Penulis: editor

  • Kemenag Jepara Lepas Kontingen PORSENI Madrasah ke Tingkat Provinsi

    Kemenag Jepara Lepas Kontingen PORSENI Madrasah ke Tingkat Provinsi

    Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara hari ini secara resmi melepas kontingen Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) pada Minggu pagi (27/7/2025).

    Kontingen tersebut akan berlaga pada PORSENI tingkat Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Kabupaten Banyumas pada tanggal 27 hingga 30 Juli 2025. Upacara pelepasan diselenggarakan di halaman Kantor Kemenag Jepara dan dihadiri siswa, pendamping, pelatih, serta berbagai pihak terkait.

    Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Jepara, Akhsan Muhyiddin, menyampaikan pesan penting agar seluruh peserta tetap menjaga kekompakan dan menjunjung tinggi kesopanan selama kegiatan berlangsung. “Anak-anak madrasah adalah duta Jepara. Tunjukkan prestasi terbaik dan akhlak mulia. Jaga kebersamaan, jaga nama baik Jepara,” tegas beliau. Suasana semakin semangat ketika yel-yel “Jepara Juara!” digemakan sebagai penguat tekad untuk meraih hasil terbaik.

    Kepada seluruh pendamping, Akhsan Muhyiddin memberikan arahan ekstra agar selalu memperhatikan stamina dan kesehatan para siswa. “Pendamping memiliki peran vital dalam mendukung fisik dan mental anak-anak kita. Mohon pastikan kebutuhan mereka terpenuhi agar bisa tampil maksimal,” ujar beliau.

    Dengan doa, dukungan moral, dan semangat kebersamaan dari seluruh elemen, kontingen Jepara pun diberangkatkan menuju Banyumas — membawa harapan besar mengharumkan nama Jepara di Jawa Tengah. (AR)

  • Wakil Bupati Jepara Kunjungi Pura Giri Tungka dalam Rangka Jumat Berangkat

    Wakil Bupati Jepara Kunjungi Pura Giri Tungka dalam Rangka Jumat Berangkat

    Jepara – Dalam rangka program Jum’at Berangkat, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar melakukan kunjungan silaturahmi ke Pura Giri Tungka di Desa Plajan, Pakis Aji, Jepara pada hari Jumat (25/7/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempererat hubungan dengan umat beragama serta mendukung pelestarian nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal masyarakat Hindu di Jepara

    Kedatangan Wakil Bupati disambut hangat oleh pengurus pura, tokoh agama Hindu, para penyuluh agama Hindu, serta masyarakat Desa Plajan. Turut hadir dalam acara ini Staf Ahli Bupati Jepara, Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Jepara, Para Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Jepara, Kabag Setda Kabupaten Jepara, Forkopincam Pakis Aji, Ketua Basnaz Kabupaten Jepara, Ketua FKUB Kabupaten Jepara, Petinggi Desa Plajan, jajaran Pemerintah Desa Plajan, serta Penyuluh Agama Hindu dari Kementerian Agama Kabupaten Jepara.

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas peran Pura Giri Tungka sebagai pusat spiritual umat Hindu dan tempat pelestarian nilai budaya. Beliau juga menekankan pentingnya semangat kebersamaan lintas umat beragama dalam menjaga harmoni sosial di Kabupaten Jepara.

    “Jumat Berangkat bukan hanya tentang berbagi secara materi, tetapi juga berbagi semangat, nilai, dan kedekatan antarsesama. Saya sangat mengapresiasi toleransi dan keberagaman yang terus dirawat di Jepara, salah satunya melalui keberadaan Pura Giri Tungka ini,” ujar beliau.

    Acara dilanjutkan dengan dialog ringan dengan para pemangku dan umat yang hadir. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat, penuh keakraban, dan semangat kebersamaan.

    Pengurus Pura Giri Tungka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah. Mereka berharap kunjungan ini menjadi momentum positif untuk terus mengembangkan kegiatan keagamaan, sosial, dan budaya di pura.

    Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan sinergi antara umat, tokoh agama, dan pemerintah semakin kuat dalam mewujudkan Jepara yang rukun, religius, dan berbudaya.

  • Penutupan MQK Provinsi Jawa Tengah: Juara Teruji, Siap Melaju ke MQK Nasional

    Penutupan MQK Provinsi Jawa Tengah: Juara Teruji, Siap Melaju ke MQK Nasional

    Jepara — Serangkaian kegiatan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2025 yang berlangsung selama tiga hari, sejak tanggal 21 hingga 23 Juli di Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati, Bangsri, Jepara, resmi ditutup pada Rabu (23/7/2025).

    Acara penutupan dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati, Kepala Seksi PD Pontren dari Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, Dewan Hakim, serta para pendamping peserta.

    Amin Handoyo selaku ketua bidang PD Pontren Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah menyampaikan apresiasi kepada Dewan Hakim yang telah menilai secara objektif. “Terima kasih kepada para Dewan Hakim yang luar biasa berkenan memberikan penilaian kepada peserta, dan proses penilaian ini dilakukan seobjektif mungkin. InsyaAllah, yang menjadi juara betul-betul teruji,” ujarnya.

    Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati, KH. Taufiqul Hakim juga turut menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang lolos seleksi MQK tingkat Provinsi. “Selamat dan sukses kepada seluruh juara dan yang mewakili menuju MQK Nasional di Sulawesi nanti”, tuturnya.

    Rangkaian penutupan MQK ditutup dengan pengumuman dan penyerahan piala kepada para pemenang dari berbagai cabang lomba, dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta, panitia, dan tamu undangan sebagai penanda berakhirnya rangkaian acara ini. (VM)

  • Sosialisasi Pemenuhan Hak dan Kewajiban PPPK

    Sosialisasi Pemenuhan Hak dan Kewajiban PPPK

    Jepara – Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menerima pengarahan dari Kasubbag TU Kementerian Agama Kabupaten Jepara mengenai pemenuhan hak dan kewajiban ASN di Aula 1 KanKemenag Jepara pada hari Selasa (22/7/2025).

    Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam menghargai dan mendukung seluruh pegawai yang mengabdi dan memberikan kontribusi terbaiknya. Pemenuhan hak juga merupakan bentuk kepercayaan dan tanggungjawab yang harus dijaga dengan dedikasi dan kinerja yang professional.

    Kasubbag TU Badrudin mengatakan bahwa hak pegawai yang sudah terpenuhi diharapkan dapat menunjang kinerja. “Dengan adanya pemenuhan gaji ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kerja”, ujarnya.

    Pemenuhan hak-hak PPPK diharapkan menjadi motivasi untuk bekerja lebih optimal, menjaga integritas, disiplin, dan dapat terus meningkatkan kompetensi. Dapat membangun budaya kerja yang produktif, kolaboratif, berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas dan menjunjung tinggi nilai-nilai ASN yang ber-AKHLAK.

    “Penghasilan bukan untuk memuaskan keinginan, tapi pemenuhan kebutuhan”, imbuhnya. Dalam kesempatan itu dibagikan buku tabungan dan ATM bagi para pegawai sebagai simbol pemenuhan hak PPPK. (AR)

  • Seleksi MQK Tingkat Provinsi Jawa Tengah Digelar di Jepara, Siapkan Duta untuk Tingkat Nasional

    Seleksi MQK Tingkat Provinsi Jawa Tengah Digelar di Jepara, Siapkan Duta untuk Tingkat Nasional

    Jepara – Seleksi Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK) tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 resmi diselenggarakan pada Selasa, (22/7/2025) di Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati, Bangsri, Jepara.

    Acara ini diikuti oleh peserta santriwan dan santriwati yang merupakan 6 besar terbaik hasil dari Computer Based Test (CBT) yang diadakan oleh Kemenag RI. Para peserta akan bersaing menunjukkan kemampuan mereka dalam membaca, memahami, dan menjelaskan kitab kuning klasik khas pesantren.

