan pemerintah daerah dalam membangun kesejahteraan masyarakat yang inklusif.
Di akhir kegiatan, turut hadir pula Suhadi camat welahan. Beliau sangat terkesan dan mengapresiasi kegiatan ipari ini dan akan menjalin kerjasama pada kegiatan yang akan datang









