Penulis: editor

  • Siap Berjuang di Sulawesi Selatan: Kemenag Jepara Lepas Peserta MQK Nasional dengan Pesan & Doa Restu

    Siap Berjuang di Sulawesi Selatan: Kemenag Jepara Lepas Peserta MQK Nasional dengan Pesan & Doa Restu

    Jepara -– Dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan, empat peserta Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Tingkat Nasional asal Kabupaten Jepara resmi dilepas melalui apel pagi di Halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Kamis (25/9/2025). Keempat peserta tersebut akan mewakili Provinsi Jawa Tengah pada ajang MQK Nasional yang akan berlangsung pada 29 September–7 Oktober 2025 di Pondok Pesantren As’adiyah, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

    Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Jepara yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Badruddin. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya atas terpilihnya putra-putri terbaik Jepara sebagai duta Jawa Tengah dalam MQK Nasional. Menurutnya, kesempatan ini merupakan sebuah amanah sekaligus kehormatan yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

    “Mohon doa restu orang tua dan para pengasuh pesantren sebelum berangkat. Ridho orang tua dan guru akan menjadi kunci keberkahan perjalanan ini. Kami semua di sini mendoakan semoga kalian pulang membawa kabar baik dan prestasi gemilang untuk Jepara dan Jawa Tengah,” pesan Badruddin dalam arahannya.

    MQK sendiri merupakan ajang bergengsi tingkat nasional yang memperlombakan kemampuan santri dalam membaca, memahami, serta mengkaji kitab-kitab turats (kitab kuning). Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi santri yang tidak hanya mumpuni dalam penguasaan ilmu agama, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan masyarakat.

    Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu pejabat setempat. Doa dipanjatkan agar perjalanan para peserta berjalan lancar, senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan, serta kesuksesan dalam setiap tahapan perlombaan. Suasana haru dan penuh semangat terlihat jelas dari wajah para peserta yang siap mengharumkan nama daerahnya di kancah nasional.

    Kehadiran peserta asal Jepara di MQK Nasional tahun ini menjadi kebanggaan tersendiri, sekaligus bukti nyata kontribusi pesantren dalam melahirkan generasi unggul. Dengan semangat dan doa bersama, diharapkan mereka mampu meraih prestasi terbaik, membawa harum nama Kabupaten Jepara, serta memberikan inspirasi bagi santri-santri lainnya.

  • GPAI Jepara Ikuti Peningkatan Kompetensi yang Digelar Kanwil Kemenag Jateng

    GPAI Jepara Ikuti Peningkatan Kompetensi yang Digelar Kanwil Kemenag Jateng

    Jepara – Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) Kabupaten Jepara mengikuti kegiatan Peningkatan Kompetensi GPAI yang diselenggarakan oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah melalui Bidang Pendidikan Agama Islam (PAI), bekerjasama dengan Kementerian Agama Kabupaten Jepara. Acara ini berlangsung pada Kamis (25/10/2025) di Resto Taman Joglo, Lebuawu, Pecangaan, Jepara.

    Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan GPAI dari berbagai sekolah di Kabupaten Jepara. Antusiasme para peserta terlihat sejak pagi, mereka hadir dengan semangat untuk menimba ilmu dan memperkuat kapasitas sebagai pendidik agama Islam. Kehadiran mereka mencerminkan tingginya komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan agama di sekolah.

    Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Jepara. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini, sekaligus memberikan pesan inspiratif kepada para guru. Menurutnya, GPAI memiliki peran strategis dalam membentuk akhlak peserta didik, sehingga peningkatan kompetensi menjadi keharusan yang tidak bisa ditunda.

    Dalam arahannya, Kasubbag TU menyampaikan tiga pesan penting. Pertama, beliau mengingatkan agar GPAI senantiasa mendoakan peserta didik agar menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Kedua, GPAI diminta untuk terus berusaha menjadi uswatun hasanah, teladan baik dalam ucapan maupun perbuatan. Ketiga, seluruh peserta diajak untuk mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi ini dengan sungguh-sungguh, sehingga ilmu yang diperoleh benar-benar bermanfaat bagi sekolah dan siswa.

    Pihak Kanwil Kemenag Jateng Bidang PAI menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas guru agama Islam. Dengan adanya kerjasama bersama Kemenag Jepara, diharapkan kegiatan dapat lebih tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan guru di daerah. Program ini juga menjadi sarana silaturahmi dan forum diskusi antar-GPAI untuk berbagi pengalaman serta praktik terbaik dalam pembelajaran.

