Jepara — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menyelenggarakan rapat persiapan dan koordinasi Gerakan Keluarga Maslahah.
Gerakan Keluarga Maslahah merupakan salah satu ikhtiar Kementerian Agama dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui pendekatan keagamaan, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat. Program ini diharapkan mampu menghadirkan keluarga yang tidak hanya tangguh secara sosial-ekonomi, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai keagamaan, moderasi, dan harmoni dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan rapat koordinasi dilaksanakan selama dua hari, pada Selasa–Rabu (23–24 September 2025), dengan menghadirkan peserta dari berbagai unsur, antara lain Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan se-Kabupaten Jepara, PC Muslimat NU, PC Fatayat NU, PD ‘Aisyiyah, serta PD Nasyi’atul ‘Aisyiyah. Kehadiran organisasi masyarakat keagamaan tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mendukung lahirnya keluarga yang religius, sejahtera, dan maslahat.
Untuk memperkaya pembahasan, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari lintas lembaga, yakni Ibu Sri Hariyati dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Jepara, serta Ibu Laila Jauharoh dari Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PWNU Jawa Tengah. Kedua narasumber memberikan pemaparan komprehensif mengenai strategi penguatan ketahanan keluarga, pentingnya edukasi berkelanjutan, serta sinergi antara peran penyuluh agama dan lembaga masyarakat.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Jepara melalui Seksi Bimas Islam menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mengokohkan komitmen bersama. Dengan adanya koordinasi dan kolaborasi yang solid, diharapkan Gerakan Keluarga Maslahah dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.
Melalui rapat koordinasi ini, Kemenag Jepara bersama seluruh mitra kerja berkomitmen menjadikan Gerakan Keluarga Maslahah sebagai program nyata di masyarakat. Sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, serta para penyuluh agama diharapkan dapat mendorong terwujudnya keluarga yang kuat, sejahtera, dan maslahat demi Indonesia yang lebih religius, harmonis, dan sejahtera.






