Jepara – MGMP Bahasa Inggris yang tergabung dalam KKMTs 02 Jepara menyelenggarakan workshop peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran berbasis ekoteologi, kurikulum cinta, digitalisasi pembelajaran, serta mitigasi bencana. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan MGMP Ditjen Pendis Kementerian Agama RI Tahun Anggaran 2025. Workshop dilaksanakan di Aula LP Ma’arif Jepara pada Rabu (21/1) dengan menghadirkan narasumber dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang, serta diikuti oleh guru-guru Bahasa Inggris madrasah tsanawiyah se-KKMTs 02.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin dalam arahannya menekankan pentingnya menanamkan kembali nilai ketakwaan kepada Allah SWT dalam setiap proses pendidikan. Ia juga menyoroti mulai lunturnya rasa cinta kepada sesama akibat meningkatnya sikap individualis di tengah masyarakat. “Ketakwaan kepada Allah harus terus diselipkan dalam proses pembelajaran. Selain itu, cinta kepada sesama jangan sampai hilang karena fenomena individualisme yang semakin kuat. Guru memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut kepada peserta didik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Akhsan Muhyiddin juga mengajak para guru untuk menjadi pelopor (pioneer) dalam menumbuhkan kecintaan terhadap alam dan menjaga lingkungan agar tetap asri sebagai wujud implementasi pembelajaran berbasis ekoteologi.
Melalui workshop ini, diharapkan para guru MGMP Bahasa Inggris KKMTs 02 mampu mengintegrasikan nilai spiritual, sosial, lingkungan, serta teknologi digital dalam proses pembelajaran, sehingga dapat melahirkan generasi madrasah yang beriman, berakhlak, peduli sesama, cinta lingkungan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.