    Melalui kegiatan peningkatan kompetensi ini, Kanwil Kemenag Jateng dan Kemenag Jepara berharap GPAI tidak hanya unggul dalam aspek pengetahuan, tetapi juga mampu menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam praktik pembelajaran. Dengan demikian, siswa di sekolah umum dapat memperoleh pendidikan agama Islam yang berkualitas, relevan, dan berdampak positif bagi pembangunan karakter generasi bangsa.

  • Kemenag Jepara Gelar Rakor Gerakan Keluarga Maslahah

    Kemenag Jepara Gelar Rakor Gerakan Keluarga Maslahah

    Jepara — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menyelenggarakan rapat persiapan dan koordinasi Gerakan Keluarga Maslahah.

    Gerakan Keluarga Maslahah merupakan salah satu ikhtiar Kementerian Agama dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui pendekatan keagamaan, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat. Program ini diharapkan mampu menghadirkan keluarga yang tidak hanya tangguh secara sosial-ekonomi, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai keagamaan, moderasi, dan harmoni dalam kehidupan sehari-hari.

    Kegiatan rapat koordinasi dilaksanakan selama dua hari, pada Selasa–Rabu (23–24 September 2025), dengan menghadirkan peserta dari berbagai unsur, antara lain Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan se-Kabupaten Jepara, PC Muslimat NU, PC Fatayat NU, PD ‘Aisyiyah, serta PD Nasyi’atul ‘Aisyiyah. Kehadiran organisasi masyarakat keagamaan tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mendukung lahirnya keluarga yang religius, sejahtera, dan maslahat.

    Untuk memperkaya pembahasan, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari lintas lembaga, yakni Ibu Sri Hariyati dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Jepara, serta Ibu Laila Jauharoh dari Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PWNU Jawa Tengah. Kedua narasumber memberikan pemaparan komprehensif mengenai strategi penguatan ketahanan keluarga, pentingnya edukasi berkelanjutan, serta sinergi antara peran penyuluh agama dan lembaga masyarakat.

    Kepala Kementerian Agama Kabupaten Jepara melalui Seksi Bimas Islam menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mengokohkan komitmen bersama. Dengan adanya koordinasi dan kolaborasi yang solid, diharapkan Gerakan Keluarga Maslahah dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.

    Melalui rapat koordinasi ini, Kemenag Jepara bersama seluruh mitra kerja berkomitmen menjadikan Gerakan Keluarga Maslahah sebagai program nyata di masyarakat. Sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, serta para penyuluh agama diharapkan dapat mendorong terwujudnya keluarga yang kuat, sejahtera, dan maslahat demi Indonesia yang lebih religius, harmonis, dan sejahtera.

  • Pemasangan Papanisasi Kampung Zakat Desa Damarwulan, Keling, Jepara

    Pemasangan Papanisasi Kampung Zakat Desa Damarwulan, Keling, Jepara

    Jepara — Senin (22/9/2025), Kementerian Agama Kabupaten Jepara melaksanakan kegiatan pemasangan papanisasi Kampung Zakat di Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara.

    Pemasangan papanisasi ini bukan sekadar simbol, tetapi juga menjadi penanda resmi bahwa Desa Damarwulan telah ditetapkan sebagai salah satu Kampung Zakat di Kabupaten Jepara. Penetapan tersebut merupakan hasil dari seleksi Kampung Zakat Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia.

    Dalam kegiatan tersebut, Penyelenggara Zakat Wakaf Kementerian Agama Kabupaten Jepara, H. Bin H.M. Burhan, secara langsung menyerahkan papanisasi kepada pengurus Kampung Zakat Desa Damarwulan. Momen ini menjadi awal dari implementasi program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat, infak, dan sedekah di desa tersebut.

    Kampung Zakat sendiri merupakan salah satu program strategis Kementerian Agama yang bertujuan untuk menghadirkan model pengelolaan dan pemanfaatan dana zakat yang lebih produktif, terarah, dan berkelanjutan.

    Dengan adanya Kampung Zakat di Desa Damarwulan, masyarakat diharapkan tidak hanya menerima manfaat secara langsung, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi lokal, meningkatkan taraf hidup, serta memperkuat solidaritas sosial di lingkungannya.

