Jepara — Estafet penyerahan Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk madrasah di Kabupaten Jepara kembali berlanjut hari ini. Penyerahan dilakukan di MA Matholi’ul Huda Bugel, MI Matholi’ul Huda 01 Troso, dan MA Darul Ulum Purwogondo. Penyaluran ini melanjutkan rangkaian distribusi yang telah dimulai sebelumnya. Penyerahan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid didampingi oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Kepala Kantor Kemenag Kab. Jepara Akhsan Muhyiddin.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas sinergi yang terbangun. Beliau secara khusus memberikan apresiasi kepada Abdul Wahid Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, yang dinilai berperan besar dalam mengawal peningkatan kuota PIP tersebut dengan dukungan penuh dari Bupati Jepara.
“Ini bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata kepedulian. Dari sekian puluh ribu siswa madrasah Jepara mendapatkan jatah 17.979 penerima. Ini sebuah kenaikan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Akhsan.
Akhsan Muhyiddin berharap dukungan dari legislatif pusat terus berlanjut untuk memperjuangkan kebutuhan pendidikan madrasah ke depannya.
Dalam kesempatan itu, peran Bupati Jepara kembali disorot sebagai pihak yang konsisten mendorong peningkatan alokasi PIP untuk siswa madrasah.
Selain itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo juga berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan guru Madrasah Diniyah (Madin). Beliau juga mengimbau seluruh madrasah untuk mulai mempersiapkan dan memperbarui data kependidikan secara lebih lengkap dan akurat. Hal ini penting agar jangkauan penerima manfaat PIP semakin luas dan lebih banyak siswa yang dapat merasakan bantuan tersebut.
Senada dengan hal tersebut, Abdul Wahid menegaskan bahwa perjuangan Komisi VIII DPR RI adalah wujud implementasi amanat Presiden untuk memastikan pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
“Kepedulian Presiden terhadap pendidikan sangat tinggi. Contohnya Program Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi fakir miskin ekstrem, dan Jepara termasuk salah satu penerimanya,” jelasnya.
Ia juga memaparkan berbagai upaya nyata yang telah diperjuangkan, mulai dari pengawalan sertifikasi guru, penyelesaian isu-isu tunjangan, hingga penyaluran fasilitas seperti smart board serta usulan pengadaan smart board untuk madrasah. Menurutnya, seluruh langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah menempatkan pendidikan keagamaan sebagai salah satu prioritas.