    Dalam perlombaan ini, peserta dibagi ke dalam tiga marhalah atau tingkatan, yaitu Marhalah Ula (tingkat dasar), Marhalah Wustho (tingkat menengah), dan Marhalah Ulya (tingkat tinggi).

    Sebanyak 9 cabang keilmuan dilombakan, antara lain: tarikh, nahwu, fiqih, ilmu tafsir, ushul fiqih, hadist, ilmu hadist, tauhid, dan akhlaq. Selain itu, terdapat 2 lomba debat, yaitu debat Bahasa Inggris dan debat Bahasa Arab. Setiap bidang keilmuan dan debat menjadi ajang unjuk kemampuan para santri dalam memahami serta mengaktualisasikan literatur Islam klasik.

    Riziq Fadlun Nawal selaku peserta MQK mengungkapkan perasaannya setelah mengikuti seleksi MQK cabang Tarikh Ulya ini lebih menegangkan. “Perasaan saya setelah mengikuti seleksi ini lebih menegangkan karena ada banyak peserta dan seleksinya lebih ketat” Ucap Riziq.

    Sementara itu, peserta seleksi MQK Ahmad Hifza Amanullah berharap ia dan tim lolos untuk melanjutkan MQK tingkat Nasional cabang lomba debat Bahasa Arab. “Harapan kita sekarang, semoga kita bisa memberikan yang terbaik. Semoga bisa mewakili Jawa tengah masuk ke Nasional lagi”. Ujarnya.

    Kegiatan ini menjadi tahapan seleksi menuju MQK tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Sulawesi Selatan, sebagai ajang bergengsi bagi santri untuk membawa nama baik daerah masing-masing di kancah nasional. (VM)

  • MQK Jawa Tengah 2025 Resmi Dibuka, Wujud Pelestarian Tradisi Ilmu Pesantren

    MQK Jawa Tengah 2025 Resmi Dibuka, Wujud Pelestarian Tradisi Ilmu Pesantren

    Jepara (Kemenag) – Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 resmi dibuka pada Senin (21/7/2025) di Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati Bangsri Jepara. Acara pembukaan berlangsung meriah dan penuh khidmat, dengan kehadiran sejumlah tokoh penting dan ratusan santri dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah.

    Hadir dalam acara ini Wakil Gubernur Jawa Tengah, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Wakil Bupati Jepara, Plt Biro Kesra Setda Provinsi Jateng, Wakil Rektor Unisnu Jepara, para pengasuh pondok pesantren, Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, dan para peserta serta pendamping.

    Bupati Jepara dalam hal ini diwakili oleh wakil Bupati Jepara Ibnu Hajar menegaskan pentingnya sinergi antara pesantren dan pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan agama. “Kami berharap seleksi MQK ini bisa melahirkan santri-santri terbaik dengan semangat, keikhlasan, dan sportivitas tinggi,” ucapnya.

    Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab menyampaikan bahwa MQK adalah bagian dari usaha bersama menjaga kelestarian ajaran pesantren di tengah arus globalisasi. Ia menyebut bahwa MQK tahun ini juga bertujuan untuk menjaring santri unggulan yang akan mewakili Jawa Tengah di MQK Nasional mendatang. “MQK tidak sekadar ajang lomba, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap khazanah kitab kuning serta menjalin silaturahmi antarpesantren,” tegasnya.

    Acara puncak pembukaan ditandai dengan sambutan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, yang menyatakan kebanggaannya atas eksistensi MQK sebagai wujud nyata pelestarian tradisi keilmuan Islam klasik. “Tradisi ini masih terus dikembangkan. Saya yakin, adik-adik santri yang hadir di sini akan menjadi pemimpin di masa depan yang memahami akar ilmu. MQK mencerminkan koneksi antar kitab dalam satu pemahaman yang utuh dan relevan di era global,” tuturnya.