    H. Bin H.M. Burhan menegaskan bahwa penetapan Desa Damarwulan sebagai Kampung Zakat harus dimaknai sebagai tanggung jawab bersama, baik pemerintah, pengurus, maupun masyarakat. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar potensi zakat yang ada dapat dioptimalkan, sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas dan berkelanjutan.

    Penetapan Desa Damarwulan sebagai Kampung Zakat juga diharapkan mampu menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Jepara. Melalui langkah ini, Kementerian Agama bersama masyarakat berkomitmen untuk mewujudkan kemandirian umat dan keadilan sosial, sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen penting dalam pembangunan nasional.(UN)

  • Jum’at Berangkat: Kontribusi Kemenag Jepara Wujudkan Jepara Damai dan Religius

    Jum’at Berangkat: Kontribusi Kemenag Jepara Wujudkan Jepara Damai dan Religius

    Jepara (Humas) — Dalam upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin, menghadiri kegiatan “Jum’at Berangkat Bersama Bupati Jepara” bertempat di Masjid Al-Huda Damarwulan Keling Jepara. Jum’at (19/9/2025).

    Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Jepara diwakili oleh Wakil Bupati, Asisten, Staff Ahli, Kabag Kesra, Kepala Kemenag Jepara, Kepala Disdikpora, Ketua Baznas, PMI, Petinggi dan Masyarakat sekitarnya.

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menegaskan pentingnya kegiatan keagamaan sebagai fondasi untuk memperkuat nilai-nilai religius di masyarakat. Beliau mengajak semua elemen untuk bahu-membahu menjaga kedamaian, saling menghormati, dan menciptakan lingkungan yang kondusif demi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Jepara.

    Selanjutnya sebagai bentuk kepedulian terhadap kemakmuran masjid dan para pengurusnya, Kepala Kemenag Jepara Akhsan Muhyiddin menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp 1.000.000 kepada marbot Masjid Al-Huda. Bantuan ini merupakan wujud nyata dukungan Kemenag Jepara untuk meringankan beban marbot, sekaligus memotivasi mereka dalam menjalankan tugas mulianya menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah. (WA)

  • Rakor KKMTs 01 Jepara: Perkuat Sinergi Madrasah Demi Pendidikan Unggul dan Berkarakter

    Rakor KKMTs 01 Jepara: Perkuat Sinergi Madrasah Demi Pendidikan Unggul dan Berkarakter

    Jepara (Humas) — Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) 01 Jepara melaksanakan Rapat Koordinasi dengan Kepala Madrasah Tsanawiyah dibawah naungan KKMTs 01 Kabupaten Jepara bertempat di MTs Nurul Huda Rajekwesi Mayong Jepara pada Kamis (18/9/2025).

    Hadir dalam rapat tersebut, Kepala Kemenag Jepara, Pengawas Madrasah, Plt MTsN 1, Pengurus Yayasan Nurul Huda, Ketua KKMTs 01 serta Para Kepala Madrasah Tsanawiyah.

    Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Jepara Akhsan Muhyiddin, beliau menyampaikan pesan yang mendalam tentang arah pendidikan madrasah di masa depan. Beliau menekankan bahwa Kementerian Agama telah mengembangkan “Kurikulum Berbasis Cinta”. “Tujuannya adalah agar madrasah menjadi tempat belajar yang nyaman untuk anak-anak,” jelasnya.

    Kurikulum ini mengajarkan cinta kepada diri sendiri, cinta kepada teman, cinta kepada madrasah, dan cinta kepada lingkungan. Hal ini sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama, yang bertujuan menciptakan lingkungan madrasah yang asri, nyaman, dan kondusif untuk belajar.

    Lebih lanjut, Kepala Kemenag Jepara juga berpesan agar para guru menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada peserta didik, sehingga mereka mampu saling menghargai dan menghormati perbedaan.

    Selain itu, Akhsan Muhyiddin juga memaparkan karakteristik yang harus dimiliki guru masa kini untuk mempersiapkan Generasi Emas. Pesan-pesan tersebut meliputi:

    • Adaptif: Guru harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
    • Berkarakter: Memberikan bekal karakter Akhlakul Karimah kepada peserta didik.
    • Inovatif: Guru harus memiliki daya untuk terus berinovasi dalam mengajar.
    • Mengajar dengan Hati: Guru harus mengajar dengan bahagia dan menjadi penyemangat bagi anak didik.
      –  Jejaring: Mengajarkan peserta didik tentang pentingnya jejaring dan organisasi.

