Jepara – Penyerahan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk Madrasah di Kabupaten Jepara menjadi momentum penegasan kolaborasi antara lembaga legislatif, eksekutif daerah, dan Kementerian Agama.
Penyerahan simbolis yang dilakukan di empat lokasi, MTs Darul Ulum Bandungharjo, MTs KRM Marzuki, MTs Hasyim Asyari Bangsri dan MA Matholibul Huda Mlonggo diserahkan langsung oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid, Bupati Jepara Witiarso Utomo, dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Jepara Akhsan Muhyiddin pada Rabu (10/12).
Kakankemenag Kab. Jepara Akhsan Muhyiddin dalam sambutannya menegaskan bahwa pencapaian kuota PIP Madrasah yang signifikan ini adalah hasil dari upaya kolektif yang patut disyukuri. “Alhamdulillah tahun ini kita mendapatkan bantuan PIP untuk Madrasah sebanyak 17.979 kuota,” terangnya.
Menurut Akhsan Muhyiddin Penerima PIP tahun ini merupakan buah dari komunikasi, kolaborasi, dan sinergisitas kuat antara Kementerian Agama bersama anggota DPR RI Komisi VIII dan dukungan penuh dari Bupati Jepara. Oleh karena itu, Akhsan secara khusus mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dan Bupati Jepara atas perjuangan yang telah mereka lakukan, sehingga madrasah di Jepara kini bisa mendapatkan jatah PIP yang sangat membantu.
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo, mengajak seluruh pihak untuk menyukseskan program pemerintah. Bupati menyoroti manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. “Ayo kita sukseskan program, apa yang direncanakan pemerintah pusat bisa dirasakan hari ini. Sehingga kita bisa merasakan seperti sekarang PIP. Mudah-mudahan yang kita ikhtiarkan bersama dapat bermanfaat,” ujarnya. Sembari memberikan penjelasan singkat mengenai program “Sekolah Rakyat” dan program-program pemerintah lainnya.
Disisi lain, Abdul Wahid Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dalam kesempatan tersebut turut menekankan pentingnya perhatian terhadap pendidikan Islam, kesejahteraan guru, dan digitalisasi madrasah. Beliau menyebutkan, kuota PIP yang diserahkan hari ini mencakup jatah untuk tiga kabupaten (Jepara, Demak, dan Kudus), dan akan terus memperjuangkan peningkatan kuota penerima dan kesejahteraan guru ngaji serta digitalisasi madrasah di masa mendatang.
“Saya mohon kepada Kepala Madrasah (Kamad) melalui Kankemenag Jepara untuk memastikan kelengkapan data calon penerima agar program PIP dan KIP (Kartu Indonesia Pintar) tahun depan dapat disiapkan dan menjangkau lebih banyak siswa madrasah yang membutuhkan” tutupnya.