    Pembukaan ditandai dengan pemukulan rebana oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Kakanwil kemenag Jateng, Plt Biro Kesra Setda Provinsi Jateng, Wakil Bupati Jepara, Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Jateng, Pengasuh Ponpes Darul Falah Amtsilati, dan Kasubbag TU Kankemenag Jepara disaksikan langsung jajaran Kementerian Agama, para pengasuh pondok pesantren, dewan hakim, serta seluruh peserta dan tamu undangan. (VM)

  • Kemenag Jepara Gelar Rakor Updating Data Emis, Capai Peringkat 2 Terbaik se-Jateng

    Kemenag Jepara Gelar Rakor Updating Data Emis, Capai Peringkat 2 Terbaik se-Jateng

    Jepara – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Updating EMIS Online Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Tahun 2025, Rabu (16/7/2025) di Aula I Kemenag Jepara. Rakor ini diikuti oleh Kasubbag TU, operator EMIS dari Madrasah Diniyah (Madin), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), dan Pondok Pesantren se-Kabupaten Jepara.

    Acara dibuka oleh Kepala Seksi PD Pontren Kemenag Jepara, Zainuri. Dalam sambutannya, Zainuri menyampaikan apresiasi atas kinerja para operator EMIS yang telah bekerja keras, sehingga menempatkan Jepara sebagai kabupaten dengan penyelesaian data EMIS terbaik peringkat ke-2 se-Jateng.

    “Ini capaian yang membanggakan dan menjadi bukti komitmen kita bersama dalam menjaga validitas data lembaga pendidikan keagamaan” Ujar Zainuri.

    Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Jepara dalam hal ini diwakilkan oleh Kasubbag TU Badrudin menegaskan pentingnya integritas dan akurasi dalam pengisian data EMIS. Ia mengingatkan bahwa data yang diinput adalah potret nyata dari kondisi lembaga, sehingga tidak boleh dimanipulasi.

    “Lembaga pendidikan keagamaan adalah benteng terakhir penjaga moral bangsa. Maka data yang dimasukkan harus apa adanya. Jangan ada manipulasi” pesannya.

    Beliau juga mengajak seluruh operator untuk terus melakukan pembaruan data secara berkala dan konsisten, demi mendukung perumusan kebijakan pendidikan keagamaan yang lebih tepat sasaran.

    Rakor ini menjadi ajang konsolidasi penting dalam memperkuat sistem data lembaga keagamaan pendidikan Islam. (VM)

  • Merajut Toleransi: Rapat Koordinasi Penguatan Moderasi Beragama Guru PAI Digelar

    Merajut Toleransi: Rapat Koordinasi Penguatan Moderasi Beragama Guru PAI Digelar

    Jepara – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Jepara hari ini menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Moderasi Beragama khusus bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Rabu (16/7/2025). Bertempat di Aula 1 Kankemenag Jepara, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman moderasi beragama di kalangan pendidik agama, yang nantinya akan disalurkan kepada para peserta didik.

    Acara dibuka oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kankemenag Kabupaten Jepara, Badrudin, yang juga bertindak sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, Badrudin menekankan pentingnya pemahaman mendalam mengenai perbedaan antara syariat dan fikih.

    “Kita harus memahami bahwa syariat itu bersifat universal dan mengikat semua umat, sementara fikih adalah interpretasi manusia atas syariat yang bisa beragam. Dengan pemahaman ini, pola pikir kita tidak akan mudah untuk mengkotak-kotakkan atau mengkapling-kaplingkan antar sesama makhluk Allah SWT,” ujar Badrudin.

    Beliau menambahkan bahwa perbedaan dalam pandangan fikih seharusnya tidak menjadi pemicu perpecahan, melainkan menjadi kekayaan khazanah keilmuan Islam. Guru PAI diharapkan mampu menjadi agen moderasi di sekolah masing-masing, menanamkan nilai-nilai toleransi, inklusivitas, dan penghargaan terhadap keberagaman kepada siswa.