    Rapat koordinasi ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh madrasah di bawah naungan KKMTs 01 Jepara untuk bersama-sama mewujudkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan sesuai dengan perkembangan zaman. (WA)

  • Lakukan Verifikasi, Masjid dan Musholla Siap Terima Bantuan Tahap II

    Lakukan Verifikasi, Masjid dan Musholla Siap Terima Bantuan Tahap II

    Sebanyak 10 Masjid dan 8 Musholla di Kabupaten Jepara lakukan verifikasi guna kesiapan untuk menerima bantuan yang disalurkan melalui Kementerian Agama Kabupaten Jepara. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, (16/9/2025) bertempat di Aula II Kemenag Jepara. Bantuan berupa dana rehabilitasi diberikan sebagai upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana ibadah.

    Dalam sambutan Subdit Kemasjidan Ditjen Bimas Islam, Imron Rosadi menyampaikan bahwa selain memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah, bantuan ini juga diharapkan mendorong penguatan peran masjid dan mushola sebagai pusat pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

    “Masjid dan mushola bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, sosial, dan pembinaan umat. Dengan adanya bantuan ini, kami berharap pengelolaan masjid dan mushola semakin baik, sehingga dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

    Para pengurus masjid dan mushola penerima bantuan menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kepedulian Kementerian Agama. Mereka berkomitmen untuk memanfaatkan dan mengelola bantuan tersebut secara transparan dan penuh tanggung jawab.

  • Rapat Tim Pembangunan Zona Integritas Kemenag Jepara: Fokus pada Mindset, Kebersamaan, dan Inovasi

    Rapat Tim Pembangunan Zona Integritas Kemenag Jepara: Fokus pada Mindset, Kebersamaan, dan Inovasi

    Jepara – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Jepara menggelar rapat Tim Pembangunan Zona Integritas (ZI) pada Selasa (16/9/2025) yang dihadiri oleh Kepala Kankemenag, Kasubag, Kasi, Gara, serta anggota Tim Kerja 1-6. Rapat ini membahas langkah strategis menuju pembangunan Zona Integritas yang tidak hanya berfokus pada aspek administrasi, tetapi juga perubahan pola pikir dan kebersamaan.

    Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag Jepara, menegaskan pentingnya membangun mindset yang kuat dalam pembangunan Zona Integritas. “Pembangunan Zona Integritas tidak hanya dari sisi administrasi, tapi mindset kita yang harus kita bangun. Kita harus membangun dengan kebersamaan dan kekompakan, mencari solusi yang bisa kita ambil menuju kebaikan,” ujarnya.

    Rapat ini juga membahas rencana aksi pembangunan Zona Integritas, yang mencakup target, kegiatan, timeline, dan penanggung jawab. Selain itu, kepala seksi dan kepala madrasah diminta untuk menyampaikan inovasi yang menjadi poin penting dalam penilaian ZI. Inovasi tersebut mencakup aspek pendidikan, pelayanan, hubungan masyarakat, dan lingkungan, yang diharapkan dapat memperkuat komitmen Kankemenag Jepara dalam mewujudkan pelayanan yang lebih baik.

    Rapat ini menjadi wujud nyata komitmen Kankemenag Jepara untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan integritas, sejalan dengan visi pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

  • Mudahnya Urus Paspor, Kemenag Jepara Hadirkan Eazy Passport bagi CJH 2026

    Mudahnya Urus Paspor, Kemenag Jepara Hadirkan Eazy Passport bagi CJH 2026

    Jepara – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara bekerja sama dengan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati menggelar layanan Eazy Passport khusus bagi Calon Jemaah Haji (CJH) tahun 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kemenag Jepara mulai Senin (15/9/2025) hingga Kamis (18/9/2025).

    Eazy Passport merupakan program inovatif pelayanan “jemput bola” dari Kantor Imigrasi yang mempermudah masyarakat dalam proses penerbitan paspor. Alih-alih datang ke kantor imigrasi, para calon jemaah cukup hadir di lokasi yang telah disiapkan, sementara petugas imigrasi datang langsung memberikan pelayanan.

    Pelayanan di Jepara kali ini melibatkan 8 petugas imigrasi yang secara bergantian melayani jemaah sesuai jadwal. Kepala Kemenag Jepara, Akhsan Muhyiddin, bersama Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), Siti Zuliyati, hadir memantau jalannya layanan.