    Rakor ini diikuti oleh seluruh Guru PAI di lingkungan Kabupaten Jepara. Diharapkan, melalui kegiatan ini, pemahaman moderasi beragama dapat semakin mengakar kuat dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (AR)

  • Menuju Evaluasi Akhir, Tim Efektif MANDIRI MADINQu Adakan Koordinasi Penyusunan Laporan dan Presentasi

    Menuju Evaluasi Akhir, Tim Efektif MANDIRI MADINQu Adakan Koordinasi Penyusunan Laporan dan Presentasi

    Jepara — Tim Efektif gelar rapat koordinasi penyusunan laporan dan materi presentasi aksi perubahan MANDIRI MADINQu di Ruang Rapat PTSP Kantor Kemenag Jepara pada hari Rabu (16/7/2025).

    Turut hadir dalam acara tersebut Kakankemenag Jepara, Kasubbag TU, Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Kasi PD Pontren, Perencana, Pranata Komputer, serta seluruh anggota Tim Efektif.

    Agenda utama meliputi pematangan substansi laporan akhir, dokumentasi kegiatan, serta strategi penyajian materi presentasi untuk evaluasi akhir.

    Kepala Kemenag Jepara, Akhsan Muhyiddin, menekankan pentingnya laporan sebagai bukti nyata dampak program. “Laporan ini harus menggambarkan proses dan hasil nyata di lapangan, bukan sekadar formalitas,” ujarnya.

    Rapat juga menetapkan pembagian tugas, timeline penyusunan, dan simulasi alur presentasi. Diharapkan, hasil akhir dapat menunjukkan keberhasilan MANDIRI MADINQu sebagai model pemberdayaan guru Madin dan TPQ yang layak direplikasi di wilayah lain. (VM)

  • Kemenag Jepara Luncurkan MANDIRI MADINQu: Dorong Guru Madin dan TPQ Jadi Pelaku Usaha Mandiri

    Kemenag Jepara Luncurkan MANDIRI MADINQu: Dorong Guru Madin dan TPQ Jadi Pelaku Usaha Mandiri

    Jepara (Kemenag) — Sebuah langkah progresif dalam pemberdayaan ekonomi umat resmi dimulai. Program MANDIRI MADINQu (Modal Awal untuk Kemandirian Guru Madin dan TPQ) secara resmi diluncurkan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Selasa (15/7/2025).

    Peluncuran program ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, sejumlah pejabat terkait, seluruh ASN Kemenag Jepara, Ketua Lembaga Mitra Kerja Kemenag Kabupaten Jepara (BAZNAS, PDM, FKDT, RMI), serta 20 guru Madin dan TPQ yang menjadi penerima manfaat perdana.

    Kepala Kemenag Jepara, Akhsan Muhyiddin, membuka acara dengan menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan besar terhadap program ini. “MANDIRI MADINQu hadir untuk mendorong kemandirian ekonomi guru Madin dan TPQ, agar tak hanya berdampak pada kesejahteraan individu, tapi juga menggulirkan roda ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

    Ia menegaskan, bantuan diberikan dalam bentuk barang maupun uang tunai sesuai potensi dan minat masing-masing guru, guna mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM).

    Program diluncurkan langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Saiful Mujab. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi tinggi dan harapan besar terhadap keberlanjutan program.

    “Semoga MANDIRI MADINQu berjalan lancar, menjadi inspirasi, bahkan viral, karena memberi dampak nyata bagi peningkatan ekonomi umat,” ujarnya dengan semangat. Ia juga mendorong para penerima bantuan agar mengelola modal yang diberikan secara bijak dan produktif.

    Momen puncak acara adalah penyerahan langsung bantuan modal kepada 20 guru Madin dan TPQ, 6 orang menerima bantuan berupa sejumlah barang dan 14 orang menerima bantuan uang tunai sebagai penunjang usaha yang dirintis.

    Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Gara Zawa, Bin Himma M. Burhan, memohon keberkahan dan kelancaran pelaksanaan program.

    Program MANDIRI MADINQu diharapkan tak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga menjadi tonggak lahirnya kemandirian ekonomi di kalangan guru Madin dan TPQ. Dengan adanya dukungan ini, mereka tak sekadar menjadi pendidik, tetapi juga pelaku ekonomi yang produktif dan mandiri, yang pada akhirnya membawa kontribusi nyata bagi kemajuan Jepara. (NH)

Translate »
Skip to content