    Dalam sambutannya, Akhsan Muhyiddin menyampaikan bahwa kehadiran layanan Eazy Passport merupakan wujud sinergi pemerintah dalam memberikan pelayanan prima kepada jemaah haji. Ia mengatakan, “Kami berharap program ini semakin memudahkan calon jemaah haji Jepara, sehingga mereka bisa lebih fokus mempersiapkan ibadah dengan tenang dan khusyuk.”

    Adapun jadwal pelayanan dibagi berdasarkan kelompok bimbingan ibadah haji (KBIHU) maupun non-KBIHU. Pada Senin (15/9), layanan diberikan untuk KBIHU Masalikil Huda, Al-Kholidiyyah, Al-Multazam, Arafah, dan Walisongo. Selasa (16/9), untuk KBIHU Darurrohman, Muhammadiyah, serta Al-Firdaus. Rabu (17/9), giliran KBIHU NU, Jabal Nur, dan kelompok Non KBIHU. Sedangkan Kamis (18/9), pelayanan diperuntukkan bagi kelompok Non KBIHU serta KBIHU Nurul Baroroh.

    Siti Zuliyati menegaskan pentingnya kedisiplinan jemaah dalam mematuhi jadwal yang telah ditetapkan. Ia menuturkan, “Kami mengimbau agar seluruh jemaah hadir 30 menit sebelum jadwal dengan membawa dokumen asli berupa KTP, KK, serta salah satu dari akta kelahiran, ijazah, atau buku nikah. Hal ini penting untuk memperlancar verifikasi dokumen dan menghindari keterlambatan.”

    Lebih lanjut, ia berharap melalui program ini, jemaah haji Jepara merasa lebih terbantu dan siap secara administrasi maupun spiritual menjelang keberangkatan. “Kemenag Jepara berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, agar persiapan haji masyarakat dapat berjalan lancar dan penuh keberkahan”, pungkasnya. (NH)

  • Matangkan Persiapan, Kankemenag Jepara Gelar Rapat Koordinasi HSN 2025 dan HAB Kemenag 2026

    Matangkan Persiapan, Kankemenag Jepara Gelar Rapat Koordinasi HSN 2025 dan HAB Kemenag 2026

    Jepara (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara bersama PCNU Jepara dan Pengurus MWC Kecamatan menggelar rapat koordinasi persiapan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025 dan Pencanangan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-80 Tahun 2026, pada Kamis (11/9/2025).

    Rapat yang dihadiri oleh Kankemenag Jepara, Rais Syuriyah PCNU Jepara KH. Khayatun Nufus Abdullah Hafziq, pengurus MWC Kecamatan, Kepala KUA, hingga Kasi Gara tersebut membahas teknis kepanitiaan dan rangkaian kegiatan.

    Rais Syuriyah PCNU KH. Khayatun Nufus menegaskan pentingnya sinergi antara PCNU, Kankemenag, dan MWC Kecamatan agar kegiatan berjalan maksimal. “Sebuah kegiatan bila mau disengkuyung bareng akan maksimal,” ujarnya.

    Puncak peringatan akan dilaksanakan pada 11 Oktober 2025. Mengusung tema “Santri Jepara: Merawat Tradisi, Menjawab Tantangan Negeri”, rangkaian kegiatan HSN meliputi lomba-lomba tingkat pelajar, Muktamar Ilmu Pengetahuan, Santri Award, donor darah, Bahtsul Masail, penanaman mangrove, bersih-bersih rumah ibadah, hingga Khotmil Quran dan apel HSN.

    Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah menegaskan resolusi jihad dalam memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia, membangun kesadaran kolektif kebangsaan dan membumikan budaya santri dalam proses pembangunan, mengintegrasikan secara strategis sosio-struktur santri dalam mengembangkan tradisi yang konstruktif untuk identitas kebudayaan bangsa, menjaga konsistensi tradisi dengan menumbuhkan kesadaran yang tinggi dalam berkebangsaan dan ber-Indonesia, serta membangun gerakan bersama untuk memperkokoh masyarakat Kabupaten Jepara.

    Menutup rapat, Kepala Kankemenag, “Terima kasih atas saran-sarannya, mudah-mudahan memberikan sebuah jalan terang demi kelancaran seluruh rangkaian kegiatan HSN 2025 tingkat Kabupaten Jepara,” ungkapnya.(VM)

Translate »
Skip to content